Pacio Vs. Malachiev: 4 Kunci Kemenangan Dalam Laga Ulang Perebutan Gelar Juara Dunia ONE Strawweight MMA

Joshua Pacio and Mansur Malachiev share a moment after their ONE Fight Night 15 battle.

Gelar Juara Dunia ONE Strawweight MMA kembali dipertaruhkan pada Jumat, 10 Juli, saat juara dunia tujuh kali Joshua “The Passion” Pacio mempertahankan sabuknya melawan Mansur Malachiev dalam salah satu laga ulang yang paling dinantikan dalam sejarah ONE Championship.

Pertarungan perebutan gelar tersebut akan menjadi laga utama The Inner Circle 21 di Lumpinee Stadium, Bangkok, dan disiarkan secara eksklusif pada jam tayang utama Asia bagi pelanggan live.onefc.com.

Tiga ronde penuh aksi tanpa henti di ONE Fight Night 15 pada Oktober 2023 berakhir dengan kemenangan bagi “The Passion.” Kini, laga ulang tersebut menghadirkan semua elemen menarik dari pertemuan pertama, bahkan dengan gengsi yang jauh lebih besar.

Dua petarung elite. Satu gelar Juara Dunia ONE. Berikut empat kunci yang bisa menentukan kemenangan dalam duel yang dipastikan berlangsung sengit ini.

#1 Variasi Serangan Tak Terduga Milik Pacio

Pacio tidak menyerang seperti kebanyakan petarung strawweight. Ketidakpastian itulah yang menjadi salah satu ciri khas sepanjang masa pemerintahannya sebagai juara dunia. Permainan striking miliknya dibangun lewat kombinasi feint, sudut serangan yang unik, dan rentetan kombinasi eksplosif.

Namun, pertemuan pertama memperlihatkan tantangan yang akan kembali dihadapinya saat bertarung di atas kaki melawan Malachiev. Petarung Rusia itu bukan lawan yang pasif. Bahkan, ia sempat mendaratkan spinning back kick pada ronde kedua, menunjukkan bahwa dirinya juga mampu menandingi pendekatan tak konvensional sang juara.

Jika ingin mempertahankan gelarnya, Pacio harus tampil selektif, presisi, dan konsisten dalam menyerang.

Kombinasi pukulan tajam, lutut eksplosif, serta tendangan yang tepat sasaran akan memiliki dua fungsi sekaligus: menjaga agar Malachiev tidak leluasa sekaligus membuatnya berpikir dua kali sebelum mencoba melakukan takedown. Semakin bervariasi serangan Pacio, semakin sulit pula bagi penantang asal Dagestan tersebut untuk menerapkan rencana permainannya.

#2 Permainan Takedown Mencekik Milik Malachiev

Malachiev bukan sekadar menjatuhkan lawan ke kanvas. Ia melakukannya dengan ledakan tenaga dan kekuatan yang sering kali langsung membuat lawannya kehilangan keseimbangan sebelum pertarungan bawah benar-benar dimulai.

Takedown eksplosif dengan daya ledak tinggi menjadi salah satu senjata utama yang membawanya membukukan rekor 14-1. Perpaduan kekuatan fisik dan variasi teknik gulat membuatnya sangat berbahaya begitu berhasil mendapatkan pegangan.

Namun saat menghadapi Pacio, senjata tersebut tidak berjalan semulus biasanya. Petarung berusia 34 tahun itu kesulitan merangkai takedown secara beruntun karena pertahanan grappling Pacio mampu membuat laga tetap berlangsung di atas kaki lebih lama daripada yang diinginkan Malachiev.

Apabila kali ini ia mampu lebih kreatif dengan memanfaatkan gerakan tipuan, perubahan level secara cepat, serta menyamarkan takedown lewat serangan pukulan, peluangnya memancing celah dari Pacio akan semakin besar.

Begitu berhasil membawa wakil Lions Nation MMA itu ke bawah, teknik trip, bantingan, dan takedown miliknya dapat membuka jalan bagi ground-and-pound yang mematikan sekaligus mengubah arah pertandingan sepenuhnya.

#3 Timing Tajam Milik Pacio

Ada satu aspek dari permainan Joshua Pacio yang kerap luput dari perhatian, tetapi bisa menjadi faktor penentu dalam laga ulang ini.

Timing milik Juara Dunia ONE Strawweight MMA tersebut, yang bisa dibilang terbaik di divisinya, memungkinkannya menemukan celah sempit untuk mendaratkan serangan bersih yang sulit dilakukan petarung lain.

Kemampuan itu jadi faktor penting baik saat menyerang maupun bertahan. Dalam menyerang, ia mampu melepaskan pukulan akurat meski lawan sedang berusaha menutup jarak. Saat bertahan, timing tersebut sering mengubah situasi tertekan menjadi peluang melakukan serangan balasan.

Pertemuan pertama menjadi buktinya. Malachiev memang beberapa kali berhasil melakukan takedown, tetapi Pacio terus mampu menciptakan ancaman dari bawah, termasuk ketika hampir mengunci guillotine choke yang nyaris mengakhiri laga lebih awal.

Jika timing tersebut kembali muncul dengan konsisten, Pacio akan menjadi ancaman dari segala posisi dan jarak. Bahkan, mungkin tidak akan ada momen yang benar-benar aman bagi Malachiev di Lumpinee Stadium nanti.

#4 Cekikan Berbahaya Milik Malachiev

Malachiev merupakan spesialis submission, dan di antara seluruh senjata grappling miliknya, cekikan adalah yang paling mematikan.

Enam dari tujuh kemenangan kuncian sepanjang kariernya diraih melalui cekikan, termasuk dua kemenangan penting di ONE Championship.

Petarung asal Dagestan itu membuka kiprahnya di ONE dengan kemenangan lewat brabo choke atas Jeremy “The Jaguar” Miado pada Juni 2023. Dalam penampilan terakhirnya, ia juga menaklukkan mantan juara divisi Jarred “The Monkey God” Brooks melalui north-south choke. Kedua kemenangan tersebut membuktikan betapa berbahayanya teknik submission miliknya.

Namun, saat menghadapi Pacio pada pertemuan pertama, senjata andalannya tidak mampu bekerja maksimal. Petarung Filipina itu berhasil mematahkan berbagai percobaan submission dan mencegah Malachiev mengunci choke favoritnya secara sempurna.

Dalam laga ulang nanti, Malachiev membutuhkan lebih dari sekadar peluang sesaat. Ia harus tampil sabar, kreatif, dan menggunakan ancaman submission sebagai senjata ganda.

Bahkan ketika choke gagal menghasilkan tap out, ancaman tersebut tetap akan memaksa Pacio menguras tenaga untuk bertahan. Kondisi itu bisa membuka peluang bagi Malachiev untuk melanjutkan serangan ground-and-pound dari posisi atas.

Bagi seorang juara dunia tujuh kali seperti Pacio, ancaman tersebut bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Jawabannya akan terungkap saat keduanya kembali bertemu di The Inner Circle 21.

Selengkapnya di Fitur

Joshua Pacio and Mansur Malachiev share a moment after their ONE Fight Night 15 battle.
Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 7 scaled
uzbek
Allycia Hellen Rodrigues Phetjeeja Lukjaoporongtom faceoff The Inner Circle May 15 8 scaled
Jaosuayai Mor Krungthepthonburi Denis Puric ONE Friday Fights 100 21
Chartpayak Saksatoon Ramadan Ondash ONE Friday Fights 114 30 scaled
Ramadan Ondash Pichitchai PK Saenchai ONE Friday Fights 61 25 scaled
ReugReug
Kade Ruotolo Nicolas Vigna ONE 171 41 scaled
Hyu Suablack Tor Pran49 ONE Fight Night 41 7 scaled
Rodtang Jitmuangnon Takeru Segawa ONE 172 127 scaled
Sam A Gaiyanghadao Zhang Peimian ONE 169 36 scaled