3 Alasan Wajib Nonton The Inner Circle Pada 29 Mei

Ramadan Ondash Pichitchai PK Saenchai ONE Friday Fights 61 25 scaled

Sedikit arena seni bela diri di dunia yang memiliki prestise sebesar Lumpinee Stadium di Bangkok, Thailand, dan The Inner Circle pada 29 Mei siap menghadirkan aksi penuh ledakan di setiap sudutnya.

Cerita besar mengiringi ajang ini. Di puncak laga, dua saudara yang ditempa budaya olahraga tarung Lebanon akan bertanding pada malam yang sama, membawa ambisi bersama untuk membuat nama keluarga mereka bergema di panggung dunia.

Di sisi lain, seorang petarung Thailand favorit penggemar kembali melangkah ke arena sambil membawa mimpi yang sudah beberapa kali nyaris ia raih. Kontrak senilai US$100.000 (Rp1,7 miliar) dan tempat permanen di roster global ONE Championship terasa semakin dekat.

Selain para bintang utama, organisasi seni bela diri terbesar di dunia ini juga dikenal sebagai panggung lahirnya generasi baru. Sejumlah talenta muda menjanjikan siap memanfaatkan momen besar mereka pada Jumat malam nanti.

Berikut tiga alasan mengapa The Inner Circle, yang disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia secara eksklusif di live.onefc.com, layak mendapat perhatian penuh Anda.

#1 Kakak Beradik Ondash Kembali Untuk Menggebrak

Ramadan “The Scorpion” Ondash lahir di dunia “seni delapan tungkai.” Ia dibesarkan di lingkungan gym tempat seni bela diri menjadi bahasa sehari-hari keluarganya.

Jagoan berusia 19 tahun itu langsung menggemparkan panggung global lewat empat kemenangan beruntun. Finish spektakulernya atas Chartpayak Saksatoon memberinya kontrak miliaran sekaligus menandai lahirnya ancaman baru di divisi striking.

Namun laju cepat tersebut sempat terhenti di ONE Fight Night 38 saat ia kalah lewat unanimous decision dari Aliff Sor Dechapan setelah perang tiga ronde yang sengit. Kini, setelah kembali mengasah sisi taktisnya, prodigi Lebanon itu memulai lembaran baru lewat debut flyweight.

Pertarungan ini menjadi kesempatan bagi Ramadan untuk membuktikan bahwa kekalahan tersebut hanyalah pelajaran, bukan batas kemampuannya. Jalan kebangkitannya akan melewati striker veteran Suriyanlek Por Yenying, sosok yang selalu memberi malam panjang bagi siapa pun lawannya.

Sementara itu, sang kakak Abdallah Ondash juga tengah melaju kencang lewat jalurnya sendiri. Petarung 24 tahun tersebut datang dengan tiga kemenangan knockout beruntun.

Finish dramatis di detik terakhir atas Kompet Sitsarawatsuer pada ONE Friday Fights 132 memberinya kontrak yang mengubah hidup sekaligus tempat di roster global. Kini, debutnya sebagai atlet resmi ONE akan langsung diuji oleh Denkriangkrai Mavinn Muaythai, petarung yang sedang menikmati lima kemenangan beruntun.

Jika keduanya menang pada malam yang sama, kakak beradik Ondash bisa semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu duo paling menarik di dunia seni bela diri modern.

#2 Bintang Thailand Memburu Kontrak Impian

Perjalanan menuju kontrak enam digit ONE Championship jarang berjalan mulus, dan Suriyanlek memahami hal itu lebih baik daripada siapa pun.

Dengan lebih dari 100 pertarungan profesional dalam kariernya, ia sudah berkali-kali berada sangat dekat dengan peluang besar, hanya untuk melihatnya lepas akibat hasil yang menyakitkan.

Mentalitas pantang menyerah tetap menjadi identitas utamanya. Dari 11 kemenangan di ONE Championship, ia terus menunjukkan perkembangan tanpa henti. Kemenangan comeback TKO atas Thant Zin di ONE 170 menggambarkan semangat itu dengan sempurna, sementara kemenangan terbaru atas Mohamed Taoufyq dan Gregor Thom membuktikan momentumnya masih terus naik.

ini pintu yang selama ini ia ketuk akhirnya mulai terbuka. Ramadan Ondash menjadi peluang terbesar dalam kariernya, dan kemenangan atas talenta muda sekelas itu bisa menjadi validasi terbesar perjalanan panjangnya.

Hal serupa juga dirasakan Denkriangkrai. Setelah sempat mengalami hasil buruk di awal perjalanannya di ONE Friday Fights, ia belajar dari setiap kegagalan hingga akhirnya membukukan lima kemenangan beruntun.

Petarung 27 tahun itu punya kemampuan menyeret lawan ke pertarungan melelahkan, dan kali ini ia ingin menguji ketahanan Abdallah Ondash hingga batas maksimal.

Bagi kedua veteran Thailand tersebut, satu penampilan spektakuler bisa mengubah pengorbanan bertahun-tahun menjadi kontrak impian mereka.

#3 Generasi Muda Siap Mencuri Perhatian

Talenta muda dan ambisi besar akan bertemu saat generasi baru petarung menjanjikan melangkah ke salah satu panggung terbesar dunia seni bela diri.

Striker Jepang Yuto Hirayama akhirnya menjalani debut globalnya saat menghadapi Li-Chih “Yeh Sifu” Yeh dalam duel kickboxing kelas atomweight. Ia melihat para kompatriotnya mendominasi divisi striking ONE dalam beberapa tahun terakhir dan kini ingin membangun warisannya sendiri sebagai bintang baru dari Negeri Sakura.

Tangtang Sor Dechapan juga datang dengan misi kebangkitan setelah rentetan empat kemenangan beruntunnya terhenti. Petarung 22 tahun itu akan menghadapi Zeynep Cetintas asal Turki yang datang dari Team Mehdi Zatout tanpa tekanan apa pun.

Sementara itu, petarung Kyrgyzstan berusia 20 tahun Adilet “Shumkar” Kalenderov dan wakil Korea Selatan Jang Seon Gyu memasuki duel MMA flyweight dengan rekor identik 4-1 serta ambisi yang sama besar.

Setiap perjalanan hebat di ONE Championship selalu dimulai dari suatu titik. Bagi para petarung muda ini, Jumat malam nanti bisa menjadi langkah pertama menuju sesuatu yang jauh lebih besar.

Selengkapnya di Fitur

Ramadan Ondash Pichitchai PK Saenchai ONE Friday Fights 61 25 scaled
ReugReug
Kade Ruotolo Nicolas Vigna ONE 171 41 scaled
Hyu Suablack Tor Pran49 ONE Fight Night 41 7 scaled
Rodtang Jitmuangnon Takeru Segawa ONE 172 127 scaled
Sam A Gaiyanghadao Zhang Peimian ONE 169 36 scaled
Ali Saldoev Black Panther ONE Fight Night 23 20 scaled
Alexis Nicolas Regian Eersel ONE Fight Night 25 38 scaled
nongoasa
nabilrambo
Yonis Anane Riamu Matsumoto ONE Friday Fights 142 2 scaled
Nabil Anane Open Workout 7