‘Perasaan Yang Luar Biasa’ – Yod-IQ Kenang Kemenangan Gelar Juara Dunia Atas Rambolek Di The Inner Circle 30

Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.

Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai baru telah lahir, dan Yod-IQ Or Pimolsri berniat mempertahankan posisinya selama mungkin.

Bintang striking Thailand itu mewujudkan mimpinya lewat kemenangan keputusan mutlak yang diraih dengan penuh perjuangan atas Rambolek Chor Ajalaboon dalam partai utama The Inner Circle 30. Ajang tersebut disiarkan eksklusif bagi pelanggan live.onefc.com pada jam tayang utama Asia dari Lumpinee Stadium di Bangkok pada Jumat, 11 September.

Bagi seorang atlet yang telah mengejar pencapaian ini sepanjang hidupnya, besarnya momen tersebut masih terasa sulit dipercaya.

Prestasi sebesar ini lahir dari pengorbanan selama bertahun-tahun, jauh sebelum lampu arena menyala. Semua perjalanan itu kini terasa nyata setiap kali perwakilan PK Saenchai Muaythaigym tersebut melihat sabuk emas yang melingkar di pinggangnya.

Atlet berusia 24 tahun itu berkata:

“Sejak kecil, saya sudah bilang kepada orang tua bahwa saya ingin menjadi Juara Dunia. Padahal saat itu saya bahkan belum tahu seperti apa sabuk Gelar Juara Dunia. Yang saya tahu, saya ingin meraihnya.

“Sekarang bisa melihat sabuk Gelar Juara Dunia tepat di depan saya dan memakainya di pinggang sendiri… rasanya luar biasa.”

Mimpi emas itu tentu tidak datang dengan mudah. Yod-IQ harus bertarung habis-habisan selama lima ronde melawan salah satu petarung terhebat di dunia, dan laga tersebut jauh dari kata mudah pada paruh awal.

Rambolek menekan dengan tempo tinggi sepanjang tiga ronde pertama, mendaratkan sejumlah serangan keras sekaligus memaksa kompatriotnya bekerja keras di setiap pertukaran. Tekanan dari perwakilan Superbon Training Camp itu terasa tanpa henti, dan Yod-IQ harus menghadapi semuanya secara langsung.

Namun, saat memasuki ronde kejuaraan, kondisi fisik sang penantang mulai menjadi pembeda. Ia mampu meningkatkan performa di dua ronde terakhir yang krusial untuk memastikan kemenangan di kartu penilaian juri.

Yod-IQ menjelaskan:

“[Setelah tiga ronde], saya masih merasa peluangnya 50-50. Sebagai penantang yang menghadapi juara, Anda tak bisa menganggap apa pun sudah aman. Seorang juara akan mempertahankan posisinya, jadi saya tahu saya tak boleh lengah.

“Tapi menurut saya, dua ronde terakhir membuktikan bahwa saya bisa menyerap serangan tanpa terjatuh. Setelah mampu bertahan melewati ronde-ronde tengah dalam kondisi tetap berdiri, saya merasa sudah melakukan cukup banyak untuk meraih kemenangan. Saya merasa memenangi hampir setiap ronde. Kalau ada ronde yang terasa ketat, saya selalu menaikkan tempo di akhir untuk menguncinya.”

Kemenangan besar tersebut memperpanjang rentetan kemenangan Yod-IQ menjadi 11 sekaligus membawa rekor kariernya menjadi 128-36. Ia juga menjadi petarung keempat yang memegang sabuk divisi tersebut sejak Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Jonathan “The General” Haggerty merebut gelar dari pemegang lama Nong-O Hama lewat knockout ronde pertama pada April 2023.

Riwayat gelar ini memang terkenal sulit dipertahankan dalam waktu lama, bahkan muncul anggapan bahwa sabuk tersebut seperti enggan menetap di satu tangan terlalu lama. Namun, sang juara baru sama sekali tak memedulikannya.

Yod-IQ menambahkan:

“Saya tidak percaya kutukan. Saya percaya pada diri sendiri. Saya akan mempertahankan sabuk ini lebih lama daripada siapa pun.”

Yod-IQ Rasakan Beratnya Laga Lima Ronde, Mulai Bidik Penantang Berikutnya

Merebut sabuk emas adalah pencapaian besar, tetapi menyesuaikan diri dengan tuntutan fisik laga Gelar Juara Dunia selama lima ronde di bawah aturan ONE Championship menjadi tantangan berbeda.

Tempo dan intensitas tinggi selama 15 menit dengan sarung tinju tipis sangat berbeda dari laga tiga ronde yang sebelumnya menjadi bagian terbesar perjalanan Yod-IQ Or Pimolsri di ONE. Menyiapkan kondisi fisiknya agar benar-benar siap untuk lonjakan tersebut kini menjadi salah satu fokus utama menjelang pertahanan gelar pertamanya nanti.

Bintang Thailand itu mengatakan:

“Benar-benar berbeda. Anda membutuhkan daya tahan yang jauh lebih besar, jadi latihannya juga harus jauh lebih keras. Laga tiga ronde saja sudah melelahkan, tetapi bertarung lima ronde dengan tempo tanpa henti membutuhkan stamina di level yang benar-benar berbeda.”

Dengan sabuk tak terbantahkan kini berada di pinggangnya, Yod-IQ sudah mulai menatap tantangan berikutnya dan menegaskan bahwa ia sama sekali tidak berniat mengendurkan langkah.

Atlet PK Saenchai tersebut juga tak tertarik memilih sendiri calon lawannya. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada para penata tanding ONE Championship.

Ia menutup:

“Siapa pun yang Chatri [Sityodtong] berikan kepada saya, saya siap. Saya rasa laga ulang langsung belum akan terjadi dalam waktu dekat, jadi kemungkinan saya akan menghadapi orang lain lebih dulu.

“Saya yakin ada banyak penantang yang sudah menunggu. [Mereka bisa] antre dan tunggu giliran. Saat waktunya tiba, kami pasti akan bertemu di ring.”

Selengkapnya di Berita

Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.
Nadaka connects with a left kick on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Rambolek vs Yod IQ at The Inner Circle 30
Seksan vs Muangthai at The Inner Circle 30 16
Nadaka Yoshinari faces off with Har Ling Om ahead of ONE SAMURAI 3
Muay Thai fighters Rambolek Chor Ajalaboon faces off with Yod-IQ Or Pimolsri ahead of The Inner Circle 30
ramboIQ
Ubaid Hussain makes his way to the ring against Isannuea Sor Sasiwat at The Inner Circle 28.
Petmuangsri Torfunfarm faces off with Gregor Thom ahead of The Inner Circle 29
Regian Eersel to defend his Muay Thai crown against George Jarvis in a highly anticipated rematch on October 2
Joshua Pacio faces Japan's Keito Yamakita for strawweight MMA gold on November 18
ONE Championship books Yuki Yoza vs. Nabil Anane in bantamweight kickboxing for ONE SAMURAI 4 on October 17