3 Alasan Wajib Nonton The Inner Circle 30 Pada 11 September
The Inner Circle 30 menyajikan malam penuh emosi lewat lima laga Muay Thai sarat aksi pada Jumat, 11 September. Disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia dan eksklusif bagi member live.onefc.com, ajang ini tayang dari arena bersejarah Lumpinee Stadium di Bangkok.
Pertahanan Gelar Juara Dunia, laga perpisahan seorang legenda, hingga para petarung yang berusaha keluar dari bayang-bayang nama besar keluarga akan beraksi dalam tempo tinggi sejak bel pertama berbunyi.
Berikut tiga alasan mengapa Anda wajib meluangkan waktu untuk menyaksikan The Inner Circle 30 pada Jumat ini.
#1 Rambolek Dan Yod-IQ Berebut Sabuk Emas Dalam Duel Akbar
Dalam partai utama, Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Rambolek Chor Ajalaboon akan mempertaruhkan sabuk emasnya untuk pertama kali. Statusnya sebagai penguasa divisi langsung mendapat ujian berat dari penantang yang tengah melesat, Yod-IQ Or Pimolsri, yang datang dengan tekad merebut singgasana.
Rambolek mencetak sejarah sebagai petarung pertama yang meraih kontrak senilai US$100.000 dari ONE Friday Fights, sembari mengoleksi sejumlah bonus penampilan dalam perjalanannya.
Sejak bergabung dengan Juara Dunia ONE Featherweight Kickboxing Superbon di Superbon Training Camp, atlet berusia 23 tahun itu semakin menunjukkan potensi besarnya. Puncaknya hadir pada The Inner Circle 7 Maret lalu, ketika ia tampil luar biasa selama lima ronde untuk mengalahkan mantan pemegang gelar Nabil Anane dan merebut sabuk tersebut.
Untuk mengukuhkan diri sebagai raja baru, Rambolek kini harus menghentikan laju luar biasa Yod-IQ. Sang penantang memiliki rekor impresif 12-1 di ONE dengan perpaduan akurasi southpaw yang tajam dan volume serangan tanpa henti.
Setelah turut mengamankan kontrak enam digit, Yod-IQ mencatat kemenangan terbesarnya di The Inner Circle 15. Saat itu, ia memberi bintang Rusia yang sebelumnya tak terkalahkan, Kiamran Nabati, kekalahan pertama dalam kariernya. Hasil tersebut memperpanjang rentetan kemenangan Yod-IQ menjadi 10 sekaligus mengantarkannya menuju kesempatan merebut takhta divisi.
Duel sesama Thailand ini mempertemukan tekanan eksplosif dan kekuatan KO Rambolek dengan kemampuan Yod-IQ dalam mengatur jarak serta melancarkan serangan balik presisi. Rambolek ingin memulai eranya lewat pertahanan gelar perdana yang meyakinkan, sedangkan Yod-IQ memburu sabuk emas demi menghapus keraguan tersisa di salah satu divisi striking paling kompetitif.
#2 Seksan Tutup Karier Legendaris Lewat Perang Terakhir Kontra Rival Lama
Salah satu sosok paling dicintai dalam dunia Muay Thai akan naik ring untuk terakhir kalinya. Dan rasanya sulit membayangkan lawan yang lebih tepat untuk mengiringi perpisahan itu selain sosok yang telah begitu lama menjadi rivalnya.
Seksan “The Man Who Yields To No One” Or Kwanmuang akan menghadapi musuh lamanya, “Elbow Zombie” Muangthai PK Saenchai, dalam laga pensiun bantamweight Muay Thai yang sarat sejarah dan emosi.
Setelah sempat menepis rencana pensiun untuk bergabung dengan ONE pada 2023, atlet berusia 37 tahun itu mencatat delapan kemenangan beruntun yang membawanya meraih kontrak senilai US$100.000 (Rp1,8 miliar) sekaligus menjadikannya favorit penggemar dari berbagai penjuru dunia. Dalam 15 penampilan penuh kenangan, Seksan membukukan rekor 10-5, termasuk kemenangan knockout berbonus atas Liam “Hitman” Harrison yang semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu petarung paling berani di ONE.
Muangthai adalah lawan sempurna untuk mengakhiri perjalanan panjang tersebut. Rivalitas sengit keduanya telah berlangsung hampir satu dekade, dengan Seksan unggul 4-1 dalam rekor pertemuan mereka.
Namun, jarak itu menyempit setelah Muangthai memenangi duel terakhir mereka lewat keputusan mutlak di ONE Friday Fights 114 pada Juni 2025. Kini, masih ada satu urusan terakhir yang harus dituntaskan.
Agresi Muay Bouk Seksan yang tak pernah surut akan beradu dengan serangan jarak dekat berbahaya milik “Elbow Zombie,” menjanjikan perang klasik khas kedua veteran tersebut. Apa pun hasil akhirnya, Seksan akan menutup kariernya di Lumpinee, tempat begitu banyak kenangan terbaik dalam perjalanannya tercipta.
#3 Freddie Haggerty Dan Sangarthit Usung Nama Besar Keluarga
Freddie Haggerty dan Sangarthit Looksaikongdin datang membawa warisan keluarga besar ke kartu pertandingan ini, tetapi keduanya juga memiliki ambisi kuat untuk membangun nama mereka sendiri.
Nama Haggerty tentu tak asing di panggung global. Adik berusia 21 tahun dari Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Jonathan “The General” Haggerty itu telah mencatat rekor impresif 4-1 di ONE. Ia juga bangkit dengan meyakinkan dari satu-satunya kekalahan lewat kemenangan dominan atas Yonis Anane di The Inner Circle 15 pada Mei lalu.
Kini, Freddie akan menghadapi jagoan tangguh Thailand Rungruanglek TN Muaythai dalam laga strawweight Muay Thai. Ia mengincar tempat di jajaran atlet utama yang bisa membawanya berdiri bersama sang kakak di panggung terbesar.
Ambisi serupa juga dibawa Sangarthit, adik ipar mantan Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon. Mantan Juara WBA Asia Super Lightweight yang mencatat rekor 3-1 dalam kickboxing ONE itu kini beralih ke bantamweight Muay Thai untuk menghadapi Logan “Dragon” Chan.
Peralihan menuju “seni delapan tungkai” memberinya lebih banyak senjata untuk digunakan, sekaligus membuka peluang bagi atlet berusia 22 tahun itu untuk memaksimalkan kekuatan pukulannya demi memburu kemenangan lewat penyelesaian.
Pada 11 September, kebanggaan keluarga menjadi motivasi besar bagi keduanya. Haggerty dan Sangarthit akan datang ke kiblat Muay Thai dengan tekad keluar dari bayang-bayang para Juara Dunia dalam keluarga mereka dan mengukir jalan masing-masing.