‘Demi Memutus Kutukan’ – Nabil Anane Cukur Habis Rambutnya, Janjikan Kebangkitan Usai The Inner Circle 25
Mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nabil Anane menghadapi rintangan berat dalam perjalanannya kembali menuju puncak setelah kalah lewat keputusan terbelah dari Juara Dunia Lumpinee Stadium tiga divisi Suakim PongSuphan PK pada Jumat, 7 Agustus lalu.
Laga eliminasi penantang Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai yang tersebut menjadi partai utama The Inner Circle 25, yang disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia dari Lumpinee Stadium yang bersejarah di Bangkok secara eksklusif melalui live.onefc.com.
Duel dengan pertaruhan besar tersebut membawa implikasi penting bagi divisi bantamweight Muay Thai, karena pemenangnya akan mendapatkan jalur langsung untuk menantang sang penguasa divisi, Rambolek Chor Ajalaboon.
Atlet fenomenal bertinggi 193 sentimeter itu menunjukkan kemampuan Muay Thai luar biasa sepanjang laga dan berjuang penuh determinasi hingga bel akhir berbunyi. Namun, sebuah knockdown pada ronde kedua berkat kombinasi hook kiri dan lutut yang dilepaskan Suakim dengan timing sempurna membuat Anane tertinggal di mata juri.
Meski tampil impresif dengan meningkatkan tekanan dan memangkas jarak pada ronde ketiga sekaligus terakhir, momen penting tersebut pada akhirnya menjadi pembeda dan membawa kemenangan bagi veteran Thailand berusia 30 tahun itu. Alhasil, ia juga meraih bonus penampilan senilai US$50.000 (Rp900 juta) dari Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong.
Meski kekalahan tipis tersebut menjadi hasil negatif keduanya secara beruntun, bintang Aljazair-Thailand itu menghadapi situasi sulit ini dengan lapang dada dan selera humor tinggi. Menepati janji ringan yang ia lontarkan sebelum laga, Anane mengunggah penampilan barunya di media sosial tak lama setelah ajang berakhir, dengan kepala botak yang telah dicukur habis.
Menikmati momen tersebut, atlet jangkung berusia 22 tahun itu berkata:
“Ya teman-teman, saya baik-baik saja. Saya sudah pulang sekarang. Saya baru saja kalah dari Suakim. Sebelum laga, saya bilang akan mencukur habis rambut kalau kalah. Awalnya saya memang hanya bercanda. Demi memutus kutukan.
“Terima kasih semuanya atas dukungannya. Selamat kepada Suakim atas kemenangannya. Saya akan segera kembali. Saya masih punya banyak waktu. Sampai jumpa.”
Meski jalan untuk kembali merebut sabuk bantamweight tak terbantahkan kini menjadi sedikit lebih panjang, Anane tetap teguh dalam misinya.
Berbekal striking eksplosif, kekuatan knockout dahsyat dari seluruh delapan tungkainya, semangat juang yang menjadi ciri khasnya, serta pola pikir yang kini lebih segar, Anane memiliki semua senjata yang dibutuhkan untuk segera kembali menuju puncak.