‘Saya Akan Menghancurkannya’ – Jonathan Haggerty Siap Bungkam Hiroki Akimoto Di Kandang Sendiri Pada ONE SAMURAI 4

Jonathan Haggerty celebrates his World Title win over Yuki Yoza at ONE SAMURAI 1.

Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Jonathan “The General” Haggerty telah memburu laga ini selama bertahun-tahun. Kini setelah akhirnya mendapat kesempatan menghadapi lawan incarannya, ia sudah menyiapkan sebuah ledakan besar.

Superstar asal Inggris itu akan mempertahankan sabuk emasnya melawan mantan penguasa divisi, Hiroki Akimoto, dalam partai utama ONE SAMURAI 4 di Ariake Arena, Tokyo, Jepang, pada Sabtu, 17 Oktober.

Antisipasi sebesar ini tentu tidak muncul dalam semalam. “The General” telah mengikuti perjalanan sang penantang asal Jepang selama bertahun-tahun, jauh sebelum keduanya resmi dipertemukan.

Haggerty, yang mengincar kemenangan ke-25 sepanjang kariernya, bukan tipe petarung yang mudah memberi sanjungan, terlebih ketika Gelar Juara Dunia miliknya sendiri dipertaruhkan.

Ia mengatakan:

“Saya merasa antusias karena akhirnya laga ini benar-benar terjadi. Saya dan Akimoto sama-sama siap bertarung. Selama bertahun-tahun, saya selalu ingin menghadapinya. Saya menganggap dia mungkin salah satu yang terbaik di divisi ini.

“Dia sudah menghadapi para petarung terbaik. Saya juga suka dengan gayanya. Saya merasa gaya kami akan berpadu dengan baik dan menghasilkan laga yang eksplosif untuk para penggemar.”

Rasa hormat tersebut juga menjelaskan mengapa atlet berusia 29 tahun itu mengikuti perkembangan sang lawan dengan begitu seksama, terutama perjalanan berat yang akhirnya membawa bintang Jepang tersebut kembali mendapat kesempatan merebut takhta yang pernah dikuasainya.

Perjalanan Akimoto untuk kembali ke titik ini memang tidak berjalan mulus. Ia membuka kiprahnya di ONE Championship dengan catatan impresif 6-1 sebelum kemudian menelan tiga kekalahan beruntun.

Namun, ia berhasil membalikkan keadaan lewat tiga kemenangan meyakinkan. Kemenangan terakhirnya datang atas Taimu Hisai di ONE SAMURAI 1, ajang yang sama ketika Haggerty tampil dominan selama lima ronde melawan Yuki Yoza untuk mempertahankan takhta bantamweight kickboxing.

“The General” menambahkan:

“Dia sudah lama berada di organisasi ini. Dia sudah menghadapi yang terbaik. Dan sekarang waktunya dia menantang saya untuk sabuk ini. Dia sudah melakukan apa yang harus dilakukan.

“Dia mengalahkan siapa pun yang diberikan kepadanya. Sementara itu, saya pada dasarnya sudah mengalahkan lawan-lawan teratas di divisi ini, jadi memang sudah sepantasnya dia mendapat kesempatan.”

Bertanding di kandang lawan selalu membawa tantangan tambahan dalam sebuah laga Gelar Juara Dunia, dan Haggerty memahami betul apa yang menantinya saat masuk ke negara asal Akimoto.

Jagoan Knowlesy Academy dan Team Underground itu sudah pernah menghadapi atmosfer publik Jepang yang berpihak kepada lawan pada April lalu, dan kemiripan antara laga tersebut dengan duel kali ini tentu tak luput dari perhatiannya.

Ketika ditanya seberapa besar tampil di kandang menguntungkan Akimoto, Haggerty tidak ragu sedikit pun.

Ia berkata:

“Menurut saya efeknya sama seperti saat melawan Yuki Yoza. Tidak banyak. Maksud saya, mereka tidak bisa membantunya ketika dia sudah berada di dalam ring. Hanya ada dia dan saya.

“Pelatihnya juga tidak bisa membantunya secara langsung. Mereka bisa memberi instruksi, tetapi pada akhirnya hanya ada saya dan dia di tengah ring. Saya sudah berkali-kali bertarung di kandang lawan. Selama saya datang, berdiri di tengah ring bersamanya, ya sudah, itu saja.”

Rencana Haggerty Untuk Hancurkan Mimpi Akimoto

Respek kepada lawannya sama sekali tidak menghentikan Jonathan Haggerty untuk mencari titik yang menurutnya akan menentukan laga besar ini. Kepercayaan diri sang jagoan Inggris bukan hanya datang dari bakat alami, tetapi juga kerja keras selama berjam-jam di sasana.

“The General” telah mempelajari permainan Hiroki Akimoto secara mendalam. Dari sisi gaya, Haggerty terdengar sangat yakin bahwa dirinya memiliki formula yang tepat untuk mematikan apa pun yang coba ditawarkan bintang Jepang tersebut.

Ia menjelaskan:

“Dia cukup satu dimensi, tetapi menurut saya dia juga punya kombinasi yang bagus. Dan seperti yang saya bilang, dia sangat eksplosif. High kick-nya juga bagus. Tapi Anda bisa punya game plan terbaik di dunia. Ketika saya mulai memukul Anda dan bergerak mengitari Anda, ceritanya akan berbeda.

“Saya benar-benar yakin akan menghancurkannya. Dalam beberapa laga saya masuk dengan game plan dan mengikutinya, tetapi kali ini saya benar-benar merasa akan menghentikannya, titik. Saya ingin membuat pernyataan yang sangat besar.”

Jika rencana tersebut berjalan sempurna, perhatian tentu akan beralih pada langkah berikutnya bagi sang penguasa bantamweight kickboxing. Dan jagoan London itu punya ambisi besar untuk kembali menjadi raja tak terbantahkan di Muay Thai.

Haggerty sudah berulang kali menjelaskan sasaran berikutnya. Ia ingin merebut kembali Gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai yang hilang dari tangannya setelah dikalahkan “The Kicking Machine” Superlek di ONE 168: Denver pada September 2024.

Ia menutup:

“Mempertahankan sabuk ini sangat berarti bagi saya. Selalu begitu. Dan terus mempertahankan sabuk adalah tujuan utama saya.

“Tapi saya percaya setelah mempertahankan sabuk ini, Yod-IQ [Or Pimolsri] atau Rambolek [Chor Ajalaboon] akan menjadi lawan saya berikutnya.”

Selengkapnya di Berita

Jonathan Haggerty celebrates his World Title win over Yuki Yoza at ONE SAMURAI 1.
Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.
Nadaka connects with a left kick on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Rambolek vs Yod IQ at The Inner Circle 30
Seksan vs Muangthai at The Inner Circle 30 16
Nadaka Yoshinari faces off with Har Ling Om ahead of ONE SAMURAI 3
Muay Thai fighters Rambolek Chor Ajalaboon faces off with Yod-IQ Or Pimolsri ahead of The Inner Circle 30
ramboIQ
Ubaid Hussain makes his way to the ring against Isannuea Sor Sasiwat at The Inner Circle 28.
Petmuangsri Torfunfarm faces off with Gregor Thom ahead of The Inner Circle 29
Regian Eersel to defend his Muay Thai crown against George Jarvis in a highly anticipated rematch on October 2