3 Alasan Wajib Nonton The Inner Circle 20 Pada 26 Juni

Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 7 scaled

Lumpinee Stadium yang lege di Bangkok, Thailand, telah menjadi saksi lahirnya begitu banyak momen ikonik dalam sejarah Muay Thai, dan The Inner Circle 20 pada Jumat, 26 Juni, berpotensi menambah lembaran baru dalam catatan sejarah tersebut.

Organisasi seni bela diri terbesar di dunia ini menghadirkan lima laga Muay Thai bergengsi di arena ikonik tersebut, yang akan disiarkan secara langsung pada jam tayang utama Asia secara eksklusif bagi anggota The Inner Circle melalui live.onefc.com.

Saat aksi dimulai, para penggemar akan menyaksikan dua petarung tak terkalahkan berlaga demi sabuk Juara Dunia ONE yang lowong, rivalitas akbar antargenerasi yang mencapai puncaknya, serta kembalinya salah satu ikon paling dicintai dalam dunia olahraga tarung ke akar karier striking-nya.

Berikut tiga alasan mengapa The Inner Circle 20 wajib disaksikan Jumat ini.

#1 Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Tak Terkalahkan Akan Terlahir

Tidak banyak laga perebutan gelar dalam beberapa tahun terakhir yang menghadirkan aura sempurna seperti partai utama ini. Mesin knockout asal Rusia Asadula “The Dagestan Ninja” Imangazaliev akan berhadapan dengan fenomena Uzbekistan Aslamjon “El Pantera” Ortikov untuk memperebutkan singgasana ONE Flyweight Muay Thai yang tak bertuan. keduanya belum pernah merasakan kekalahan sepanjang karier profesional mereka.

Imangazaliev, 22, merupakan salah satu striker paling eksplosif yang lahir dari Dagestan. Berlatih di bawah bendera Team Mehdi Zatout dan Team Chingiz Allazov, ia memiliki rekor sempurna 12-0 dengan sembilan kemenangan finis. Di ONE Championship, ia mencatatkan rekor 8-0, dengan tujuh kemenangan diraih lewat knockout spektakuler.

Didorong keinginan besar untuk membanggakan keluarganya, ia membalas seluruh pengorbanan tersebut menjadi kemenangan KO ronde kedua atas Nong-O Hama dalam laga terbarunya. Namun, sabuk Juara Dunia ONE gagal diraihnya setelah ia sedikit melewati batas berat badan dalam kondisi terhidrasi menjelang laga tersebut.

Di hadapannya berdiri petarung yang sama sempurnanya. Ortikov, 23, membawa rekor 24-0 dengan 13 kemenangan finis. Secara sistematis, ia telah menaklukkan 10 lawannya di ONE untuk meraih kesempatan emas ini.

Setelah sang kakak bahkan menjual mobil pribadinya demi membiayai perjalanan awal Ortikov ke Thailand, petarung muda Uzbekistan itu kini hanya selangkah lagi dari sejarah sebagai Juara Dunia ONE Muay Thai pertama dari negaranya. Saat bel akhir berbunyi nanti, salah satu dari dua petarung tak terkalahkan ini akan mengukir namanya dalam sejarah.

#2 Nong-O Dan Kongthoranee Menuntaskan Rivalitas Mereka Untuk Selamanya

Beberapa rivalitas membutuhkan jawaban yang benar-benar final. Salah satunya, laga pada Jumat mendatang.

Mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai delapan kali, Nong-O Hama, dan Juara Muay Thai Rajadamnern Stadium tiga kali, Kongthoranee Sor Sommai, akan bertemu untuk ketiga kalinya dalam trilogi flyweight yang telah memikat para pencinta Muay Thai sejati.

Pertemuan pertama mereka pada Februari 2025 berakhir dengan kemenangan keputusan terbelah untuk Kongthoranee setelah petarung berusia 29 tahun itu memaksa sang legenda menjalani pertarungan sengit selama tiga ronde.

Nong-O kemudian merespons sebagaimana seorang legenda sejati. Dengan seluruh pengalaman dari rekor luar biasanya, 267 kemenangan dan 59 kekalahan, ia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dalam laga ulang yang sarat gengsi.

Kini, dengan skor yang masih imbang dan reputasi mereka dipertaruhkan, kedua petarung datang dengan motivasi besar. Kongthoranee telah mengukir 11 kemenangan di ONE Championship dan terus berkembang setiap kali tampil dalam laga besar, sementara Nong-O membawa tekad kuat untuk memastikan warisan legendarisnya tidak ditentukan oleh siapa pun selain dirinya sendiri.

Tidak ada tempat yang lebih tepat dari Lumpinee Stadium untuk menutup kisah rivalitas ini.

#3 Stamp Fairtex Kembali Ke Akar Muay Thai

Hanya ada satu atlet dalam sejarah ONE Championship yang pernah memegang gelar Juara Dunia ONE Muay Thai, kickboxing, dan MMA. Atlet tersebut adalah Stamp Fairtex.

Dan pada Jumat malam ini, megabintang Thailand itu resmi kembali ke olahraga yang membesarkan namanya.

Petarung berusia 28 tahun dari Fairtex Training Center tersebut akan menghadapi Cynthia Flores dari Meksiko dalam laga Muay Thai atomweight, menandai penampilan pertamanya di disiplin “seni delapan tungkai” dalam enam tahun terakhir.

Karier global Stamp pertama kali dibangun melalui cabang striking. Ia merebut gelar perdana Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Muay Thai pada penampilan debutnya di ONE Championship, setelah pertama kali mengenakan sarung tinju sejak usia lima tahun.

Penampilan terakhirnya di Muay Thai berakhir dengan kekalahan tipis lewat keputusan mayoritas dari Allycia Hellen Rodrigues pada Agustus 2020, sebelum kemudian mendominasi dunia MMA dan meraih gelar Juara Dunia ONE ketiganya.

Setelah hampir dua tahun menepi akibat cedera lutut serius, Stamp akhirnya kembali bertanding di ONE 173 pada November lalu dalam laga kickboxing melawan mantan Juara K-1 Kana “Krusher Queen” Morimoto. Meski hasilnya tidak berpihak kepadanya, penampilan tersebut membuktikan bahwa semangat bertarungnya masih menyala terang.

Kini, dengan rekor striking 64-18 dan catatan 14-5 di ONE Championship, Stamp kembali ke Lumpinee dengan satu tujuan utama: merebut kembali posisinya di puncak divisi atomweight Muay Thai, selangkah demi selangkah.

Bagi para penggemar yang telah mengikuti setiap bab dalam perjalanan luar biasanya, Jumat malam ini adalah momen kepulangang yang sesungguhnya.

Selengkapnya di Fitur

Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 7 scaled
uzbek
Allycia Hellen Rodrigues Phetjeeja Lukjaoporongtom faceoff The Inner Circle May 15 8 scaled
Jaosuayai Mor Krungthepthonburi Denis Puric ONE Friday Fights 100 21
Chartpayak Saksatoon Ramadan Ondash ONE Friday Fights 114 30 scaled
Ramadan Ondash Pichitchai PK Saenchai ONE Friday Fights 61 25 scaled
ReugReug
Kade Ruotolo Nicolas Vigna ONE 171 41 scaled
Hyu Suablack Tor Pran49 ONE Fight Night 41 7 scaled
Rodtang Jitmuangnon Takeru Segawa ONE 172 127 scaled
Sam A Gaiyanghadao Zhang Peimian ONE 169 36 scaled
Ali Saldoev Black Panther ONE Fight Night 23 20 scaled