‘Sudah Saatnya’ – Nico Carrillo Siap Ukir Sejarah Sebagai Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Sejati
Selama berbulan-bulan, “King of the North” Nico Carrillo membawa aura seorang Juara Dunia tak terbantahkan. Kini, ONE Championship resmi mewujudkannya.
Seniman knockout asal Skotlandia itu untuk sementara meninggalkan “seni delapan tungkai” demi menghadapi pendatang baru asal Tiongkok, Zhou “Kylin” Jiaqiang, dalam laga featherweight kickboxing di ONE Fight Night 46: Hemetsberger vs. Diachkova, yang disiarkan langsung pada jam tayang utama Amerika Serikat dari Lumpinee Stadium di Bangkok pada Sabtu, 15 Agustus.
Laga tersebut hadir setelah perubahan besar yang mengguncang puncak divisi featherweight Muay Thai.
Superstar Thailand Tawanchai PK Saenchai resmi menanggalkan Gelar Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai karena harus menjalani proses rehabilitasi intensif setelah mengalami cedera kaki serius dalam pertarungannya melawan “Spirit Dragon” Liu Mengyang pada Desember lalu.
Dengan takhta yang kini resmi tak bertuan, Carrillo dipromosikan dari pemegang gelar interim menjadi Juara Dunia divisi yang tak terbantahkan. Bagi petarung asal Glasgow tersebut, keputusan itu seharusnya sudah datang sejak lama.
Ia bercerita kepada onefc.com:
“Sudah saatnya. Tawanchai patah kaki beberapa bulan sebelum saya melawan Shadow, dan saya bertarung untuk memperebutkan gelar interim, yang menurut saya seharusnya sejak awal adalah gelar Juara Dunia.
“Dia tidak mempertahankan gelarnya sejak Januari 2025, lalu mengalami patah kaki, yang berarti sudah satu tahun tidak bertanding. Sekarang ternyata menjadi dua tahun. Sejujurnya, bagi saya, saya sudah menjadi juara tak terbantahkan pada malam ketika saya mengalahkan Shadow.”
Malam penuh magis bagi Carrillo terjadi di ONE Fight Night 40 pada Februari lalu. Kala itu, ia menampilkan salah satu performa paling mengerikan dalam kariernya.
Shadow Mavinn membuat Carrillo kerepotan pada awal laga. Ia terus menghantam kaki lawannya dengan tendangan keras dan sempat mengguncang petarung Skotlandia itu lewat hook kiri telak. Namun, Carrillo mampu melewati badai tersebut dengan brilian, menemukan jarak idealnya, dan membalikkan keadaan sepenuhnya pada paruh kedua pertandingan. Ia akhirnya menjatuhkan wakil Thailand itu sebelum meraih kemenangan lewat keputusan mutlak untuk merebut gelar interim.
Kini, dengan Tawanchai mundur dari takhta, kemenangan penuh perjuangan tersebut memiliki arti sejarah yang jauh lebih besar bagi Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai tak terbantahkan yang baru.
Atlet berusia 27 tahun itu melanjutkan:
“Maknanya sangat besar bagi saya. Sudah lama saya selalu mengatakan bahwa begitu mendapatkan sabuk ini, saya akan menjadi salah satu juara terbaik yang pernah ada.
“Yang saya maksud adalah saya akan menjadi juara yang aktif dan siap mempertahankan gelar kapan pun. Saya ingin meninggalkan jejak sebagai juara terbaik yang pernah ada dan yang akan pernah ada.”
Sebuah Era Yang Dibangun Untuk Kekal Berkuasa
Nico Carrillo, yang telah mengukir sejarah sebagai Juara Dunia ONE pertama dari Skotlandia, tidak hanya ingin memegang sabuk sambil menghindari para penantang terbaik. Sebaliknya, ia ingin masa kejayaannya sebagai juara tak terbantahkan dikenang sebagai salah satu yang paling dominan dalam sejarah divisi featherweight Muay Thai.
Ambisi tersebut memang sangat berani, tetapi didukung oleh hasil yang nyata. Perwakilan Deachkalek Muay Thai Academy itu mencetak knockout spektakuler dalam enam dari tujuh kemenangannya di ONE, termasuk penyelesaian sensasional atas mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai sekaligus legenda hidup Thailand, Nong-O Hama.
Karena itu, ia tidak melihat alasan mengapa tren tersebut harus melambat setelah sabuk Juara Dunia tak terbantahkan kini resmi berada di pinggangnya. Keyakinan yang sama juga tercermin dari cara ia memandang para pesaing lain di divisi featherweight.
Carrillo tidak menahan diri saat ditanya siapa yang realistis dapat menjadi penantang pertamanya:
“Saya tidak melihat ada petarung yang benar-benar bisa naik dan menantang saya.
“Superbon sedang cedera, sementara rahang Shadow patah karena saya. Sisanya di divisi ini hanyalah kumpulan petarung biasa.”
Tanpa adanya penantang yang benar-benar menonjol, fokus utama “King of the North” saat ini tetap tertuju pada Zhou Jiaqiang di ONE Fight Night 46. Namun, superstar Skotlandia itu sudah tidak sabar untuk mulai mewujudkan rencana besarnya sebagai Juara Dunia ONE di berbagai disiplin.
Sesuai ucapannya, ia tidak berniat berdiam diri di puncak divisi featherweight.
Ia menutup:
“Yang pertama, setelah saya menyelesaikan laga kickboxing ini, saya ingin mempertahankan gelar pada November. Setelah itu, semoga saya bisa kembali mempertahankan gelar pada Februari atau Maret tahun depan.
“Mungkin setelah itu saya juga akan mengincar debut MMA pada April atau Mei tahun depan.”