‘Alasan Lain Untuk Terus Menjadi Lebih Kuat’ – Nadaka Ungkap Pelajaran Penting Dari Debut Kickboxing Di ONE SAMURAI 3

Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3

Nadaka Yoshinari menjalani laga kickboxing profesional pertamanya dengan kemenangan, pengalaman berharga, serta gambaran jelas tentang aspek yang ingin ia tingkatkan.

Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai itu mengalahkan Har Ling Om lewat keputusan mutlak dalam partai utama ONE SAMURAI 3 pada 12 September di Yokohama Buntai. Nadaka sukses beradaptasi dengan aturan baru sekaligus memperpanjang catatan impresifnya menjadi 42 kemenangan beruntun sejak Juli 2019.

Bagi seorang petarung yang membangun reputasinya lewat Muay Thai, beralih ke kickboxing bukan sekadar mengurangi beberapa senjata andalannya. Nadaka harus menyesuaikan naluri yang terbentuk selama bertahun-tahun bertanding, sembari tetap mencari cara untuk menerapkan gaya khasnya.

Meski berharap bisa menampilkan performa yang lebih meyakinkan, ia melihat pengalaman tersebut sebagai langkah awal penting untuk memperluas kemampuannya.

Ia berkata:

“Karena ini debut kickboxing saya, saya ingin menunjukkan semua yang telah saya kembangkan sampai sekarang dan menutup ajang ini dengan penampilan terbaik yang saya bisa. Saya berhasil menang, tetapi tidak bisa tampil seperti yang saya bayangkan, jadi masih ada banyak rasa frustrasi.”

Sebagian rasa frustrasi itu muncul karena ia gagal mendapatkan penyelesaian yang telah direncanakan.

Nadaka berniat mengikis pertahanan Har Ling Om secara perlahan sebelum meningkatkan tekanan pada paruh akhir laga. Namun, sang lawan justru semakin fokus bertahan, membuat Nadaka menyadari ada aspek lain yang perlu dikembangkan jika ia ingin terus bertanding di bawah aturan kickboxing.

Ia berkata:

“Rencana saya adalah melemahkannya sedikit demi sedikit, lalu menghabisinya dari pertengahan menuju akhir laga. Tetapi sejak sekitar pertengahan ronde kedua, dia menjadi sangat tangguh dan lebih fokus bertahan.

“Itu membuat saya sadar bahwa saya harus mengembangkan kemampuan untuk terus menekan dan menyelesaikan lawan yang hanya berfokus untuk bertahan. Saya tidak hanya ingin bisa menghabisi seseorang lewat pertukaran serangan yang tiba-tiba. Saya ingin mampu membongkar pertahanan lawan yang benar-benar berniat bertahan.”

Pelajaran yang ia dapatkan juga tak sebatas soal mencari penyelesaian.

Dalam beberapa momen, naluri Muay Thai Nadaka muncul secara alami. Situasi tertentu membuatnya terpikir untuk menggunakan serangan yang biasa ia lakukan dalam disiplin utamanya, sebelum teringat bahwa pilihannya jauh berbeda dalam kickboxing.

Alih-alih menganggap penyesuaian tersebut sebagai hambatan, pengalaman ini memberinya pemahaman langsung tentang apa yang harus diubah jika ingin sama nyamannya bertarung dalam kedua disiplin.

Ia berkata:

“Di awal laga, saya sempat sedikit terburu-buru dan mencoba melakukan sesuatu yang biasanya saya lakukan dalam Muay Thai. Saya diberi tahu bahwa itu tidak diperbolehkan, dan saya langsung berpikir, ‘Benar juga.’

“Ada beberapa momen lain ketika saya berpikir, ‘Andai saja ini Muay Thai.’”

Nadaka Melihat Peluang Baru Di Dua Disiplin

Nadaka Yoshinari tak punya banyak waktu untuk terlalu lama memikirkan debut kickboxingnya.

Ia sudah dijadwalkan kembali bertanding di ONE SAMURAI 4 pada 17 Oktober. Kali ini, Nadaka akan kembali ke Muay Thai untuk mempertahankan Gelar Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai melawan Rifdean Masdor di Ariake Arena, Tokyo.

Jarak pertandingan yang singkat membuat pengalaman di Yokohama masih akan terasa segar saat Nadaka kembali berlatih. Ia percaya hal tersebut justru bisa menjadi keuntungan ketika bersiap kembali ke disiplin yang telah membawanya ke puncak.

Nadaka berkata:

“Saya akan beristirahat sebentar, tetapi akan segera kembali berlatih. Berlatih ketika sensasi dari laga ini masih terasa segar seharusnya membuat prosesnya menjadi lebih bermakna.

“Saya ingin menunjukkan sesuatu yang jauh lebih baik pada laga berikutnya.”

Pertahanan Gelar Juara Dunia berikutnya tetap menjadi prioritas utama, dan Nadaka tahu Rifdean akan membawa tantangan yang sama sekali berbeda saat mereka bertemu pada Oktober.

Namun, pengalamannya di ONE SAMURAI 3 juga membuka pintu baru yang kini semakin menarik untuk ia jelajahi. Setelah menjajal kickboxing secara profesional, bintang Jepang tersebut tak lagi melihat kemungkinan bersaing serius dalam dua disiplin sebagai ambisi yang mustahil.

Untuk saat ini, peluang itu bisa menunggu hingga tugas berikutnya selesai. Meski begitu, debut tersebut memberi Nadaka keyakinan baru bahwa potensinya mungkin melampaui disiplin yang saat ini sudah memberinya sabuk emas ONE Championship.

Ia berkata:

“Pertama, laga saya pada Oktober sudah ditetapkan. Saya tahu lawan itu akan menyerang saya dengan semua yang dia punya, jadi sekarang fokus saya sepenuhnya adalah mengalahkannya.

“Setelah itu, mungkin akan ada berbagai kesempatan. Tetapi yang paling penting bagi saya adalah selalu menunjukkan semua yang mampu saya lakukan. Setelah mencoba kickboxing malam ini, saya tidak merasa bertanding dalam dua disiplin adalah sesuatu yang mustahil. Saya melihat kemungkinan baru dalam diri saya, dan laga ini memberi saya alasan lain untuk terus menjadi lebih kuat.”

Selengkapnya di Berita

Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.
Nadaka connects with a left kick on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Rambolek vs Yod IQ at The Inner Circle 30
Seksan vs Muangthai at The Inner Circle 30 16
Nadaka Yoshinari faces off with Har Ling Om ahead of ONE SAMURAI 3
Muay Thai fighters Rambolek Chor Ajalaboon faces off with Yod-IQ Or Pimolsri ahead of The Inner Circle 30
ramboIQ
Ubaid Hussain makes his way to the ring against Isannuea Sor Sasiwat at The Inner Circle 28.
Petmuangsri Torfunfarm faces off with Gregor Thom ahead of The Inner Circle 29
Regian Eersel to defend his Muay Thai crown against George Jarvis in a highly anticipated rematch on October 2
Joshua Pacio faces Japan's Keito Yamakita for strawweight MMA gold on November 18