Rambolek Jalani Pertahanan Perdana Gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Kontra Yod-IQ Di The Inner Circle 30

ramboIQ

Rambolek Chor Ajalaboon nyaris belum sempat menikmati takhta divisi bantamweight Muay Thai ketika penantang pertamanya sudah datang mengetuk pintu.

Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai itu akan mempertahankan sabuknya untuk pertama kali melawan Yod-IQ Or Pimolsri di The Inner Circle 30 pada Jumat, 11 September, di Lumpinee Stadium, Bangkok, Thailand.

Rambolek memasuki laga yang akan disiarkan secara eksklusif bagi member The Inner Circle melalui live.onefc.com tersebut setelah merebut sabuk dari Nabil Anane at The Inner Circle 7 pada 20 Maret.

Petarung Thailand itu memulai perjalanannya di ONE Championship melalui ajang ONE Friday Fights sebelum menembus panggung global. Setelah berada di sana, ia menaklukkan empat dari lima lawannya.

Penampilan menawannya kontra Abdulla Dayakaev di ONE Fight Night 39 memberinya kesempatan menantang gelar milik Anane. Menjelang laga itu, Dayakaev telah menghentikan empat lawan sebelumnya lewat knockout, dan hanya satu dari mereka yang mampu bertahan sampai ronde kedua.

Rambolek jelas datang sebagai underdog besar melawan Dayakaev. Namun, petarung Superbon Training Camp itu menunjukkan kecerdasan teknik luar biasa dengan memukul KO “Smash Boy” pada ronde kedua, sekaligus membuktikan bahwa seorang muay femur tetap bisa bersinar dalam format Muay Thai modern yang lebih cepat.

Setelah itu, ia menjadi petarung pertama yang menantang Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai saat itu, Anane. Pemilik postur paling jangkung di ONE itu belum pernah kalah dalam sembilan laga selama dua tahun yang menakutkan, saat ia tampil di beberapa disiplin berbeda.

Namun, Rambolek menjatuhkan Anane ke kanvas dan mengamankan kemenangan keputusan mutlak untuk keluar dari Lumpinee Stadium dengan sabuk emas. Teknisi Thailand itu kemudian mengalihkan fokus ke dalam diri, menjalani masa singkat sebagai biksu untuk bersyukur dan berefleksi.

Kini ia kembali ke The Inner Circle 30 dengan pikiran jernih dan misi yang lebih jelas, yaitu menaklukkan Yod-IQ, yang akan menghadirkan tantangan berbeda.

Yod-IQ meraih kesempatan perebutan sabuk ini berkat 10 kemenangan beruntun atas lawan-lawan seperti Kiamran Nabati, Alexey Balyko, yang memberinya kontrak senilai US$100.000 (Rp1,8 miliar) dan tempat di roster utama ONE, serta Dayakaev.

Seperti Rambolek, Yod-IQ juga memulai kiprahnya melalui ONE Friday Fights, membangun rekornya secara konsisten demi kontrak miliaran sambil berlatih bersama teman sekaligus mentornya, Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Tawanchai PK Saenchai.

Bahkan, Yod-IQ selama ini berambisi membentuk dirinya menjadi kekuatan destruktif serupa. Jadi, para penggemar bisa menantikan versi yang lebih berbahaya dari wakil PK Saenchai Muaythaigym itu saat ia berhadapan dengan Rambolek pada 11 September.

Selengkapnya di Berita

Rifdean Masdor celebrates his win against Nongbia LaoLaneXang at ONE Friday Fights 107.
ramboIQ
Numsurin Chor Ketwina showed no mercy against Songchainoi Kiatsongrit at ONE Friday Fights 160.
British Muay Thai fighter George Jarvis punches Rungrawee Sitsongpeenong to the head
Rungrawee Sitsongpeenong and George Jarvis touch gloves before their clash
Asadula Imangazaliev celebrates his World Title win over Aslamjon Ortikov at The Inner Circle 20.
Nong O Hama celebrates his win over Kongthoranee Sor Sommai at The Inner Circle 20.
Asadula Imangazaliev faces off with Aslamjon Ortikov ahead of their Muay Thai World Title fight
Aslamjon Ortikov Jordan Estupinan ONE Fight Night 43 5
Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 9 scaled
Ryujin L debuts against Thongpoon R at The Inner Circle 23
Stamp Fairtex Ham Seo Hee ONE Fight Night 14 75 scaled