Hasil ONE Friday Fights 168: Brazil Jatuhkan Petphupa, Menang Mutlak Dalam Duel Sengit
Brazil Aekmuangnon memutus tren dua kekalahan beruntun dengan kemenangan dalam perang tiga ronde sesama talenta Thailand berusia 20 tahun, setelah menundukkan Petphupa Aekpujean lewat keputusan mutlak di partai pendukung utama flyweight Muay Thai ONE Friday Fights 168.
Duel pada jam tayang utama Asia itu berlangsung pada Jumat, 28 Agustus, dari Lumpinee Stadium yang ikonis di Bangkok, dan langsung menyuguhkan adu serangan sejak bel pertama.
Datang berbekal kemenangan knockout dalam laga sebelumnya, Petphupa langsung mengambil inisiatif pada ronde pembuka. Ia menekan tanpa banyak basa-basi dan berulang kali menembus pertahanan lawannya dengan pukulan kanan tajam dari garis tengah.
Brazil mencoba merapatkan jarak, tetapi kesulitan menemukan timing dan kerap kalah cepat saat pertukaran dimulai. Petphupa membaca serangan yang datang dengan baik lalu membalas lewat kombinasi pukulan beruntun yang lebih akurat. Meski begitu, Brazil menunjukkan dagu kokoh dengan menyerap berbagai serangan keras tanpa sekalipun mundur.

Arah pertarungan berubah drastis pada ronde kedua. Brazil membuka ronde dengan tendangan kiri keras ke tubuh, yang membuat Petphupa membalas dengan merapat dan melepas kombinasi tinju bertenaga. Saat keduanya bertukar serangan tanpa ragu di tengah ring, celah yang dinanti Brazil akhirnya terbuka.
Ketika Petphupa masuk agresif ke jarak dekat, Brazil menyambutnya dengan siku kanan menurun yang dilepas pada waktu sempurna dan menghantam wajah kompatriotnya hingga jatuh ke kanvas. Petphupa menunjukkan semangat besar dengan bangkit sebelum hitungan kedelapan usai, tetapi Brazil tak tergoyahkan oleh balasan lawannya dan mulai mengambil kendali penuh atas momentum laga.
Sadar dirinya tertinggal di kartu penilaian, Petphupa keluar dari sudutnya pada ronde ketiga dengan satu misi jelas: membalikkan keadaan sebelum waktu habis.
Wakil Superbon Training Camp itu mengerahkan seluruh tenaga untuk memburu knockout. Ia menekan tanpa henti, menjebak lawannya, lalu menghujani Brazil dengan deretan serangan keras dari berbagai sudut. Alih-alih terpancing membalas, Brazil memilih bertahan dengan cerdas, mengandalkan ketangguhan dan ketenangannya untuk melewati badai serangan tersebut hingga bel akhir berbunyi.
Pada akhirnya, knockdown di ronde kedua menjadi pembeda utama. Ketiga juri di sisi ring sepakat memberi kemenangan mutlak kepada Brazil, sekaligus menutup penampilan impresif yang membawa rekor profesionalnya menjadi 48-15.