‘Saya Ingin Dicintai Semua Orang’ – Rodtang Bicara Tekanan, Masalah Berat Badan, Dan Misi Penebusan Di ONE SAMURAI 1

Rodtang Jitmuangnon Takeru Segawa ONE 172 127 scaled

Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon dikenal lewat gaya bertarung agresif tanpa henti dan daya tahan luar biasa. Namun di balik sosok ada petarung yang sadar betul akan besarnya ekspektasi saat berlaga di level tertinggi.

Bintang asal Thailand ini akan menghadapi Takeru “Natural Born Krusher” Segawa dalam rematch yang dinantikan untuk memperebutkan sabuk interim ONE Flyweight Kickboxing, di ONE SAMURAI 1 pada Rabu, 29 April, dari Ariake Arena, Tokyo, Jepang.

Laga ini juga menjadi pertarungan terakhir Takeru, sehingga terasa semakin dramatis.

Sebagai superstar global sekaligus kebanggaan Thailand, setiap penampilan Rodtang membawa makna lebih dari sekadar hasil di dalam ring.

Meski ia pernah menghentikan Takeru hanya dalam 80 detik pada pertemuan pertama di ONE 172, Rodtang tahu laga ini tetap menuntut fokus dan intensitas penuh – hal yang selalu menjadi ciri khasnya di ONE Championship.

Ia tidak menghindari tekanan tersebut:

“Tentu saja setiap laga itu penting. Tidak ada laga yang bisa saya jalani dengan santai. Semua ada tekanannya.

“Saya bertarung di panggung dunia. Tekanannya jelas besar. Di setiap laga, kami membawa nama Thailand. Kami adalah petarung Thailand. Tidak ada yang ingin kalah. Saya juga tidak ingin dikalahkan siapa pun.”

Kemenangan di Tokyo akan membawa “The Iron Man” masuk ke jajaran langka sebagai Juara Dunia dua cabang olahraga di ONE, sekaligus memperkuat legasinya sebagai seorang olahragawan.

Namun, jalan menuju titik itu tidak selalu mulus.

Pada November 2024, Rodtang kehilangan sabuk ONE Flyweight Muay Thai World Title saat timbang badan jelang laga di ONE 169. Momen itu membuatnya harus menghadapi kritik publik dan kekecewaan pribadi.

Alih-alih menghindar, petarung 28 tahun itu memilih untuk menghadapinya secara langsung sebagai bagian dari tanggung jawab di level tertinggi:

“Beberapa orang bilang saya kehilangan sabuk karena kesalahan saya sendiri. Saya rasa semua orang bisa melakukan kesalahan, di profesi apa pun. Kalau kesalahan itu dari saya, saya bisa memperbaikinya.

“Dalam pertarungan, saya tidak pernah setengah-setengah. Saya selalu memberikan segalanya. Saya yakin saya cukup serius untuk mengalahkan siapa pun yang saya hadapi.”

Rodtang Bicara Tentang Rintangan Berat Badan & Tekanan Mental

ONE Championship menerapkan sistem hidrasi ketat demi menjaga keselamatan atlet agar bisa tampil dalam kondisi prima tanpa mengorbankan faktor kesehatan

Bagi Rodtang, yang sudah lama bertarung di flyweight, proses ini menuntut keseimbangan dan disiplin tinggi antara menjaga kondisi tubuh dan menurunkan berat badan.

Ia menjelaskan:

“ONE sangat ketat soal timbang badan dan kadar air. Ini sangat menantang untuk semua petarung, termasuk saya yang sudah berpengalaman. Kita harus tetap terhidrasi sambil menurunkan berat badan.

“Jujur, ini sangat sulit. Tapi semua orang bisa melakukannya. Hanya saja, suatu hari saya melakukan kesalahan itu. Itu tidak terhindarkan. Saya terima kenyataannya dan terus maju.”

Meski sistem ini dibuat demi keselamatan, tanggung jawab tetap ada di tangan atlet.

Dampak emosional dari kegagalan itu bisa bertahan lama, namun atlet asal sasana Jitmunangnon tidak membiarkannya mendefinisikan dirinya sebagai petarung.

Ia tetap menjalani karier dengan pola pikir yang sama yang berlandaskan pada pengalaman dan kesadaran diri:

“Saya sudah bertarung seperti ini selama tujuh atau delapan tahun. Memang melelahkan, tapi saya tetap ingin melakukannya. Kalau saya naik ke kelas yang lebih berat, akan banyak kerugian dan saya bisa lebih mudah cedera.

“Jadi saya memilih bertahan di kelas ini selama mungkin, meski melelahkan. Saya yakin suatu saat akan berhasil di beberapa laga.”

Pandangan jangka panjang ini menunjukkan pemahaman Rodtang terhadap batas tubuhnya dan tuntutan profesinya, tanpa mengurangi ambisinya untuk terus mengukir prestasi di organisasi seni bela diri terbesar di dunia.

Menjelang duel melawan Takeru di ONE SAMURAI 1, fokusnya bukan hanya soal performa, tetapi juga bagaimana ia dipandang oleh para penggemar di seluruh dunia.

Dalam olahraga yang sering hanya dinilai dari menang atau kalah, ia percaya ada makna yang lebih besar dari setiap pertarungan.

Ia menutup:

“Saya ingin dicintai semua orang, karena ini olahraga. Ada yang menang, ada yang kalah. Saya ingin dunia, termasuk fans Takeru di Jepang, bisa menghargai saya dan Takeru.”

Selengkapnya di Berita

Yuki Yoza Superlek ONE 173 27
Rodtang Jitmuangnon Takeru Segawa ONE 172 42 scaled
Dzhabir Dzhabrailov Chase Mann ONE Fight Night 42 2 scaled
Anatoly Malykhin Oumar Kane ONE 169 16 scaled
Superlek vs Abdulla Dayakaev scaled
Dzhabir Dzhabrailov Chase Mann ONE Fight Night 42 8 scaled
Sam A Gaiyanghadao Elmehdi El Jamari ONE Fight Night 42 14 scaled
Joshua Perreira Gilbert Nakatani ONE Fight Night 42 9 scaled
Regian Eersel Rungrawee Sitsongpeenong The Inner Circle April 10 2 scaled
ChaseMann DzhabirDhabrailov SplitScreen 1200X800
RegianEersel RungraweeSitsongpeenong 1920X1280 scaled
Regian Eersel Alexis Nicolas ONE Fight Night 30 132 scaled