3 Alasan Wajib Nonton The Inner Circle 27 Pada 21 Agustus
The Inner Circle 27 akan berlangsung di Lumpinee Stadium yang legendaris di Bangkok pada Jumat, 21 Agustus, dan disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia secara eksklusif melalui live.onefc.com.
Ajang ini sarat dengan laga yang berpotensi menghasilkan penantang Juara Dunia berikutnya. Selain itu, para veteran juga akan unjuk gigi di tengah maraknya para pendatang baru yang siap membuktikan diri. Secara keseluruhan, empat laga Muay Thai dan satu duel kickboxing yang tersaji berpotensi menghasilkan drama dari awal hingga akhir.
Berikut tiga alasan mengapa The Inner Circle 27 wajib Anda saksikan pada Jumat malam ini.
#1 Perang Partai Utama Dengan Pertaruhan Besar
Dalam partai utama, mantan penantang Gelar Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai Songchainoi “Mini-Hulk” Kiatsongrit menghadapi sesama jagoan Thailand Banluelok Sitwatcharachai dalam duel krusial yang berpotensi menjadi pertarungan sengit.
Songchainoi mampu memenuhi ekspektasi dengan membangun rekor 10-3 di ONE lewat kombinasi eksplosif, striking tajam, serta arsenal lengkap yang membawanya mendapatkan kesempatan memperebutkan sabuk di divisinya.
Kemenangan dalam laga ini akan langsung membawa atlet berusia 25 tahun itu kembali ke dalam persaingan untuk menantang Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai Nadaka, yang akan mempertahankan gelarnya melawan Rifdean Masdor di ONE SAMURAI 4.
Namun, Banluelok juga membawa taruhan besar dalam laga atomweight Muay Thai ini.
Atlet berusia 29 tahun itu mencetak dua kemenangan beruntun setelah rentetan tiga kemenangannya diputus Nadaka pada Juni tahun lalu. Terbaru, ia mencetak knockout ronde ketiga atas Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai Rak Erawan di The Inner Circle 17.
Kemenangan atas lawan sekaliber Songchainoi akan menjadi pencapaian terbesar dalam kariernya, yang berpotensi memberinya kontrak senilai US$100.000 (Rp1,6 miliar) bersama jajaran atlet utama ONE Championship dan bahkan membuka peluang rematch melawan megabintang Jepang tersebut.
Dua finisher teruji dengan satu tujuan besar. Keduanya dipastikan akan mengerahkan segalanya demi meraih hasil terbaik dalam laga yang sayang untuk dilewatkan.
#2 Pengganti Dadakan Siap Unjuk Gigi

Setelah Suriyanlek Por Yenying mengalami cedera saat lari pagi dalam latihan, Yodphupa Petkiatpet langsung mengambil kesempatan untuk menghadapi jagoan Myanmar Saw Min Min dalam duel bantamweight Muay Thai.
Yodphupa yang dikenal tangguh memenangi turnamen Road to ONE: Thailand dan langsung mencetak empat kemenangan beruntun, termasuk atas Ilyas Musaev dan Antar Kacem.
Meski performanya sempat naik turun setelah itu, laganya hampir selalu berlangsung menarik dan ia membawa energi yang menjadi ciri khas rangkaian mingguan di Lumpinee.
Latar belakang lethwei Saw Min Min membuat setiap celah kecil bisa berujung bahaya. Gaya ultraagresif atlet berusia 28 tahun itu terlihat jelas dalam tiga penampilannya di rangkaian ONE Friday Fights.
Serangannya yang tidak ortodoks dan pukulan keras membuatnya mampu mengakhiri laga kapan saja. Namun, ia juga datang dengan motivasi ekstra setelah kalah dalam dua penampilan sebelumnya.
Pertemukan seorang petarung yang datang tanpa beban dengan veteran yang tak pernah ragu terlibat dalam kekacauan, dan kiblat Muay Thai bisa saja menyaksikan salah satu penyelesaian paling liar di kartu ini.
#3 Dua Pendatang Baru Lapar Pembuktian
Dua atlet akan menjalani debut di ONE Championship dalam The Inner Circle 27, dan keduanya ingin langsung mencuri perhatian saat menghadapi lawan yang siap merusak pesta kedatangan mereka.
Pertama, jagoan Libya Lamin “Desert Lion” Al Souayah akan menghadapi Dalian “Deadly” Dawody dalam duel lightweight Muay Thai. Atlet berusia 29 tahun itu membawa permainan yang bertumpu pada kekuatan eksplosif serta kecepatan yang mengesankan untuk kelasnya.
Namun, naik ke panggung rangkaian mingguan bukanlah tugas mudah, dan Al Souayah harus langsung tampil maksimal melawan lawan yang sudah terbiasa dengan sorotan besar.
Dawody mencetak pernyataan tegas dalam debutnya di ONE Championship dengan meraih kemenangan knockout atas Dante Rodrigues, sekaligus memberi peringatan kepada para pesaing lain di divisi tersebut. Kini, atlet Swedia itu ingin melanjutkan momentum.
Dalam laga pembuka kartu eksklusif bagi member, jagoan Inggris Ben Longstaff mendapat kesempatan tampil di panggung global melawan Kazuteru Yamazaki dalam duel flyweight kickboxing yang memiliki arti penting bagi keduanya.
Petarung Inggris berusia 28 tahun itu datang dengan rekor 19-2 dan ambisi besar untuk memaksimalkan kesempatan yang telah lama ia tunggu. Ia memahami bahwa penampilan meyakinkan di sini dapat membuka pintu yang selama ini sulit didapatkan.
Namun, Yamazaki bukan lawan yang akan memberi debut mudah. Jagoan Jepang itu membawa dua kemenangan beruntun, dan seorang veteran yang ingin terus menjaga momentum menjadi ujian tepat bagi pendatang baru yang lapar pembuktian.