3 Alasan Utama Nonton The Inner Circle 22 Pada Jumat, 17 Juli

Zhang Peimian Jonathan Di Bella ONE162 1920X1280 47

ONE Championship kembali hadir di Lumpinee Stadium yang ikonik di Bangkok, Thailand, dengan sebuah ajang yang menjanjikan aksi tanpa henti sejak bel pertama hingga partai utama.

The Inner Circle 22, yang disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia pada Jumat, 17 Juli, menghadirkan lima pertarungan kelas dunia dari cabang kickboxing, submission grappling, dan Muay Thai. Ajang ini dapat disaksikan secara eksklusif oleh para member melalui live.onefc.com.

Berikut tiga alasan mengapa para penggemar olahraga tarung tidak boleh melewatkan The Inner Circle pekan ini.

#1 Laga Ulang Perebutan Gelar Juara Dunia ONE

Setelah menyuguhkan salah satu pertarungan kickboxing paling memukau pada 2022, Juara Dunia ONE Strawweight Kickboxing Jonathan Di Bella dan Zhang Peimian akhirnya kembali bertemu untuk menulis babak kedua rivalitas mereka.

Saat itu, petarung Team Di Bella Kickboxing yang masih belum terkalahkan berhasil meraih kemenangan tipis atas bintang tangguh asal Tiongkok tersebut dalam perang sengit selama 15 menit di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sejak malam bersejarah itu, Di Bella terus tampil luar biasa. Ia menambah empat kemenangan lagi di ONE Championship, termasuk penampilan dominan selama lima ronde melawan Sam-A Gaiyanghadao serta kemenangan dalam duel penyatuan gelar atas Prajanchai PK Saenchai, satu-satunya petarung yang pernah mengalahkannya.

Kini, petarung berusia 29 tahun itu membawa rekor impresif 15-1 ke laga ulang ini. Ia tetap menjadi striker dengan kecerdasan bertarung luar biasa yang dikenal sebagai salah satu teka-teki paling sulit dipecahkan di dalam ring.

Sementara itu, perjalanan Zhang untuk mendapatkan kesempatan kedua merebut gelar tidaklah mudah. Petarung asal Tiongkok tersebut hanya mampu meraih dua kemenangan dalam lima laga setelah kekalahan menyakitkan itu. Namun, alih-alih tenggelam, petarung berusia 22 tahun tersebut bangkit lewat dua kemenangan meyakinkan atas Thongpoon PK Saenchai dan “El Jefe” Ellis Badr Barboza.

Empat tahun setelah pertarungan klasik pertama mereka, keduanya kembali dengan motivasi yang belum selesai. Di Bella ingin membuktikan bahwa jarak kemampuan di antara mereka semakin lebar, sedangkan wakil Shengli Fight Club itu bertekad menunjukkan bahwa remaja yang hampir merebut sabuk darinya kini telah berkembang menjadi ancaman yang jauh berbeda.

#2 Ratu Pound-for-Pound Submission Grappling Kembali Beraksi

Hanya sedikit nama dalam dunia submission grappling wanita yang mampu menandingi Helena Crevar, Juara Dunia IBJJF No-Gi, yang dominasinya telah mendefinisikan ulang pencapaian atlet seusianya.

Bintang berusia 19 tahun tersebut, yang dilatih sekaligus dianugerahi sabuk hitam oleh legenda John Danaher, telah menjelma menjadi standar tertinggi dalam olahraga ini. Kini, ia memburu kemenangan submission berikutnya di The Inner Circle 22.

Crevar membawa rekor luar biasa 355-7 ke dalam pertandingan ini setelah mengawali kiprahnya di ONE Championship dengan kemenangan lewat estima lock atas Teshya Noelani Alo di ONE Fight Night 39 pada Januari lalu. Pengalamannya di level elite jauh melampaui kebanyakan atlet yang usianya bahkan dua kali lebih tua.

Wakil Kingsway Jiu-Jitsu tersebut jarang menemukan teka-teki di atas matras yang tidak mampu ia pecahkan. Namun, teori itu akan diuji saat menghadapi debutan yang tengah menanjak dan siap menghentikan laju hype dirinya dalam duel submission grappling openweight.

Paige Ivette Clymer datang dari dunia submission grappling San Diego yang sangat kompetitif. Ia pernah meraih medali emas IBJJF saat masih bersabuk ungu sebelum memperoleh sabuk hitam pada 2024. Gaya bertarungnya yang mengandalkan tekanan tanpa henti, dibentuk melalui latar belakang sebagai atlet polo air dan binaragawan kompetitif, membuatnya menjadi ancaman serius bagi siapa pun.

Pertemuan dua gaya bertarung tersebut menghadirkan duel strategi tingkat tinggi. Permainan atas Crevar yang menekan dan naluri submission-nya akan diuji oleh lawan yang gemar menguras tenaga lawan melalui tekanan fisik tanpa henti.

Kemenangan dominan akan membawa Crevar selangkah lebih dekat menuju kesempatan memperebutkan gelar Juara Dunia ONE. Sebaliknya, kemenangan Clymer akan menjadi salah satu kejutan terbesar dalam dunia submission grappling dalam beberapa tahun terakhir.

#3 Petarung Yang Incar Kebangkitan Demi Kembali Ke Persaingan Gelar Juara

Dua penantang elite divisi bantamweight kickboxing memasuki pertarungan penting ini dengan misi yang sama: kembali ke jalur kemenangan dan langsung masuk lagi ke persaingan gelar Juara Dunia ONE.

Yuki Yoza sebelumnya mencatat tiga kemenangan beruntun atas lawan-lawan kelas dunia, termasuk maestro Thailand Superlek Kiatmoo9 dan Petchtanong Petchfergus, sebelum akhirnya kalah dari Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Jonathan “The General” Haggerty di ONE SAMURAI 1.

Kekalahan di Tokyo pada April lalu memang menyakitkan. Namun, mantan Juara K-1 tersebut masih memiliki kualitas teknik yang lebih dari cukup untuk kembali mengingatkan divisi ini mengapa dirinya layak mendapat kesempatan memperebutkan sabuk Juara Dunia ONE.

Di sisi lain, Ben “The Problem” Woolliss datang dengan motivasi yang sama besar. Petarung asal Grimsby itu mencuri perhatian pada debutnya di ONE Championship dengan menghentikan mantan Juara Dunia ONE Bantamweight MMA John “Hands of Stone” Lineker dalam waktu kurang dari dua menit.

Sayangnya, ia gagal mempertahankan momentum tersebut setelah kalah dari mantan juara divisi Petchtanong. Namun, petarung Inggris yang tangguh itu menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan bakar untuk menghadapi ujian taktis terberat dalam kariernya.

Kedua petarung memahami betul apa yang dipertaruhkan. Kemenangan di laga ini dapat membawa pemenangnya langsung masuk ke persaingan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing. Peta persaingan divisi tersebut juga akan semakin jelas setelah Haggerty dijadwalkan mempertahankan sabuknya melawan mantan juara Hiroki Akimoto di ONE SAMURAI 4 pada Oktober mendatang.

Siapa pun yang keluar sebagai pemenang di The Inner Circle 22 akan memantau dengan saksama partai utama di Tokyo tersebut, karena kemenangan impresif pada 17 Juli bisa membuka jalan langsung menuju perebutan gelar Juara Dunia ONE berikutnya.

Selengkapnya di Fitur

Zhang Peimian Jonathan Di Bella ONE162 1920X1280 47
Zhang Peimian gets ready for his fight at ONE Friday Fights 142
Joshua Pacio and Mansur Malachiev share a moment after their ONE Fight Night 15 battle.
Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 7 scaled
uzbek
Allycia Hellen Rodrigues Phetjeeja Lukjaoporongtom faceoff The Inner Circle May 15 8 scaled
Jaosuayai Mor Krungthepthonburi Denis Puric ONE Friday Fights 100 21
Chartpayak Saksatoon Ramadan Ondash ONE Friday Fights 114 30 scaled
Ramadan Ondash Pichitchai PK Saenchai ONE Friday Fights 61 25 scaled
ReugReug
Kade Ruotolo Nicolas Vigna ONE 171 41 scaled
Hyu Suablack Tor Pran49 ONE Fight Night 41 7 scaled