‘Salah Satu Akan Tumbang’ – Aslamjon Ortikov Janjikan Finis Explosif Kontra Asadula Imangazaliev Di The Inner Circle 20

Aslamjon Ortikov Jordan Estupinan ONE Fight Night 43 5

Aslamjon “El Pantera” Ortikov telah menyapu bersih setiap lawannya tanpa satu pun noda dalam rekornya. Dari dua lusin pertarungan profesional, semuanya berbuah kemenangan impresif. Kini, laju tanpa kekalahan itu membawanya pada lawan yang menempuh jalur dominan yang sama.

Pada Jumat, 26 Juni, Ortikov akan berhadapan dengan sesama petarung tak terkalahkan Asadula “The Dagestan Ninja” Imangazaliev untuk memperebutkan gelar Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai yang lowong dalam partai utama The Inner Circle 20.

Ajang akbar tersebut akan berlangsung pada jam tayang utama Asia dari arena bersejarah Lumpinee Stadium di Bangkok, Thailand, dan disiarkan secara eksklusif melalui live.onefc.com.

Bersama-sama, kedua striker elite ini membawa rekor gabungan 36-0 dengan 22 kemenangan finis menuju laga utama tersebut. Satu petarung akan pulang dengan sabuk emas seberat 26 pound dan rekor sempurna yang tetap terjaga. Sementara yang lain akan merasakan kekalahan profesional pertama dalam kariernya.

Bagi Ortikov, kombinasi tersebut hanya mengarah pada satu hal: sebuah perang yang tak terlupakan.

Ortikov mengatakan kepada onefc.com:

“Sama-sama belum terkalahkan, dan tidak ada satu pun dari kami yang pernah dijatuhkan. Pertarungan ini akan benar-benar gila.

“Salah satu akan tumbang, dan orang itu bukan saya.”

Ortikov menjalani perebutan gelar Juara Dunia ONE pertamanya setelah memenangi seluruh 10 penampilannya di organisasi seni bela diri terbesar di dunia. Catatan sempurna itu termasuk delapan kemenangan impresif di ajang ONE Friday Fights yang membawanya meraih kontrak bernilai enam digit dan tempat permanen di roster utama ONE Championship.

Kemenangan terbarunya diraih atas sensasi Kolombia Jordan “Panda Kick” Estupinan, yang ia hentikan secara meyakinkan demi mengamankan kesempatan perebutan gelar ini.

Penampilan yang tenang dan terukur tersebut membuktikan bahwa Ortikov mampu memadukan agresivitas alami dengan disiplin dan kesabaran. Ia yakin kemampuan membaca jalannya laga akan kembali menjadi faktor penting saat menghadapi Imangazaliev.

Ortikov menjelaskan:

“Rencana saya adalah mempelajarinya di ronde pertama, melihat apa yang bisa dia lakukan, dan memahami bagaimana dia mengatur jarak.

“Kemudian di ronde kedua, saya akan menjalankan tugas saya dan menghentikannya. Rencana kami memang untuk memukul KO dia, dan kami berhasil melakukannya.”

Tugas berikutnya membawa taruhan yang jauh lebih besar dan bersejarah. Kemenangan akan menjadikan Ortikov sebagai atlet Uzbekistan pertama yang merebut gelar Juara Dunia ONE Muay Thai, mewujudkan impian yang membuatnya meninggalkan tanah kelahirannya dan membangun karier dari nol di Thailand.

Kedua penantang ini terbiasa mengendalikan jalannya laga, memaksakan permainan mereka sendiri, dan meninggalkan ring sebagai pemenang. Tidak ada satu pun dari mereka yang pernah merasakan kekalahan, dan tidak ada yang bersedia menyerahkan momentum yang membawa mereka menuju perebutan takhta divisi flyweight.

Ortikov percaya keyakinan yang sama besar itu akan membuat keduanya menolak menjalani pertarungan yang hati-hati dan sekadar mengejar angka.

Wakil TC Muaythai dan Sport Club Shakhriyor itu mengatakan:

“Ini adalah pertarungan terbesar di divisi flyweight karena kami sama-sama belum terkalahkan. Saya percaya pertarungan ini akan menjadi Fight of the Year.

“Saya tidak berpikir pertarungan ini akan berakhir lewat keputusan juri. Saya akan melakukan segalanya untuk memukul KO dia.”

Ortikov Tak Gentar Dengan Reputasi Mengerikan Imangazaliev

Di The Inner Circle 20, rasa percaya diri Aslamjon Ortikov akan diuji oleh salah satu striker paling dinamis dan menakutkan di olahraga ini.

Komentator legendaris Joe Rogan bahkan pernah menyebut Asadula Imangazaliev sebagai “petarung striking terbaik yang masih hidup,” dan rekor sempurna petarung Rusia tersebut menjadi bukti kuat dari pujian besar itu.

“The Dagestan Ninja” memiliki rekor sempurna 12-0 dengan sembilan kemenangan finis. Tendangan jarak jauhnya, pergerakan yang sulit dibaca, dan serangan berputar yang cepat berulang kali membuat lawan-lawan elite kesulitan menemukan ritme mereka.

Ortikov tidak meremehkan pencapaian tersebut maupun mempertanyakan kelayakan lawannya berada di laga perebutan gelar ini. Ia hanya menolak untuk merasa terintimidasi.

Petarung Uzbekistan itu berkata:

“Asadula adalah petarung yang sangat bagus. Kalau dia tidak bagus, dia tidak akan berada di sini untuk memperebutkan gelar.

“Dia punya kemampuan yang sangat baik dan gaya yang berbeda, bukan gaya yang biasa. Tapi saya tidak memikirkan hal-hal lain. Saya tahu mengapa saya datang ke sini. Saya hanya harus mewujudkan impian saya.”

Jangkauan dan senjata jarak jauh Imangazaliev telah menimbulkan masalah besar bagi setiap lawan yang dihadapinya. Terbaru, ia memukul KO legenda hidup Thailand Nong-O Hama pada ronde kedua di ONE Friday Fights 147 pada Maret lalu.

Namun, karena gagal memenuhi batas berat badan, petarung berusia 22 tahun itu tidak memenuhi syarat untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai yang saat itu lowong.

Ortikov yakin kecepatan dan footwork miliknya akan memungkinkannya mengatasi senjata jarak jauh sang lawan. Alih-alih terjebak dalam jangkauan tendangan keras petarung Rusia tersebut, ia berencana memanfaatkan mobilitasnya untuk mengontrol jarak, mengantisipasi sudut serangan yang tidak biasa, dan membuka ruang bagi serangannya sendiri.

“El Pantera” menjelaskan:

“Saya percaya pada kemampuan saya. Saya tahu saya punya kecepatan dan footwork yang bagus, dan saya percaya bisa mengatasi senjata jarak jauhnya.

“Kecepatan dan footwork saya lebih baik. Saya akan menggunakan semuanya dalam pertarungan ini. Saya akan memakai setiap senjata yang saya miliki untuk menang.”

Petarung Uzbekistan yang belum terkalahkan itu juga meyakini bahwa kombinasi unik antara pengalaman, tekanan konstan, dan kemampuan finis yang dimilikinya merupakan sesuatu yang belum pernah dihadapi Imangazaliev sebelumnya.

Meski petarung Rusia tersebut telah mengalahkan nama-nama besar seperti Kongthoranee Sor Sommai dan Panpayak “The Angel Warrior” Jitmuangnon, Ortikov yakin tidak satu pun dari mereka memiliki perpaduan atribut berbahaya yang akan ia bawa ke Lumpinee Stadium.

Ia menutup:

“Dia punya rekor kemenangan yang bagus. Dia mengalahkan Nong-O dan Kongthoranee, tetapi dia belum pernah menghadapi petarung seperti saya.

“Saya lebih baik darinya karena kecepatan, kekuatan, dan tekanan saya.”

Selengkapnya di Berita

Asadula Imangazaliev faces off with Aslamjon Ortikov ahead of their Muay Thai World Title fight
Aslamjon Ortikov Jordan Estupinan ONE Fight Night 43 5
Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 9 scaled
Stamp Fairtex Ham Seo Hee ONE Fight Night 14 75 scaled
Denice Zamboanga Alyona Rassohyna ONE Fight Night 27 75 scaled
Kana Morimoto Stamp Fairtex ONE 173 18 scaled
Allycia Hellen Rodrigues Phetjeeja Lukjaoporongtom The Inner Circle 19 3 scaled
Roman Kryklia Samet Agdeve The Inner Circle 19 6 scaled
Rifdean Masdor Javad Mozafari The Inner Circle 19 12 scaled
AllyciaHellenRodrigues Phetjeeja Faceoff 1920X1280 scaled
AyakaMiura VictoriaSouza 1200X800
Tomyamkoong AnarMammadov ONEFridayFights158 TheInnerCircle18 scaled