Nabil Anane Jaga Gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Kontra Rambolek Di ONE Friday Fights 147 

Nabil Anane And Rambolek scaled

ONE Championship resmi mengumumkan duel perebutan Gelar Dunia akbar untuk ONE Friday Fights 147 pada Jumat, 20 Maret. Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai, Nabil Anane, dijadwalkan mempertahankan sabuknya menghadapi sesama jagoan Thailand, Rambolek Chor Ajalaboon.

Laga blockbuster ini akan tayang live di jam primetime Asia dari Lumpinee Stadium, Bangkok, dan menjadi jawaban atas tantangan yang dilontarkan Rambolek usai penampilan eksplosifnya di ONE Fight Night 39.

Rivalitas ini mulai memanas pada Januari lalu. Setelah merobohkan petarung Rusia Abdulla “Smash Boy” Dayakaev, Rambolek langsung mengambil mikrofon dan menantang sang raja divisi. Di belakang panggung, Anane tanpa ragu menerima tantangan tersebut dan menyatakan siap mempertahankan gelarnya.

Kini, panggung telah siap untuk mempertemukan dua talenta muda paling bersinar di bantamweight Muay Thai.

Sang juara berdarah Aljazair-Thailand membawa rekor profesional 41-5 dan akan menjalani pertahanan gelar pertamanya.

Setelah sempat tersandung di awal kiprahnya di ONE, Anane bangkit dengan lima kemenangan beruntun. Pada Januari 2025, ia menghadapi Nico “King of the North” Carrillo dalam perebutan Gelar Dunia ONE Interim Bantamweight Muay Thai. Ia mengejutkan dunia dengan menang knockout kontra petarung Skotlandia tersebut.

Dua bulan berselang di ONE 172, petarung setinggi 193 sentimeter itu mendapat kesempatan membalas kekalahan dari “The Kicking Machine” Superlek, yang sebelumnya memberinya debut kekalahan. Meski Superlek gagal memenuhi batas berat badan dan kehilangan gelarnya saat timbang badan, Anane tetap tampil fokus dan mendominasi laga tersebut.

Beberapa bulan kemudian, ia resmi dipromosikan menjadi Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai tak terbantahkan.

Sejak saat itu, Anane sempat menjajal kickboxing dan bertarung tanpa hasil melawan mantan Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing Ilias Ennahachi akibat pelanggaran tidak sengaja, serta mengalahkan Hiromi Wajima di kelas featherweight pada ONE 173 November lalu.

Kini, ia kembali ke aturan Muay Thai untuk menghadapi penantang paling berbahaya dalam kariernya.

Rambolek jelas bukan ancaman sembarangan. Anak didik legenda striking Superbon dan Nong-O Hama di Superbon Training Camp itu membawa rekor impresif 67-14 menuju perebutan gelar ini.

Rekam jejaknya di ONE membuktikan kapasitasnya sebagai finisher berkat rekor 7-2 dengan lima kemenangan lewat penyelesaian. Ia juga menjadi petarung pertama yang meraih kontrak US$100.000 (Rp1,7 miliar) dari serial ONE Friday Fights sebelum membuktikan diri mampu bersaing di level tertinggi.

Saat ini Rambolek tengah dalam tren lima kemenangan beruntun, termasuk tiga knockout berturut-turut.

Pertarungan ini menghadirkan teka-teki gaya yang menarik: mampukah Rambolek memotong jarak dan menembus jangkauan sang juara yang menjulang, atau justru lutut mematikan Anane yang akan menjaga sabuknya dari sang penantang?

Bentrokan antara juara muda dan penantang Thailand ini menjanjikan ledakan aksi. Anane berusaha mengukuhkan dominasinya di puncak divisi, sementara Rambolek memburu Gelar Dunia ONE pertamanya.

Selengkapnya di Berita

Johan Ghazali and Ramadan Ondash 1 scaled
Rifdean Masdor celebrates his win against Nongbia LaoLaneXang at ONE Friday Fights 107.
ramboIQ
Numsurin Chor Ketwina showed no mercy against Songchainoi Kiatsongrit at ONE Friday Fights 160.
British Muay Thai fighter George Jarvis punches Rungrawee Sitsongpeenong to the head
Rungrawee Sitsongpeenong and George Jarvis touch gloves before their clash
Asadula Imangazaliev celebrates his World Title win over Aslamjon Ortikov at The Inner Circle 20.
Nong O Hama celebrates his win over Kongthoranee Sor Sommai at The Inner Circle 20.
Asadula Imangazaliev faces off with Aslamjon Ortikov ahead of their Muay Thai World Title fight
Aslamjon Ortikov Jordan Estupinan ONE Fight Night 43 5
Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 9 scaled
Ryujin L debuts against Thongpoon R at The Inner Circle 23