‘Ini Waktunya Saya’ – Jagoan Tak Terkalahkan Ubaid Hussain Siap Sambut Peluang Besar Di The Inner Circle 28
Ubaid “Bad” Hussain belum tersentuh kekalahan dan selalu tampil impresif di ONE Championship. Kini, bintang Inggris-Pakistan itu berharap perjalanannya berbuah manis di The Inner Circle 28.
Atlet berusia 20 tahun tersebut akan menghadapi jagoan Thailand Isannuea Sor Sasiwat dalam duel flyweight Muay Thai krusial di Lumpinee Stadium, Bangkok. Ajang ini disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia pada Jumat, 28 Agustus, secara eksklusif bagi member via live.onefc.com.
Perjalanan Hussain sejauh ini nyaris seperti mimpi.
Petarung asal Leeds itu tiba di ONE membawa rekor sempurna 9-0. Sejak saat itu, ia menyapu bersih tujuh kemenangan dalam tujuh penampilan bersama organisasi seni bela diri terbesar di dunia.
Konsistensi tersebut menempatkannya sebagai salah satu kandidat terkuat untuk meraih kontrak senilai US$100.000 (Rp1,8 miliar) demi bergabung ke dalam jajaran atlet utama ONE Championship. Kemenangan kedelapan secara beruntun bisa menjadi tiket yang selama ini ia kejar.
Hussain siap mengambil kesempatan tersebut. Namun, jika waktunya belum tiba, ia tak keberatan melangkah sedikit demi sedikit hingga impian itu benar-benar berada dalam genggamannya.
Ia mengatakan:
“Saya rasa saya sudah cukup dekat untuk mendapatkan kontrak itu. Tapi saya tidak terburu-buru. Ada beberapa atlet yang mendapat kontrak dengan cepat, tetapi saat masuk ke ajang besar, mereka kalah dan kelemahan mereka terlihat. Saya ingin menghindari itu.
“Saya dan tim ingin menjalaninya perlahan. Tapi ya, kemenangan besar di sini bisa memberi saya kontrak itu. Jadi, saya rasa itu bukan sesuatu yang mengejutkan. Menurut saya, sekarang waktunya saya.”
Kedewasaan dalam berpikir yang ia tunjukan sepanjang pemusatan latihan bersama Kiatphontip, baik saat di Leeds hingga Bangkok.
Sebagian besar persiapannya dijalani di Inggris sebelum terbang ke Thailand. Kini, menjelang hari pertandingan, intensitas tetap terjaga sementara volume latihan perlahan diturunkan.
Ia mengatakan kepada onefc.com:
“Pemusatan latihan kali ini kurang lebih sama seperti sebelumnya. Kami menjalani kerja keras di Leeds, lalu memulai latihan di Thailand dengan intensitas yang sama. Sekarang kami hanya mulai mengurangi volumenya seiring semakin dekatnya hari pertandingan.
“Soal apa yang kami latih, lagi-lagi sama seperti biasanya. Tidak ada yang aneh-aneh. Game plan saya selalu bisa digunakan menghadapi siapa pun. Saya sudah memenangi tujuh laga, dan saya ingin melakukan hal yang sama kali ini.”
Dengan persiapan yang hampir rampung, Hussain juga sudah memiliki gambaran jelas tentang bagaimana laga ini akan berjalan di The Inner Circle 28.
Isannuea memiliki rasio finis yang tak kalah berbahaya. Namun, setelah mempelajari perbedaan gaya mereka, Hussain melihat sejumlah celah yang bisa dimanfaatkan.
Ia melanjutkan:
“Saya lebih tahan menerima serangan dan punya volume yang lebih tinggi. Saya juga bisa memilih serangan dengan lebih tepat dan akurat dibandingkan dia karena terkadang dia meleset, dan itu menguras banyak energi.
“Saya rasa itu akan menguntungkan saya. Saya bisa menyelesaikan laga lewat knockout pada ronde kedua atau ketiga dengan siku, atau sikutan berputar.”
Bagaimana ONE Membentuk Hussain Jadi Petarung Yang Lebih Lengkap
Meski prediksinya terdengar penuh keyakinan, Ubaid Hussain tetap rendah hati jelang The Inner Circle 28.
Tujuh pertandingan di ONE telah memberinya banyak pelajaran. Dari satu lawan ke lawan berikutnya, permainannya semakin terasah dan lengkap, sesuatu yang ia yakini akan sangat berguna ketika level persaingan terus meningkat.
Bintang asal Leeds itu mengenang:
“Gaya alami saya lebih berfokus pada agresivitas dan tinju. Tapi selama beberapa tahun terakhir, saya sudah menghadapi banyak tipe lawan berbeda di sini, dan saya mendapat kemampuan yang lebih baik untuk mengubah permainan di tengah laga.
“Bahkan di luar pemusatan latihan, saya terus melatih berbagai hal secara seimbang. Jadi, menjadi petarung yang lengkap memberi saya kepercayaan diri. Saya rasa saya adalah petarung paling seimbang di ONE. Kebanyakan petarung punya satu gaya, tetapi saya bisa mengubah permainan saat menghadapi mereka, dan saya sudah melakukannya dalam beberapa laga terakhir.”
Kemampuan berganti pendekatan membuat Hussain sulit ditebak, dan rekor sempurna 16-0 menjadi bukti kuat betapa efektifnya permainan tersebut.
Namun, menuju laga kali ini, ia tak ingin sekadar mengulang formula yang sudah terbukti berhasil. “Bad” justru ingin membuka sisi lain dari arsenalnya yang selama ini belum banyak terlihat.
Atlet berusia 20 tahun itu menambahkan:
“Saya selalu menunjukkan sesuatu yang baru dari satu laga ke laga lainnya. Khusus untuk yang satu ini, saya ingin mencoba beberapa serangan berputar, pukulan berputar, tendangan belakang, dan sikutan. Mungkin bahkan tendangan kapak.
“Saya juga ingin menunjukkan bahwa meskipun saya petarung asing, saya punya dasar Muay Thai tradisional yang sangat bagus, seperti clinch dan serangan dari posisi clinch, karena kami banyak melatihnya di Leeds. Saya bukan tipikal petarung asing yang hanya bagus dalam striking.”