3 Petarung Uzbekistan Yang Sedang Mengguncang ONE Championship

uzbek

Uzbekistan telah menjelma menjadi salah satu pusat lahirnya talenta bela diri terhebat di dunia. Negara di Asia Tengah ini selama puluhan tahun melahirkan atlet kelas dunia di berbagai disiplin, mulai dari olahraga striking, gulat, hingga MMA. Kini, generasi baru petarung Uzbekistan sedang mencuri perhatian di organisasi seni bela diri terbesar di dunia.

Yang membuat gelombang talenta Uzbekistan saat ini semakin mengesankan adalah kecepatan mereka menembus jajaran elite.

Banyak dari mereka berkembang melalui ajang mingguan ONE Friday Fights, tempat ONE Championship membina talenta muda, lalu mengubah penampilan impresif menjadi kontrak utama senilai US$100.000 (Rp1,8 miliar) dalam waktu singkat. Sebagian telah mencapai puncak, sementara yang lain hanya tinggal selangkah lagi menuju sabuk Juara Dunia ONE.

Kisah para petarung Uzbekistan di ONE Championship adalah cerita tentang ambisi tanpa batas, disiplin kelas dunia, dan dedikasi penuh terhadap kejayaan. Mereka membawa nama negaranya dengan bangga sekaligus menegaskan bahwa Uzbekistan kini menjadi kekuatan besar yang tidak bisa lagi diabaikan.

Tiga petarung berikut menjadi representasi paling nyata dari kebangkitan luar biasa tersebut dan telah menjelma sebagai wajah revolusi seni bela diri Uzbekistan.

#1 Avazbek Kholmirzaev

Sejarah tercipta saat Avazbek “Ninzya” Kholmirzaev menumbangkan Yuya “Little Piranha” Wakamatsu di ONE SAMURAI 1 pada April lalu dan menjadi Juara Dunia ONE pertama dalam sejarah Uzbekistan. KO ronde kedua yang ia ciptakan tak hanya memberinya sabuk Juara Dunia ONE Flyweight MMA, tetapi juga menandai kedatangan Uzbekistan sebagai kekuatan baru dalam dunia MMA.

Saat kembali ke tanah air usai meraih kemenangan bersejarah tersebut, Kholmirzaev disambut layaknya pahlawan nasional. Bagi negara yang memiliki tradisi panjang dalam olahraga tarung, melihat salah satu atletnya menjadi Juara Dunia ONE merupakan momen bersejarah yang sangat berarti.

Perjalanannya menuju puncak berlangsung sangat cepat. Berlatih di Team Raqobat, Kholmirzaev memulai kiprahnya lewat ONE Friday Fights dan meraih tujuh kemenangan dalam delapan penampilan. Dominasi itu membawanya mendapatkan kontrak utama senilai US$100.000 (Rp1,8 miliar) pada 2025.

Dalam waktu kurang dari satu tahun, petarung eksplosif dengan kemampuan serba bisa tersebut berubah dari prospek menjanjikan menjadi jawara divisi yang tak terbantahkan.

Rekornya kini berdiri di angka 16-2, sementara catatannya di ONE bahkan lebih mengesankan: 10 kemenangan dan hanya satu kekalahan, dengan sembilan kemenangan diraih lewat finis. Saat ini ia sedang menikmati tujuh kemenangan beruntun dan bersiap menjalani pertahanan gelar pertamanya.

#2 Aslamjon Ortikov

Jika Kholmirzaev sudah berhasil meraih emas, maka Aslamjon Ortikov hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menorehkan sejarahnya sendiri. Petarung Muay Thai tak terkalahkan berusia 23 tahun itu akan memperebutkan sabuk Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai yang lowong saat menghadapi sesama petarung tak terkalahkan, Asadula Imangazaliev, di The Inner Circle 20 pada 26 Juni.

Rekam jejak Ortikov sulit dibantah. Ia memiliki rekor sempurna 24-0 dengan 13 kemenangan finis, membuktikan bahwa dirinya tidak sekadar mengandalkan keputusan juri. Di ONE Championship, ia mempertahankan kesempurnaan tersebut lewat catatan 10-0 dengan lima kemenangan penyelesaian.

Kesempatan meraih sabuk Juara Dunia ONE ini datang berkat serangkaian penampilan luar biasa di ONE Friday Fights yang membawanya mendapatkan kontrak utama senilai US$100.000. Sejak bergabung ke panggung global, Ortikov telah mengalahkan sejumlah nama besar Muay Thai dunia dan mendapatkan respek dalam olahraga yang sangat menghargai tradisi serta kualitas kompetisi.

Jika mampu mengalahkan Imangazaliev di The Inner Circle 20, Ortikov akan menjadi Juara Dunia ONE Muay Thai pertama dalam sejarah Uzbekistan sekaligus semakin memperkuat dominasi negaranya di berbagai disiplin yang dipertandingkan di ONE Championship.

Berlatih di TC Muaythai dan Sport Club Shakhriyor, ia memiliki kemampuan, rekor, serta momentum untuk membawa sabuk tersebut pulang ke Uzbekistan.

#3 Sanzhar Zakirov

Jika Kholmirzaev sudah menjadi juara dan Ortikov sedang menuju kesempatan emasnya, maka Sanzhar “Tornado” Zakirov mewakili gelombang berikutnya dari talenta Uzbekistan. Petarung berusia 23 tahun itu masih mempertahankan rekor sempurna 16-0 dalam MMA, termasuk catatan 7-0 di ONE Championship.

Zakirov, yang berlatih di Khaturaev Team, juga lahir dari sistem pembinaan ONE Friday Fights dan mendapatkan kontrak senilai US$100.000 setelah tampil mengesankan di ajang mingguan tersebut. Rekor tak terkalahkannya di ONE menunjukkan bahwa masih banyak pencapaian besar yang menantinya di masa depan.

Di usia yang masih sangat muda, Zakirov telah menempatkan dirinya di antara petarung terbaik di divisinya. Jika terus melanjutkan perkembangan saat ini, “Tornado” memiliki seluruh potensi untuk mengikuti jejak Kholmirzaev dan suatu hari nanti memperebutkan sabuk Juara Dunia ONE.

Untuk saat ini, fokusnya tetap sederhana: memperpanjang rekor kemenangan saat menghadapi petarung Rusia Ruslan Satiev di ONE Fight Night 45 pada 18 Juli mendatang.

Selengkapnya di Fitur

uzbek
Allycia Hellen Rodrigues Phetjeeja Lukjaoporongtom faceoff The Inner Circle May 15 8 scaled
Jaosuayai Mor Krungthepthonburi Denis Puric ONE Friday Fights 100 21
Chartpayak Saksatoon Ramadan Ondash ONE Friday Fights 114 30 scaled
Ramadan Ondash Pichitchai PK Saenchai ONE Friday Fights 61 25 scaled
ReugReug
Kade Ruotolo Nicolas Vigna ONE 171 41 scaled
Hyu Suablack Tor Pran49 ONE Fight Night 41 7 scaled
Rodtang Jitmuangnon Takeru Segawa ONE 172 127 scaled
Sam A Gaiyanghadao Zhang Peimian ONE 169 36 scaled
Ali Saldoev Black Panther ONE Fight Night 23 20 scaled
Alexis Nicolas Regian Eersel ONE Fight Night 25 38 scaled