Regian Eersel Vs. George Jarvis II Perebutkan Gelar Juara Dunia ONE Lightweight Muay Thai Di The Inner Circle 33
Juara Dunia ONE dua disiplin Regian “The Immortal” Eersel kembali mempertaruhkan sabuk Muay Thai miliknya dalam laga ulang melawan penantang yang sudah sangat dikenalnya.
Megabintang Suriname berusia 33 tahun itu akan mempertahankan Gelar Juara Dunia ONE Lightweight Muay Thai kontra George “G-Unit” Jarvis di The Inner Circle 33 pada Jumat, 2 Oktober, yang disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia melalui live.onefc.com dari Lumpinee Stadium di Bangkok, Thailand.
Kiprah Eersel sebagai Juara Dunia ONE Lightweight Muay Thai telah menjadi etalase dominasi nyaris tanpa cela. Wakil Sityodtong Amsterdam itu mengantongi rekor striking 65-5 dengan 29 kemenangan lewat penyelesaian serta catatan 14-1 di ONE, dan tempatnya dalam sejarah divisi lightweight sudah lama terukir, apa pun yang terjadi setelah ini.
Ia merebut Gelar Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing perdana pada Mei 2019 dan beberapa kali mempertahankannya sebelum menambahkan sabuk Muay Thai perdana ke koleksinya pada Oktober 2022. Saat itu, Eersel menundukkan bintang Thailand Sinsamut Klinmee untuk menjadi penguasa dua disiplin di divisi lightweight.
Pertahanan gelar berikutnya semakin mempertegas alasan mengapa ia dianggap sebagai petarung lightweight terbaik di dunia. Setelah kemenangan pertama atas Sinsamut, Eersel menyelesaikan laga ulang mereka dengan serangan ke tubuh pada Maret 2023, lalu mencatat salah satu kemenangan paling telaknya dengan menghancurkan Dmitry Menshikov hanya dalam 46 detik kurang dari tiga bulan kemudian.
Ketika Jarvis datang sebagai penantang di ONE Fight Night 34 pada Agustus 2025 dengan empat kemenangan beruntun dan penuh keyakinan, Eersel hanya membutuhkan 84 detik untuk mengakhiri laga. Hasil itu menjadi salah satu pernyataan paling tegas sepanjang eranya sebagai juara.
Namun, sosok yang kembali mengejar sabuk itu telah memanfaatkan waktu sejak pertemuan pertama mereka dengan baik. Jarvis, atlet Inggris berusia 26 tahun dari Lumpini Crawley dengan rekor striking 28-5 dan catatan 6-2 di ONE, terus berkembang dan menolak membiarkan satu kegagalan menentukan arah kariernya.
Setelah kalah dalam debut ONE Friday Fights pada 2023, striker Inggris bertinggi 183 sentimeter itu membalikkan nasib lewat empat kemenangan beruntun yang memberinya kontrak enam digit bersama jajaran utama ONE sekaligus kesempatan menantang sang juara.
Pertemuan pertama dengan Eersel hanya berlangsung 84 detik dan berakhir pahit, tetapi Jarvis tidak membiarkan kekalahan tersebut membuatnya berhenti berkembang.
Ia bangkit dengan mengalahkan mantan penantang gelar Sinsamut sebelum tampil lebih dominan dalam laga ulang kontra Rungrawee Sitsongpeenong yang berakhir lewat knockout. Dua hasil tersebut kembali membangun momentumnya sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa kesalahan pada Agustus 2025 telah ia perbaiki.
Jarvis bersikeras bahwa dirinya kini merupakan petarung yang benar-benar berbeda dibandingkan sosok yang masuk ring melawan Eersel lebih dari setahun lalu, dan 2 Oktober akan menjadi panggung untuk membuktikannya.
Bagi Eersel, laga ulang ini adalah kesempatan lain untuk menunjukkan mengapa ia masih berada satu tingkat di atas para pesaingnya di divisi lightweight. Pertahanan gelar keempat akan semakin memperkokoh warisannya sebagai salah satu juara paling dominan dalam sejarah ONE sekaligus menegaskan statusnya sebagai striker lightweight terbaik di generasinya.