Kisah Ramadan Ondash Menyeimbangkan Adrenalin Dalam Muay Thai, Jet Ski, Dan Mimpi Memiliki Supercar

Chartpayak Saksatoon Ramadan Ondash ONE Friday Fights 114 30 scaled

Di dalam ring, Ramadan “The Scorpion” Ondash bertarung seolah hidupnya selalu berada dalam mode kecepatan penuh.

Seniman knockout itu dengan cepat menjelma menjadi salah satu bintang muda paling eksplosif di ONE Friday Fights berkat tekanan tanpa henti, daya ledak luar biasa, dan keberaniannya melangkah langsung ke tengah kekacauan.

Kini, fenomena asal Lebanon berusia 19 tahun tersebut tengah bersiap menghadapi tantangan besar berikutnya saat berjumpa Suriyanlek Por Yenying dalam duel Muay Thai kelas flyweight yang sangat dinantikan di The Inner Circle. Ajang tersebut akan disiarkan secara eksklusif untuk pelanggan melalui live.onefc.com pada Jumat, 29 Mei, dari Lumpinee Stadium yang legendaris di Bangkok.

Namun di luar ring, Ondash tetaplah seorang remaja yang mencari adrenalin dengan caranya sendiri.

Di sela-sela pemusatan latihan yang berat, sesi sparring keras, dan persiapan pertandingan yang menguras tenaga, striker Tiger Muay Thai itu menghabiskan banyak waktu luangnya dengan bermain jet ski bersama teman-temannya di Lebanon, terutama saat musim panas tiba.

Aktivitas berkecepatan tinggi tersebut menjadi salah satu cara favoritnya untuk melepas penat dari kerasnya dunia bela diri profesional, sekaligus memuaskan kecintaannya terhadap sensasi yang sama seperti yang terlihat dalam gaya bertarung agresifnya.

Ia berkata:

“Saat musim panas di Lebanon, saya selalu bermain jet ski bersama teman-teman. Ada beberapa tempat yang sangat indah di wilayah selatan Lebanon.

“Bermain jet ski saat musim panas sangat menyenangkan. Biasanya saya pergi bersama teman-teman untuk menikmati hidup. Saya sudah melakukannya selama dua tahun terakhir. Rasanya menyenangkan dan penuh kebahagiaan. Saya pergi setiap Sabtu dan Minggu. Kalau hari kerja tidak bisa karena ada latihan, pekerjaan, dan lain-lain.”

Menurut Ondash, ini bukan sekadar hobi akhir pekan biasa.

Striker remaja itu bahkan menyebut dirinya sudah sangat mahir di atas air dan mengaku menikmati risiko serta ketidakpastian yang datang saat memacu jet ski dalam kecepatan tinggi.

Dalam banyak hal, mentalitasnya saat mengendarai jet ski terdengar sama persis dengan cara ia menjalani pertarungan Muay Thai.

Ia menjelaskan:

“Saya sangat bagus dalam hal itu, sangat profesional. Gila rasanya. Saya bisa melakukan lompatan dan banyak hal lainnya. Saya tidak takut. Kalaupun jatuh ke air, saya tinggal berenang.

“Itu cara yang menyenangkan untuk bersenang-senang. Bagus untuk memacu adrenalin. Membuat saya melupakan semuanya.”

Kesuksesannya yang melesat di ONE Championship juga mulai memungkinkan Ondash membeli berbagai hal yang dulu terasa mustahil saat masih kecil.

Setelah bertahun-tahun hidup sederhana sambil fokus berlatih dan bertarung, talenta Lebanon itu mengungkapkan bahwa ia berhasil membeli jet ski miliknya sendiri sekitar setahun lalu berkat pencapaiannya di panggung global.

Ia mengatakan:

“Saya sudah punya satu. Saya membelinya musim panas lalu, sekitar setahun yang lalu. Harganya tidak terlalu mahal, mungkin sekitar US$6.000 sampai US$7.000 (Rp106 – 125 juta). Penuh warna dan sangat indah.

“Waktu kecil saya tidak punya mimpi apa pun. Yang saya lakukan hanya berlatih dan bertarung. Sekarang saya punya uang, kontrak, dan semuanya. Tapi saya masih ingin lebih banyak lagi. Saya ingin membeli rumah atau mobil. Dulu semuanya terasa mahal, tapi sekarang saya bisa membelinya.”

Ramadan Ondash Memimpikan Supercar Dan Masa Depan Yang Lebih Indah

Jet ski hanyalah salah satu bagian dari obsesi Ramadan Ondash terhadap kecepatan.

Seperti banyak remaja lainnya, petarung Lebanon itu sangat menggemari supercar dan bahkan sudah tahu mobil mana yang berada di posisi teratas daftar impiannya.

Sang spesialis knockout mengaku salah satu target terbesarnya di luar dunia tarung adalah memiliki Mercedes-AMG GT 63. Ia juga kerap membayangkan dirinya mengendarai Lamborghini atau Ferrari seiring karier profesionalnya terus berkembang.

Bagi Ondash, mobil-mobil tersebut bukan sekadar simbol kemewahan. Semuanya menjadi bukti sejauh mana seni bela diri telah mengubah hidupnya dan seberapa besar masa depan yang masih menantinya.

“The Scorpion” berkata:

“Tentu saya punya mobil impian. Mobil impian saya adalah Mercedes-AMG GT 63. Mobil itu sangat indah, tapi cukup mahal. Mungkin kalau saya bisa bertarung melawan seseorang seperti Takeru Segawa, saya bisa membelinya dari hasil pertandingan itu. Tapi sayangnya Takeru sudah pensiun.

“Saya juga suka Lamborghini dan Ferrari. Mobilnya kecil, tapi sangat indah. Sekarang memiliki mobil seperti itu bukan hal yang mustahil lagi. Mungkin satu atau dua tahun lagi.”

Meski menikmati gagasan tentang kecepatan, kemewahan, dan adrenalin, jawaban Ondash saat ditanya siapa yang ingin ia dudukkan di kursi penumpang justru memperlihatkan sisi lain dirinya.

Jawabannya muncul tanpa berpikir panjang.

Petarung Lebanon itu berkata:

“Pacar. Saat ini saya belum punya yang resmi, tapi saya sedang dekat dengan seseorang. Kami cukup dekat.”

Di tengah popularitasnya yang terus meningkat dan perhatian yang datang dari penggemar di berbagai negara, Ondash tetap sangat selektif dalam urusan hubungan dan memilih gaya hidup yang jauh lebih sederhana dibanding bayangan banyak orang tentang seorang atlet muda yang sedang naik daun.

Ia mengungkapkan bahwa meski sering menerima pesan dari perempuan di berbagai negara, ia ingin memiliki pasangan yang jauh dari kehidupan pesta, rokok, dan budaya malam.

Sebaliknya, “The Scorpion” berharap suatu hari nanti dapat membangun kehidupan yang tenang dan bermakna, dengan keluarga, stabilitas, dan keyakinan sebagai fondasi utama.

Ia menutup:

“Saya tidak suka perempuan yang suka berpesta. Saya ingin perempuan baik-baik yang tidak merokok dan tidak pergi ke pesta. Saya ingin perempuan yang hidup sehat dan sederhana.”

Selengkapnya di Fitur

Chartpayak Saksatoon Ramadan Ondash ONE Friday Fights 114 30 scaled
Ramadan Ondash Pichitchai PK Saenchai ONE Friday Fights 61 25 scaled
ReugReug
Kade Ruotolo Nicolas Vigna ONE 171 41 scaled
Hyu Suablack Tor Pran49 ONE Fight Night 41 7 scaled
Rodtang Jitmuangnon Takeru Segawa ONE 172 127 scaled
Sam A Gaiyanghadao Zhang Peimian ONE 169 36 scaled
Ali Saldoev Black Panther ONE Fight Night 23 20 scaled
Alexis Nicolas Regian Eersel ONE Fight Night 25 38 scaled
nongoasa
nabilrambo
Yonis Anane Riamu Matsumoto ONE Friday Fights 142 2 scaled