3 Alasan The Inner Circle Pada 5 Juni Wajib Ditonton
Pada Jumat, 5 Juni, The Inner Circle menghadirkan deretan striker kelas dunia ke arena legendaris Lumpinee Stadium di Bangkok, Thailand, untuk malam penuh pertarungan yang bisa mengubah arah karier mereka.
Penggemar di seluruh dunia dapat menyaksikan seluruh aksinya melalui live.onefc.com, sesaat sebelum ONE Friday Fights 157 berlangsung pada jam tayang utama Asia.
Ajang yang sangat dinantikan ini menampilkan para atlet elite yang tengah berada di titik krusial dalam perjalanan mereka. Ada petarung yang ingin bangkit dari kekecewaan, veteran yang memulai lembaran baru di disiplin berbeda, hingga para penantang lapar yang tengah mengetuk pintu roster utama ONE Championship.
Berikut tiga alasan mengapa The Inner Circle layak mendapat perhatian Anda.
#1 Kongchai Ingin Naik Ke Level Berikutnya
Kongchai Chanaidonmueang bertekad meraih hadiah terbesar dari perjuangannya di ONE Friday Fights saat menghadapi Valerii Strungari dalam laga Muay Thai kelas jerami.
Petarung Tor Sangtiennoi berusia 23 tahun itu telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pekerja keras terbaik dengan mengoleksi 11 kemenangan di ONE Championship. Kini, fokus utamanya adalah mendapatkan kontrak senilai US$100.000 (Rp1,8 miliar) serta tempat permanen di roster utama organisasi seni bela diri terbesar di dunia tersebut.
Kontrak yang mengubah hidup itu akan membuka peluang besar dalam kariernya, tetapi untuk meraihnya, Kongchai harus tampil sempurna dan memberikan penampilan yang layak dikenang saat menghadapi lawan tangguh.
Strungari mengandalkan kemampuan tinju yang mematikan serta dagu baja untuk menyeret lawan ke pertarungan panjang. Petarung Moldova itu memahami bahwa menghentikan laju Kongchai akan mempercepat jalannya sendiri menuju kontrak impian.
#2 Jaosuayai Mencari Awalan Baru Di Kickboxing
Jaosuayai Mor Krungthepthonburi memulai babak baru saat beralih ke kickboxing kelas flyweight untuk menghadapi Yuan Pengjie.
Petarung Sor Dechapan berusia 24 tahun itu sebelumnya menjadi salah satu nama yang paling dekat dengan perebutan gelar dunia Muay Thai setelah meraih delapan kemenangan di ONE Championship dan mengamankan kontrak enam digit.
Kini, ia siap membuka lembaran baru di disiplin berbeda.
Saat berada dalam performa terbaiknya, Jaosuayai merupakan kekuatan yang sulit dihentikan. Ia pernah mencatat lima kemenangan beruntun yang mengesankan, termasuk kemenangan atas pemukul keras seperti Denis Puric dan Nakrob Fairtex.
Jaosuayai akan berusaha meraih kemenangan besar untuk mengingatkan para penggemar global betapa berbahayanya dirinya. Lutut terbang dan serangan berputar cepat yang menjadi ciri khasnya diyakini akan semakin efektif di bawah aturan kickboxing, tempat kombinasi serangan eksplosifnya bisa mengalir dengan lebih bebas.
#3 Rak Kembali Dengan Misi Balas Dendam
Tak banyak petarung yang seberbahaya Rak Erawan saat tampil dalam performa terbaiknya.
Petarung berusia 25 tahun itu telah membangun reputasi sebagai salah satu striker paling menarik di divisinya. Dari lima kemenangan di ONE Championship, empat di antaranya diraih lewat penyelesaian sebelum bel akhir, termasuk KO brutal ronde pertama atas Koko Mor Rattanabundit.
Namun, kali ini Rak kembali berlaga di Muay Thai kelas atom dengan motivasi tambahan. Ia akan menjalani laga pertamanya sejak mengalami kekalahan KO dari Juara Dunia Muay Thai kelas atom ONE, Nadaka, di ONE 172.
Kini, Rak bertekad bangkit saat menghadapi Banluelok Sitwatcharachai.
Sesama petarung Thailand itu membawa gaya bertarung agresif dan ambisi besar untuk menjadikan Rak sebagai batu loncatan menuju targetnya sendiri.
Dengan menyadari bahwa kemenangan impresif merupakan langkah pertama menuju laga ulang melawan Nadaka, Rak akan memburu penyelesaian cepat demi mengirim pesan keras kepada seluruh divisi.