‘Akan Jadi Laga Gila’ – Asadula Imangazaliev Janjikan Rengkuh Sabuk Juara Dunia Di The Inner Circle 20

Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 9 scaled

Terakhir kali Asadula “The Dagestan Ninja” Imangazaliev berdiri di ambang kejayaan, sabuk termegah dalam kariernya justru lepas dari genggamannya.

Petarung tak terkalahkan berusia 22 tahun yang sempat disebut Joe Rogan sebagai “striker terbaik yang masih aktif” itu kini memburu momen puncaknya saat menghadapi sesama petarung tanpa noda, Aslamjon “El Pantera” Ortikov. Duel perebutan sabuk Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai yang lowong tersebut akan menjadi partai utama The Inner Circle 20, yang berlangsung pada Jumat, 26 Juni, di Lumpinee Stadium, Bangkok, Thailand, dan disiarkan eksklusif bagi anggota melalui live.onefc.com.

Dengan dua rekor sempurna yang dipertaruhkan, laga ini akan menentukan penguasa sejati di salah satu divisi paling kompetitif di ONE Championship. Berlatih di Team Mehdi Zatout dan Team Chingiz Allazov, Imangazaliev menorehkan rekor sempurna 12-0 dengan mengandalkan arsenal serangan mematikan yang telah menumbangkan sejumlah mantan juara dunia.

Namun, ia akan menghadapi tantangan berbeda dalam diri Ortikov, seorang rival yang memiliki usia muda, ambisi besar, dan kepercayaan diri tinggi sebagai petarung yang juga belum pernah merasakan kekalahan.

Tanpa sedikit pun merasa gugup menghadapi lawan asal Uzbekistan tersebut, sang spesialis knockout justru menjadikan besarnya pertaruhan ini sebagai bahan bakar untuk persiapannya.

“The Dagestan Ninja” berkata:

“Saya tidak bisa mengatakan ini adalah laga terberat saya sejauh ini. Saya menganggap setiap pertarungan itu sulit dan penting. Saya selalu mempersiapkan diri 100 persen.

Jika ada sesuatu, itu justru mendorong saya untuk bekerja lebih keras daripada siapa pun. Tidak ada pertarungan yang membuat saya stres. Saya tidak merasakan tekanan. Sebaliknya, hal itu justru membuat saya semakin bekerja keras dan mengukuhkan diri sebagai juara.”

Ortikov sendiri menempuh jalur dominasi yang serupa. Jika petarung Dagestan tersebut mengandalkan knockout spektakuler dan rasio finis sebesar 75 persen, petarung Uzbekistan dengan rekor 24-0 itu membangun catatan sempurnanya lewat teknik yang halus dan efektif.

Dengan Ortikov menjadi penghalang terakhir menuju sejarah sebagai Juara Dunia ONE Muay Thai pertama dari Rusia, Imangazaliev bertekad menunjukkan bahwa dirinya berada di level yang berbeda.

Ia mengatakan:

“Saya pikir Aslamjon adalah petarung yang sangat hebat dan ini akan jadi laga gila. Tetapi saya sangat percaya pada diri sendiri. Setiap orang memiliki jalannya masing-masing, dan saya percaya bahwa saya adalah juara yang sesungguhnya, dan saya akan membawa pulang sabuk itu.

Saya pikir kelebihan terbesar Aslamjon adalah kecepatan dan tekniknya. Sedangkan kelemahannya, menurut saya, dia tidak memiliki pukulan yang terlalu keras dan belum pernah berada dalam ring bersama petarung seperti saya.”

Kepercayaan diri tersebut lahir dari keyakinan mendalam terhadap kemampuan yang ia miliki. Baginya, menghadapi petarung setangguh Ortikov merupakan ujian sempurna untuk menghapus seluruh keraguan tentang dominasinya.

Dengan keyakinan penuh, petarung berusia 22 tahun itu meyakini dirinya akan meninggalkan Lumpinee Stadium dengan rekor sempurna yang tetap terjaga dan sabuk Juara Dunia ONE di pundaknya.

Ia menambahkan:

“Saya adalah petarung yang berada di level yang berbeda. Saya tidak peduli apa yang dia bawa ke dalam ring. Saya akan menjalankan rencana saya. Mengalahkan petarung dengan kualitas seperti dia menjadi motivasi yang sangat besar bagi saya. Dia belum pernah kalah, dan saya akan menunjukkan kepada dunia level saya yang sebenarnya ketika saya merusak rekor tak terkalahkannya.”

Imangazaliev Mengusung Mentalitas ‘Juara Atau Tidak Sama Sekali’

Asadula Imangazaliev sebenarnya sudah merasakan atmosfer seorang juara ketika ia menghentikan legenda hidup Nong-O Hama secara spektakuler di ONE Friday Fights 147 pada Maret lalu. Namun, kemenangan tersebut berubah menjadi momen pahit setelah kegagalan mencapai batas berat badan membuatnya tidak berhak merebut sabuk Juara Dunia ONE.

Alih-alih membiarkan kesalahan itu menghancurkan semangatnya, petarung Rusia tersebut mengambil tanggung jawab penuh dan menerima konsekuensinya dengan lapang dada.

Kini, dengan kesempatan kedua yang akhirnya datang, ia bertekad menebus kesalahan tersebut dan memastikan peluang ini tidak terbuang sia-sia.

Petarung Rusia itu berkata:

“Fakta bahwa saya pulang tanpa sabuk sama sekali tidak membuat saya kecewa, karena saya menerima apa pun yang terjadi dan saya tahu bahwa apa yang memang ditakdirkan untuk saya tidak akan pernah terlewat.

Saya sudah merasa seperti seorang juara sejak pertarungan pertama saya. Tentu saja saya melihat ini sebagai kesempatan yang sangat besar, dan kegagalan bukanlah pilihan. Saya harus merebut sabuk itu.”

Imangazaliev kini telah mencapai puncak dunia seni bela diri. Perjalanannya yang panjang dari arena latihan keras di Rusia menuju kamp-kamp elite di Thailand akhirnya membuahkan hasil.

Pujian besar dari Joe Rogan terhadap kemampuannya menjadi pengakuan bahwa dunia kini mulai menyadari kualitas yang selama ini sudah ia yakini sendiri.

Saat melangkah ke dalam ring pada Jumat, 26 Juni nanti, ia bertekad menampilkan kemampuan terbaiknya. Bagi Imangazaliev, sabuk Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai bukan sekadar tujuan akhir, melainkan puncak dari seluruh pengorbanan yang ia lakukan sepanjang hidup.

Ia menutup:

“Sepanjang hidup saya, saya selalu membayangkan menjadi seorang juara. Saya membayangkan diri saya meraih sabuk di usia yang sangat muda. Tidak ada yang benar-benar mengenal saya, tetapi saya percaya pada diri sendiri dan kekuatan saya.

Saya melihat semua petarung lain, dan saya tahu saya bisa mengalahkan mereka. Sejujurnya, yang membedakan saya adalah mentalitas dan etos kerja saya. Gelar juara dunia berarti segalanya bagi saya karena itu membuktikan bahwa seluruh darah, keringat, dan air mata saya tidak sia-sia.”

Selengkapnya di Berita

Asadula Imangazaliev faces off with Aslamjon Ortikov ahead of their Muay Thai World Title fight
Aslamjon Ortikov Jordan Estupinan ONE Fight Night 43 5
Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 9 scaled
Stamp Fairtex Ham Seo Hee ONE Fight Night 14 75 scaled
Denice Zamboanga Alyona Rassohyna ONE Fight Night 27 75 scaled
Kana Morimoto Stamp Fairtex ONE 173 18 scaled
Allycia Hellen Rodrigues Phetjeeja Lukjaoporongtom The Inner Circle 19 3 scaled
Roman Kryklia Samet Agdeve The Inner Circle 19 6 scaled
Rifdean Masdor Javad Mozafari The Inner Circle 19 12 scaled
AllyciaHellenRodrigues Phetjeeja Faceoff 1920X1280 scaled
AyakaMiura VictoriaSouza 1200X800
Tomyamkoong AnarMammadov ONEFridayFights158 TheInnerCircle18 scaled