3 Alasan Mengapa The Inner Circle 28 Wajib Ditonton Pada 28 Agustus

Ubaid Hussain smashes Khusen Salomov with a hard left at ONE Friday Fights 105.

Para penggemar ONE di seluruh dunia akan mendapat suguhan menarik pada Jumat, 28 Agustus, saat The Inner Circle 28 hadir dari Lumpinee Stadium, Bangkok, dan disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia secara eksklusif bagi member melalui live.onefc.com.

Empat laga Muay Thai dan satu duel kickboxing akan mengisi rangkaian pertandingan yang menjanjikan aksi tanpa henti sejak bel pertama hingga pertandingan terakhir.

Berikut tiga alasan mengapa The Inner Circle 28 layak masuk dalam agenda Anda.

#1 Partai Utama Yang Siap Membakar Suasana

Duel antara jagoan Thailand Worapon Lukjaoporongtom dan bintang Italia Lenny Blasi akan menjadi sajian utama. Keduanya punya cukup alasan untuk membuktikan bahwa laga bantamweight Muay Thai ini memang pantas mendapat sorotan terbesar.

Perjalanan Worapon di ONE sempat tersendat. Atlet Thailand berusia 23 tahun itu hanya memenangi dua dari enam penampilan pertamanya. Namun, sejak saat itu, wakil sasana Sor Dechapan tersebut membalikkan keadaan dengan rekor 7-1 dalam delapan laga terakhir dan kini datang membawa tiga kemenangan beruntun.

Dua kemenangan terakhirnya bahkan lahir lewat knockout ronde pertama atas “Man of Steel” Soe Lin Oo dan Arthur “Codjoe” Brossier. Bukan hanya kekuatannya yang terlihat semakin matang, tetapi juga kecerdasan bertarungnya yang jauh lebih tajam dibandingkan pada awal kiprahnya.

Namun, Blasi pun datang membawa kisah kebangkitannya sendiri.

Debut sang atlet Italia berakhir pahit lewat kekalahan knockout. Alih-alih larut dalam hasil tersebut, Blasi menjawabnya dengan memenangi tiga dari empat laga berikutnya, termasuk satu finis spektakuler.

Ia merupakan striker rapi yang nyaman mengandalkan jarak, tetapi tak ragu bertukar serangan dari jarak dekat ketika situasi menuntut. Kini, Blasi mengincar kemenangan ketiga secara beruntun dengan menghadapi petarung yang ada dalam performa terbaik.

Apa pun hasilnya nanti, laga ini akan memberi gambaran jauh lebih jelas tentang posisi keduanya dalam salah satu divisi paling kompetitif.

#2 Kontrak Bernilai Miliaran Bisa Menjadi Milik Salah Satu Petarung

Setiap atlet dalam kartu pertandingan ini membawa peluang untuk meraih kontrak senilai US$100.000 (Rp1,8 miliar) untuk jadi bagian dari atlet utama ONE Championship. Namun, ada beberapa nama yang datang dengan motivasi ekstra pada Jumat nanti.

Kemenangan meyakinkan lain di partai utama tentu akan semakin memperkuat alasan bagi Worapon untuk mendapatkan kontrak tersebut. Namun, di laga lain, duel flyweight Muay Thai antara Isannuea Sor Sasiwat dan Ubaid “Bad” Hussain membawa taruhan yang tak kalah tinggi.

Isannuea membangun namanya lewat satu senjata utama: kemampuan mengakhiri laga.

Seluruh kemenangannya di ONE diraih lewat knockout, dan hampir seluruhnya lahir berkat kekuatan kedua tangannya.

Tahun ini saja, atlet berusia 22 tahun tersebut menjatuhkan Sanit Aekmuangnon lewat hook kanan tajam, sebelum menghentikan Khunpon Aekmuangnon dengan serangan ke tubuh.

Dua penampilan itu menjadi pengingat mengapa begitu sedikit lawan yang mampu bertahan tiga ronde penuh bersamanya.

Namun, Hussain jelas bukan lawan yang mudah dilewati.

Bintang Inggris-Pakistan yang belum terkalahkan itu bergabung dengan ONE membawa rekor 9-0 dan kini nyaris menggandakan jumlah kemenangannya. Ia tiba di The Inner Circle 28 dengan catatan sempurna 16-0 setelah terakhir kali menyingkirkan Sanpet Sor Salacheep hanya dalam satu ronde di ONE Friday Fights 160.

Dua spesialis knockout akan berbagi ring dengan satu tujuan besar di depan mata: membuktikan diri layak mendapat kontrak bernilai miliaran rupiah yang dapat mengubah perjalanan karier mereka.

#3 Flyweight Muay Thai Jadi Pusat Perhatian

Duel Isannuea dan Hussain bukan satu-satunya sajian flyweight Muay Thai malam itu. Dua laga lain di divisi yang sama juga siap menjaga tensi tetap tinggi sepanjang ajang.

Partai pendukung utama mempertemukan Rambong Sor Therapat dengan Chartpayak Saksatoon, dua veteran berprestasi yang telah melewati banyak pertarungan besar sepanjang karier mereka.

Rambong yang berusia 29 tahun membawa 84 kemenangan dalam karier profesional serta rekor 11-4 di ONE. Di seberangnya, Chartpayak yang setahun lebih muda memiliki catatan 71-18 dan telah mengoleksi rekor 10-2 bersama organisasi seni bela diri terbesar di dunia.

Keduanya sudah berkali-kali melewati perang tiga ronde. Namun, saat celah terbuka, baik Rambong maupun Chartpayak juga tahu cara mengakhiri pertandingan lebih cepat.

Melengkapi rangkaian flyweight Muay Thai, Basta Abdelmouneme akan menjalani debut dengan menghadapi Fakhriddin Khasanov.

Atlet Aljazair berusia 26 tahun itu tiba dengan banyak hal yang ingin ia buktikan dalam penampilan pertamanya di ONE. Sementara itu, Khasanov, 25, membawa rekor 23-5 dan tengah memburu kemenangan pertamanya setelah kalah dalam dua laga awalnya bersama organisasi ini.

Keduanya memiliki kombinasi kemampuan dan rasa lapar yang dapat mengubah duel ini menjadi salah satu laga paling menarik di The Inner Circle 28 saat mereka bertemu di kiblat Muay Thai pada Jumat, 28 Agustus.

Selengkapnya di Fitur

Ubaid Hussain smashes Khusen Salomov with a hard left at ONE Friday Fights 105.
Songchainoi connects with a body shot on Numsurin.
Chinese kickboxer Liu Mengyang taps gloves with Japanese star Masaaki Noiri in their first fight
Superlek and Abdulla Dayakaev at The Inner Circle 14
Enkh Orgil Baatarkhuu (L) faces off with Elbek Alyshov (R) before The Inner Circle 24
Enkh Orgil
Zhang Peimian Jonathan Di Bella ONE162 1920X1280 47
Zhang Peimian gets ready for his fight at ONE Friday Fights 142
Joshua Pacio and Mansur Malachiev share a moment after their ONE Fight Night 15 battle.
Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 7 scaled
uzbek
Allycia Hellen Rodrigues Phetjeeja Lukjaoporongtom faceoff The Inner Circle May 15 8 scaled