3 Alasan Utama Nonton The Inner Circle 24 Pada Jumat, 31 Juli

Enkh Orgil

The Inner Circle 24 arrives on Friday, July 31, with a card that will deliver world-class martial arts action from the opening bell to the final buzzer, streaming live and exclusively for members at live.onefc.com in Asia primetime from the prestigious Lumpinee Stadium in Bangkok, Thailand.

The Inner Circle 24 akan hadir pada Jumat, 31 Juli, dengan rangkaian pertandingan yang menjanjikan aksi seni bela diri kelas dunia sejak bel pertama hingga detik terakhir. Ajang tersebut akan disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia secara eksklusif melalui live.onefc.com dari Lumpinee Stadium di Bangkok, Thailand.

Seorang Juara Dunia ONE dengan salah satu kisah hidup paling luar biasa dalam dunia olahraga akan mempertahankan gelarnya untuk pertama kali, dua talenta muda mengubah persahabatan panjang menjadi salah satu laga Muay Thai paling dinantikan tahun ini, dan seorang algojo dari Lebanon mendapat kesempatan menghadapi pria yang memberinya satu-satunya kekalahan di ONE.

Berikut tiga alasan besar yang membuat The Inner Circle 24 wajib disaksikan pada Jumat ini.

#1 Baatarkhuu Pertahankan Gelar Juara Dunia ONE Untuk Pertama Kali

Juara Dunia ONE Bantamweight MMA Enkh-Orgil Baatarkhuu akan menjalani laga terbesar dalam era kekuasaannya saat menjaga gelarnya untuk pertama kali melawan jagoan tak terkalahkan asal Azerbaijan, Elbek Alyshov.

Atlet Mongolia berusia 37 tahun itu merebut sabuk emas pada Desember lalu lewat submission atas Fabricio “Wonder Boy” Andrade, sekaligus menjadi Juara Dunia ONE kedua dalam sejarah negaranya. Kemenangan tersebut menjadi puncak dari tahun 2025 yang luar biasa, ketika ia juga tampil sebagai peserta dalam Physical: Asia di Netflix dan menerima kunjungan pribadi dari Presiden Mongolia Ukhnaagiin Khurelsukh.

Sebelum semua itu terjadi, ia bekerja di sebuah tambang. Detail tersebut membuat perjalanannya menuju puncak organisasi seni bela diri terbesar di dunia menjadi salah satu kisah paling menyentuh dan inspiratif dalam dunia olahraga. Dengan empat kemenangan beruntun dan ambisi meraih kejayaan dalam dua divisi, Baatarkhuu memiliki setiap alasan untuk menampilkan performa yang mengirimkan pesan tegas. Kemenangan dominan dalam pertahanan gelar pertamanya akan menunjukkan kepada seluruh divisi bahwa era kejayaanya baru saja dimulai.

Sementara itu, Alyshov datang sebagai ujian paling berbahaya bagi Baatarkhuu. Algojo berusia 27 tahun tersebut membawa rekor sempurna 10-0 dan kemampuan submission yang cukup tajam untuk menyulitkan juara mana pun. Ia datang dengan satu tujuan, yakni pulang membawa sabuk emas.

#2 Dua Talenta Muda Bertemu Dalam Duel Flyweight Muay Thai

Johan “Jojo” Ghazali dan Ramadan “The Scorpion” Ondash telah berteman selama bertahun-tahun. Di Lumpinee, keduanya akan berubah menjadi lawan dalam partai pendukung utama flyweight Muay Thai yang memiliki semua elemen untuk menjadi laga paling eksplosif dalam kartu pertandingan tersebut.

Keduanya masih berusia 19 tahun. Keduanya meraih kontrak bersama roster utama ONE Championship melalui ONE Friday Fights. Dan keduanya memiliki gaya bertarung berintensitas tinggi yang selalu mengutamakan knockout yang menjadikan mereka nama yang wajib disaksikan di divisi tersebut. Ghazali mencetak sejarah sebagai atlet termuda yang meraih kontrak roster utama dalam sejarah ONE Friday Fights. Ia menjalani debut pada usia 16 tahun dan kemudian mengoleksi delapan kemenangan di ONE lewat agresivitas tanpa henti.

Ondash sendiri yang membuat laga ini terwujud dengan menantang sahabat lamanya secara terbuka setelah mengalahkan Suriyanlek Por Yenying dalam aksi terbarunya. Ghazali langsung menerima tantangan tersebut, dan divisi flyweight Muay Thai terus membicarakan pertemuan ini sejak saat itu.

Sejarah panjang antara dua petarung dengan kualitas seperti ini jarang menghasilkan sesuatu selain perang. Kedua talenta muda tersebut akan berusaha naik dalam persaingan divisi flyweight Muay Thai yang penuh monster berbahaya. Dengan usia muda, kemampuan, dan ambisi yang mereka miliki, laga ini berpotensi melahirkan calon penantang Gelar Juara Dunia ONE di masa depan.

#3 Abdallah Ondash Incar Satu-Satunya Noda Dalam Rekornya Di ONE

Sebagian besar petarung memiliki satu hasil yang tak bisa mereka lupakan. Bagi Abdallah Ondash, hasil tersebut terjadi saat menghadapi Chokpreecha PK TomKalaiyont. Pekan ini, sang algojo asal Lebanon, yang juga merupakan kakak dari Ramadan, akhirnya mendapat kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut.

Pertemuan pertama mereka berakhir dengan kemenangan keputusan mayoritas bagi Chokpreecha dua tahun lalu. Hasil itu menjadi satu-satunya kekalahan Ondash di ONE. Responsnya sejak hasil minor tersebut pun sangat impresif. Atlet Tiger Muay Thai berusia 25 tahun tersebut meraih empat kemenangan knockout beruntun, sehingga menjadikannya salah satu striker paling berbahaya dalam divisi strawweight Muay Thai.

Di sisi lain, Chokpreecha belum mampu menunjukkan konsistensi serupa sejak pertemuan pertama mereka. Hal itu memberi Ondash setiap alasan untuk percaya bahwa hasil kali ini akan berbeda. Kemenangan ke-25 dalam kariernya tidak hanya akan menuntaskan urusan pribadi. Hasil tersebut juga akan menegaskan posisinya di puncak divisi yang perlahan mulai ia kuasai.

Bagi keluarga Ondash, Jumat ini sudah menjadi malam bersejarah. Bagi Abdallah, ini adalah kesempatan untuk memastikan bagiannya dalam kisah tersebut ditulis dengan tinta knockout.

Selengkapnya di Fitur

Enkh Orgil
Zhang Peimian Jonathan Di Bella ONE162 1920X1280 47
Zhang Peimian gets ready for his fight at ONE Friday Fights 142
Joshua Pacio and Mansur Malachiev share a moment after their ONE Fight Night 15 battle.
Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 7 scaled
uzbek
Allycia Hellen Rodrigues Phetjeeja Lukjaoporongtom faceoff The Inner Circle May 15 8 scaled
Jaosuayai Mor Krungthepthonburi Denis Puric ONE Friday Fights 100 21
Chartpayak Saksatoon Ramadan Ondash ONE Friday Fights 114 30 scaled
Ramadan Ondash Pichitchai PK Saenchai ONE Friday Fights 61 25 scaled
ReugReug
Kade Ruotolo Nicolas Vigna ONE 171 41 scaled