Hasil The Inner Circle 30: Yod-IQ Rebut Gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Usai Kalahkan Rambolek
Yod-IQ Or Pimolsri menunjukkan perkembangan striking fantastis dengan tampil brilian sepanjang lima ronde di Lumpinee Stadium, Bangkok, untuk merebut Gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai.
Jagoan asal PK Saenchai Muaythaigym itu mengungguli mantan pemegang gelar Rambolek Chor Ajalaboon lewat keputusan mutlak dalam partai utama The Inner Circle 30, yang disiarkan eksklusif bagi pelanggan live.onefc.com pada jam tayang utama Asia, Jumat, 11 September. Rambolek kehilangan sabuk setelah gagal memenuhi batas berat badan, sehingga hanya Yod-IQ yang berhak membawa pulang sabuk emas.
Ronde pembuka dimulai dengan keduanya membaca permainan satu sama lain, tetapi situasi itu tak berlangsung lama. Rambolek langsung memecah kebuntuan lewat kombinasi straight kiri dan tendangan ke tubuh yang membuat penonton bergemuruh. Tak terpengaruh oleh tekanan, Yod-IQ segera menemukan ritmenya dari jarak jauh dengan memanfaatkan keunggulan jangkauan lewat tendangan kiri keras ke tubuh dan hook kiri tajam.
Setelah ronde pertama berlangsung ketat, Yod-IQ meningkatkan tempo pada ronde kedua. Dengan gerakan kaki ringan, ia menggandakan jab cepat dan tendangan panjang sambil membaca pergerakan bertahan Rambolek untuk menyambung serangan dengan hook jarak jauh. Rambolek mulai menangkap tendangan dan membalas lewat pukulan kanan keras, tetapi Yod-IQ dengan mulus masuk ke clinch untuk mematikan ancaman siku sebelum kembali mengatur jarak.
Rambolek meningkatkan tekanan pada ronde ketiga, menyiapkan pukulan kanan keras lewat kombinasi satu-dua dan leg kick tajam. Namun, Yod-IQ tak goyah. Ia terus menghindari serangan bertenaga itu dan membalas lewat hook cepat serta tendangan ke tubuh tanpa henti yang mulai menguras tenaga sang kompatriot. Sebuah siku kanan tajam dan dua straight telak menutup ronde dengan impresif.

Kedua petarung menaikkan intensitas dalam ronde kejuaraan. Kombinasi kilat dan tendangan keras ke tubuh dari Yod-IQ efektif meredam ancaman overhand kanan Rambolek. Saat mantan penguasa divisi itu mulai mengalihkan serangan ke tubuh, Yod-IQ langsung membaca gerakannya dan menyambutnya dengan cross keras setiap kali Rambolek merendahkan kepala.
Merasa sabuk emas sudah semakin dekat, Yod-IQ mengerahkan seluruh kemampuannya pada tiga menit terakhir. Pengaturan jaraknya menghasilkan tendangan keras ke kepala dan tubuh. Saat Rambolek mulai terlihat kehabisan tenaga, sang penantang justru mengambil inisiatif dan memaksa lawannya mundur lewat jab cepat serta spinning backfist spektakuler.
Intensitas serangan Rambolek semakin menurun menjelang akhir laga. Footwork elite dan counterstriking presisi Yod-IQ membuat keputusan juri akhirnya sulit dibantah.
Kemenangan lewat keputusan mutlak tersebut memperpanjang rentetan kemenangan Yod-IQ menjadi 11 dan membawa rekornya menjadi 128-36. Talenta berusia 24 tahun itu kini mengikuti jejak rekan satu sasana PK Saenchai Muaythaigym sekaligus mantan Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Tawanchai PK Saenchai, sembari menambah satu lagi prestasi bergengsi bagi sasana legendaris tersebut.