Abdulla Dayakaev Dan Superlek Resmi Jalani Rematch Sengit Di The Inner Circle 7 Agustus

Abdulla Dayakaev Superlek The Inner Circle May 15 11

ONE Championship resmi mengonfirmasi rematch yang sangat dinantikan antara spesialis knockout Rusia Abdulla “Smash Boy” Dayakaev dan ikon striking Thailand “The Kicking Machine” Superlek, hanya beberapa bulan setelah pertarungan kontroversial mereka memecah pendapat dunia seni bela diri.

Rematch blockbuster Muay Thai kelas bantamweight tersebut akan berlangsung di The Inner Circle pada Jumat, 7 Agustus. Disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia melalui live.onefc.com dari Lumpinee Stadium yang prestisius di Bangkok, Thailand, duel ini memberi kedua striker elite kesempatan sempurna untuk menuntaskan rivalitas mereka secara definitif.

Pertemuan pertama mereka di The Inner Circle pada 15 Mei lalu menghadirkan semua yang diharapkan penggemar, bahkan lebih. Sejak bel pertama berbunyi, jelas bahwa ini bukan pertarungan biasa.

Dayakaev membuka laga dengan brutal. Straight kanan keras menjatuhkan Superlek untuk hitungan delapan pada ronde pertama dan langsung mengguncang seluruh Lumpinee Stadium. Legenda Thailand itu berhasil bangkit dan mencoba menemukan kembali ritmenya, tetapi dampak knockdown awal tersebut terus membayangi sepanjang laga.

Namun Superlek merespons layaknya seorang juara dunia sejati. Ia meningkatkan volume serangannya secara drastis pada ronde kedua, mendaratkan elbow keras dan tendangan kanan menghantam tubuh sambil menyerang lewat lutut di clinch untuk perlahan membalikkan keadaan. Memasuki ronde ketiga, ikon Thailand itu tahu persis apa yang harus dilakukan.

Superlek tampil seperti orang kesurupan, terus memburu tubuh dan tulang rusuk Dayakaev lewat serangan lutut tanpa henti di clinch sambil menambah tekanan demi meyakinkan para juri.

Ronde terakhir jelas menjadi milik Superlek, tetapi defisit besar akibat knockdown di ronde pertama terlalu berat untuk dikejar. Dua dari tiga juri akhirnya memberikan kemenangan split decision tipis kepada Dayakaev, sekaligus menghadiahkan petarung kelahiran Dagestan itu kemenangan terbesar dalam karier profesionalnya.

Begitu hasil diumumkan, perdebatan global langsung pecah. Penggemar, pengamat, hingga pundit terbelah dua, dengan banyak pihak merasa Superlek telah melakukan cukup banyak pada ronde kedua dan ketiga untuk memenangkan laga. Namun keputusan juri tetap berdiri.

Satu hal yang disepakati semua orang adalah bahwa kedua petarung belum benar-benar mendapatkan jawaban pasti soal siapa yang lebih unggul, dan rematch bukan hanya layak terjadi, tetapi mutlak diperlukan.

Kini momen itu akhirnya tiba.

Bagi Dayakaev, kemenangan kedua beruntun atas Superlek akan membungkam seluruh kritik terhadap hasil laga pertama dan mengukuhkan petarung 24 tahun itu sebagai salah satu contender Muay Thai kelas bantamweight paling berbahaya di dunia.

Sementara bagi Superlek, taruhannya jauh lebih mendesak. Wakil Superlek Muaythai berusia 30 tahun itu membawa rekor karier luar biasa 139-32 ke rematch ini, tetapi tiga kekalahan beruntun mulai menciptakan bayangan asing dalam fase akhir karier seorang legenda yang dulu tampak tak tersentuh.

Selengkapnya di Berita

Jaradchai Maxjandee punches Othman Rhouni at ONE Friday Fights 161
Petsiam Jor Patreeyakelasiamsurin punches Ryuki Matsuda at ONE Friday Fights 130
Joshua Pacio celebrates his ONE World Title victory over Mansur Malachiev at The Inner Circle 21
Shozo Isojima punches Eduard Folayang at The Inner Circle 21
Jonathan Haggerty faces former king Hiroki Akimoto in Tokyo
Joshua Pacio faces off with Mansur Malachiev ahead of their rematch at The Inner Circle 21
Photo collage of Lito Adiwang and Antonio Cesar
Johan Ghazali and Ramadan Ondash 1 scaled
Rifdean Masdor celebrates his win against Nongbia LaoLaneXang at ONE Friday Fights 107.
ramboIQ
Numsurin Chor Ketwina showed no mercy against Songchainoi Kiatsongrit at ONE Friday Fights 160.
British Muay Thai fighter George Jarvis punches Rungrawee Sitsongpeenong to the head