Tentang Elbek Alyshov
Lahir di Rusia dari orang tua asal Azerbaijan, Alyshov tumbuh besar dengan segala kenyamanan yang dapat diberikan oleh keluarganya. Namun, ia kemudian menyadari bahwa kenyamanan dan kemudahan bukanlah hal yang sama.
Alyshov mulai berlatih di atas matras saat baru berusia enam tahun, khususnya mendalami judo dan sambo. Ia kemudian berkompetisi dalam lebih dari 400 turnamen di kedua disiplin bela diri tersebut.
Fondasi grappling yang dimilikinya begitu kuat. Sebagai pemegang sabuk hitam Japanese Jiu-Jitsu, Alyshov melakoni debut MMA profesionalnya pada 2017 saat berusia 18 tahun dan langsung mencuri perhatian dengan kemenangan lewat submission. Hasil itu menjadi pertanda akan berbagai pencapaian berikutnya. Ia terus mempertahankan rekor tak terkalahkan dan mengakhiri semua pertarungannya kecuali satu sebelum batas waktu, yang menarik perhatian ONE Championship. Organisasi tersebut merekrutnya pada 2025, dan ia kembali mencatatkan dua kemenangan lewat submission untuk membuktikan kepada para penggemar di seluruh dunia bahwa dirinya adalah kontender serius di divisi MMA bantamweight.
Namun, di balik setiap kemenangan tersebut, tersimpan perjuangan yang jarang diketahui orang. Sejak berusia 14 tahun, Alyshov diam-diam harus menghadapi berbagai masalah kesehatan kronis. Ia tetap berkompetisi di level tertinggi sembari menanggung gangguan pada lambung, tenggorokan, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Meski menjalani kariernya sembari menghadapi penyakit dan berbagai kesulitan, ia menolak menganggap semua itu sebagai kelemahan. Bagi Alyshov, bertarung sambil menahan rasa sakit bukanlah hambatan. Ia percaya bahwa ada kekuatan yang lebih besar dalam dirinya yang mampu membawanya menuju kemenangan, apa pun kondisi yang dihadapinya.
Motivasi Alyshov jauh melampaui ambisi meraih sabuk emas. Ia bermimpi untuk menafkahi keluarganya yang hingga kini belum memiliki rumah sendiri, sekaligus menjadi simbol kebanggaan bagi negaranya. Ia percaya bahwa meraih Gelar Juara Dunia ONE akan menjadi tonggak bersejarah bagi perkembangan MMA yang tengah melesat pesat di Azerbaijan, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi penerus di negara tersebut.
Rekor ONE Championship
Hasil Gelaran
| Hasil | Olahraga | Metode | Ronde | Metode dan ronde | Lawan | Lawan dan gelaran | Negara | Tanggal | Gelaran | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
MENANG
MMA
TKO
TKO
R2 (2:52)
|
MMA |
TKO
R2 (2:52)
|
R2 (2:52) |
|
Enkh-Orgil BaatarkhuuMongolia
|
Mongolia |
ONE Friday Fights 164 & The Inner Circle 24 |
|||||
|
MENANG
MMA
Submission
SUB
R2 (3:24)
|
MMA |
Submission
R2 (3:24)
|
R2 (3:24) |
|
Carlo Bumina-angFilipina
|
Filipina |
ONE Fight Night 37 |
|||||
|
MENANG
MMA
Submission
SUB
R2 (1:17)
|
MMA |
Submission
R2 (1:17)
|
R2 (1:17) |
|
Jeremy PacatiwFilipina
|
Filipina |
ONE Fight Night 34: Eersel Vs. Jarvis |
|||||