3 Alasan Wajib Nonton The Inner Circle 19 Pada 19 Juni
The Inner Circle 19 hadir sebagai salah satu edisi paling bergengsi dari ajang eksklusif yang tayang pada jam tayang utama Asia.
Dua laga perebutan gelar Juara Dunia ONE akan menjadi sajian utama dalam malam penuh aksi yang disiarkan langsung dan eksklusif melalui live.onefc.com dari arena sakral Lumpinee Stadium di Bangkok, Thailand, pada Jumat, 19 Juni.
Saat aksi dimulai, para penggemar di seluruh dunia akan menyaksikan sebuah super fight yang berpotensi mengubah peta persaingan Muay Thai wanita, kembalinya seorang raksasa yang haus balas dendam, serta talenta muda yang tengah memburu kejayaan bagi negaranya.
Berikut tiga alasan mengapa Anda tidak boleh melewatkan momen bersejarah ini.
#1 Kemunculan Petarung Pound-for-Pound Wanita Terbaik
Partai utama menghadirkan salah satu laga Muay Thai wanita paling dinantikan pada tahun 2026. Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Muay Thai Allycia Hellen Rodrigues akan berupaya mempertahankan sabuk emasnya melawan Juara Dunia ONE Atomweight Kickboxing, The Queen” Phetjeeja Lukjaoporongtom.
Pertarungan ini awalnya dijadwalkan berlangsung di ONE Fight Night 41 pada bulan Maret. Namun, cedera yang dialami kedua atlet membuat duel tersebut harus ditunda. Penantian yang lebih panjang justru membuat tensi laga semakin tinggi karena keduanya kini akan bertemu saat berada di puncak performa masing-masing.
Sebagai penguasa paling dominan dalam sejarah divisi Muay Thai wanita ONE, Rodrigues telah mencatat empat kali pertahanan gelar dan nyaris tak pernah benar-benar terancam. Atlet Phuket Fight Club itu merupakan representasi sempurna dari “seni delapan tungkai.”
Kemampuan clinch-nya sangat menyesakkan, serangan sikunya presisi, dan repertoar tekniknya terus berkembang setiap kali tampil. Dua pertahanan gelar terakhirnya menjadi bukti nyata saat ia menghentikan Marie McManamon dan Johanna Persson dengan cara yang impresif.
Namun, Phetjeeja hadir sebagai ujian terbesar yang mungkin dihadapi Rodrigues. Sang “Queen” kini memburu status juara dua disiplin dengan mengandalkan kecepatan tangan luar biasa dan tekanan agresif yang membawanya meraih rekor sempurna 8-0 di ONE serta lebih dari 210 kemenangan sepanjang karier.
Setelah mendominasi dunia kickboxing, Phetjeeja kembali ke Muay Thai dan menghentikan Martyna Dominczak pada ronde pertama untuk memperpanjang rentetan kemenangannya menjadi 15 laga beruntun. Prestasi itu melengkapi rekam jejak gemilang yang juga mencakup kemenangan atas mantan juara dua disiplin Janet Todd dan legenda Prancis-Aljazair Anissa Meksen.
Benturan gaya bertarung ini menjanjikan pertarungan yang tak terlupakan. Dengan status petarung wanita terbaik pound-for-pound dipertaruhkan, tendangan kanan keras dan siku tajam Rodrigues akan beradu dengan kombinasi tinju eksplosif milik Phetjeeja.
#2 Roman Kryklia Memburu Penebusan Di Divisi Heavyweight
Juara Dunia ONE Light Heavyweight Kickboxing dan Juara Dunia ONE Heavyweight Muay Thai Roman Kryklia merupakan sosok yang unik.
Ia memiliki kekuatan KO dalam satu pukulan yang sebanding dengan posturnya yang menjulang setinggi 2 meter. Namun, yang membuatnya semakin berbahaya adalah kelincahan dan teknik bertarungnya yang luar biasa untuk ukuran seorang heavyweight.
Raksasa asal Ukraina itu membangun salah satu dominasi paling menakutkan dalam sejarah ONE. Ia merebut dua gelar dunia di disiplin berbeda dan mencetak enam kemenangan KO/TKO dari tujuh kemenangan yang diraihnya, termasuk atas nama-nama besar seperti Iraj Azizpour, Alex Roberts, dan Lyndon Knowles.
Namun, aura tak terkalahkan tersebut runtuh di ONE Fight Night 37 ketika jagoan Turki yang belum terkalahkan, Samet “The King” Agdeve, menciptakan kejutan besar. Melalui low kick keras dan tekanan tanpa henti selama lima ronde, Agdeve meraih kemenangan angka mutlak sekaligus merebut gelar Juara Dunia ONE Heavyweight Kickboxing.
Hasil mengejutkan itu mengakhiri rekor tak terkalahkan Kryklia yang telah bertahan selama tujuh tahun.
Kini, sang pemilik pukulan baja kembali tampil pada partai pendukung utama dengan satu tujuan: membalas kekalahan tersebut dan merebut kembali gelar dari Agdeve.
Kemenangan akan memperkuat warisannya sekaligus memberinya gelar Juara Dunia ONE ketiga. Jika berhasil, Kryklia akan menyamai pencapaian luar biasa Anatoly Malykhin sebagai atlet yang mampu menjadi juara dunia di tiga ranah berbeda.
#3 Rifdean Masdor Semakin Dekat Dengan Kontrak Miliaran
Malaysia telah melahirkan sejumlah talenta luar biasa seperti Johan “Jojo” Ghazali dan Aliff Sor Dechapan. Kini, giliran Rifdean “Magic Boy” Masdor yang siap melanjutkan tradisi tersebut.
Petarung karismatik berusia 23 tahun itu memiliki bakat besar dan berpotensi menjadi bintang Muay Thai berikutnya dari Malaysia. Dalam setiap penampilannya, “Magic Boy” selalu menghadirkan aksi cepat dan agresif tanpa pernah mundur selangkah pun.
Rifdean memiliki rekor karier 46-8 serta catatan impresif 6-1 di ONE Championship. Ia tengah menikmati empat kemenangan beruntun yang ditutup dengan penampilan dominan atas Petkiattisak O Sansuk di The Inner Circle 15.
Pada 19 Juni, atlet Sor Sommai itu akan menghadapi Javad Mozafari dalam laga Muay Thai divisi strawweight.
Dengan momentum besar yang dimilikinya, setiap penampilannya kini terasa seperti satu langkah lebih dekat menuju kontrak senilai US$100.000 dan tempat permanen di roster utama ONE Championship.
Terlepas dari apakah malam itu menjadi momen yang akhirnya mengantarkannya meraih hadiah terbesar dalam kariernya atau tidak, satu hal yang pasti: masa depan Muay Thai Malaysia belum pernah terlihat secerah ini.