Hasil The Inner Circle 30: Muangthai Hentikan Seksan Di Ronde Ketiga Dalam Laga Final Emosional
“Elbow Zombie” Muangthai PK Saenchai menutup karier legendaris Seksan “The Man Who Yields To No One” Or Kwanmuang dengan penuh emosi lewat kemenangan TKO ronde ketiga dalam partai pendukung utama bantamweight Muay Thai di The Inner Circle 30.
Dua rival bebuyutan asal Thailand itu bertemu untuk keenam sekaligus terakhir kalinya pada Jumat, 11 September, secara langsung pada jam tayang utama Asia dari Lumpinee Stadium di Bangkok dan eksklusif bagi member live.onefc.com.
Pertarungan mereka berlangsung tepat sebelum partai utama perebutan Gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai antara mantan penguasa divisi Rambolek Chor Ajalaboon dan Yod-IQ Or Pimolsri.
Namun, laga ini memiliki makna tersendiri. Juara Dunia Muay Thai empat kali Seksan secara pribadi memilih mantan Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai Muangthai sebagai lawan terakhir dalam perjalanan panjang karier profesionalnya.
Keduanya tak membuang waktu untuk menghidupkan kembali rivalitas yang sudah sangat mereka kenal. Pukulan keras dan siku cepat langsung saling dilepaskan dari jarak dekat.

Muangthai lebih dulu menemukan momentum lewat permainan tinjunya. Sebuah kombinasi mulus yang diakhiri uppercut membuat Seksan goyah. “The Man Who Yields To No One” membalas dengan spinning back elbow spektakuler yang membakar suasana Lumpinee, tetapi sang rival segera menjawab dengan mencetak knockdown pertama.
Hook kiri yang dilepaskan tepat waktu membuat Seksan tersandung ke depan hingga kedua tangannya menyentuh kanvas. Sesuai julukannya, petarung berusia 37 tahun itu berhasil bangkit sebelum hitungan wasit berakhir dan bertahan hingga ronde pembuka usai.
Muangthai kembali menekan tanpa henti pada ronde kedua. Sebuah teep keras membuat Seksan kehilangan keseimbangan dan terdorong ke tali ring. Namun, sang veteran yang segera pensiun tetap berbahaya. Ia menancapkan kakinya dengan kokoh dan membalas lewat kombinasi empat pukulan keras.
Momen penentu akhirnya tiba pada ronde ketiga.
Setelah keduanya saling bertukar tendangan keras dan sempat terlibat clinch, Muangthai mendaratkan tendangan kiri, pukulan lurus, lalu kembali menghujamkan tendangan kiri ke arah tubuh. Ia kemudian menyapu bagian dalam paha Seksan dengan tendangan rendah hingga sang lawan kehilangan keseimbangan, sebelum langsung menghantamnya dengan siku kiri tajam ke rahang.
Seksan kembali terjatuh, dan kali ini wasit menghentikan laga pada menit 0:59 ronde ketiga untuk memberikan kemenangan TKO bagi Muangthai. Hasil tersebut meningkatkan rekor karier Muangthai menjadi 208-48 dan memberinya dua kemenangan beruntun atas Seksan setelah kalah dalam empat pertemuan pertama mereka. Seksan pun menutup rivalitas panjang ini dengan keunggulan 4-2.
Usai laga, Seksan berbicara kepada para penggemar yang memadati arena dan secara resmi mengonfirmasi berakhirnya karier profesionalnya. Ia mengungkapkan rencana untuk berkeliling Thailand bersama sang istri, mengikuti kegiatan keagamaan, serta tetap terlibat erat dalam berbagai ajang Muay Thai.
Lalu, dalam sebuah simbol perpisahan yang begitu emosional, Seksan melepas sarung tinjunya dan meletakkannya perlahan di tengah ring. Momen itu menutup karier legendaris yang selalu identik dengan aksi tanpa henti sesuai julukan legendarisnya – pria yang menolak tunduk pada siapapun.