Asadula Imangazaliev Dan Aslamjon Ortikov Berebut Gelar Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Di The Inner Circle 26 Juni

Asadula Imangazaliev and Aslamjon Ortikov scaled

ONE Championship resmi menghadirkan laga perebutan gelar yang telah lama dinantikan para penggemar seni bela diri.

Pada Jumat, 26 Juni, mesin knockout asal Rusia Asadula “The Dagestan Ninja” Imangazaliev akan berhadapan dengan jagoan Uzbekistan Aslamjon Ortikov untuk memperebutkan Gelar Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai yang saat ini kosong di The Inner Circle.

Duel bergengsi ini akan berlangsung pada jam tayang utama Asia di arena legendaris Lumpinee Stadium, Bangkok, Thailand, dan disiarkan secara eksklusif melalui live.onefc.com. Partai utama ini mempertemukan dua petarung tak terkalahkan paling dominan di dunia striking yang memiliki rekor gabungan 36-0 dengan 22 kemenangan finis.

Laga perebutan sabuk ini juga menjadi kesempatan penebusan sempurna bagi salah satu spesialis knockout paling berbahaya di dunia.

Imangazaliev, yang berusia 22 tahun, datang dengan rekor striking sempurna 12-0, catatan 8-0 di ONE Championship, serta sembilan kemenangan finis.

Wakil Team Mehdi Zatout dan Team Chingiz Allazov itu tampil luar biasa sepanjang kariernya di ONE. Tujuh dari delapan kemenangannya diraih lewat knockout, memperlihatkan daya hancur yang terus menghantui divisi flyweight Muay Thai.

Pertarungan terakhirnya menghadirkan dua sisi yang berbeda sekaligus. Saat menghadapi legenda Muay Thai Nong-O Hama untuk memperebutkan sabuk yang kosong, Imangazaliev gagal memenuhi batas berat badan sehingga tidak berhak merebut gelar meski akhirnya keluar sebagai pemenang. Meski demikian, ia tetap mencatatkan kemenangan KO spektakuler pada ronde kedua atas ikon Thailand tersebut.

Kini, kesempatan yang selama ini diimpikannya kembali hadir.

Sepanjang kiprahnya di ONE, Imangazaliev telah mengoleksi kemenangan penting atas lawan-lawan elite seperti mantan Juara Dunia Muay Thai Rajadamnern Stadium Kongthoranee Sor Sommai dan Juara Dunia Muay Thai tujuh kali Panpayak Jitmuangnon.

Dikenal berkat gaya bertarung eksplosif dan kemampuan mengakhiri laga dari berbagai situasi, Imangazaliev memiliki salah satu arsenal serangan paling berbahaya di divisi ini. Pukulan keras, tendangan bertenaga, tendangan kapak, hingga teknik-teknik serangan berputar membuatnya selalu menjadi ancaman dari mana saja.

Namun, lawannya datang dengan modal yang sama mengesankannya.

Ortikov yang berusia 23 tahun mewakili TC Muaythai dan Sport Club Shakhriyor dengan rekor striking sempurna 24-0, termasuk 13 kemenangan finis dan catatan 10-0 di ONE Championship.

Sejak menjalani debutnya di organisasi seni bela diri terbesar di dunia, sensasi Uzbekistan tersebut tampil nyaris tak terbendung. Sejumlah petarung Thailand papan atas telah mencoba menghentikannya, tetapi semuanya gagal memberikan kekalahan pertama dalam karier profesionalnya.

Berbekal kemenangan TKO impresif atas Jordan “Panda Kick” Estupinan awal bulan ini, Ortikov langsung menyatakan dirinya siap memperebutkan gelar juara dunia.

Kini, kesempatan itu akhirnya datang. Ia berpeluang menjadi Juara Dunia Muay Thai ONE pertama asal Uzbekistan sekaligus mencetak sejarah bagi negaranya.

Sepanjang perjalanan sempurnanya di ONE, Ortikov menunjukkan kemampuan untuk menang lewat berbagai cara. Ia mampu mengendalikan laga hingga keputusan juri maupun mengakhirinya secara meyakinkan sebelum bel terakhir berbunyi. Striking yang lengkap serta kemampuan beradaptasi membuatnya menjadi salah satu petarung paling komplet di divisi flyweight.

Dua rekor sempurna akan bertabrakan di Lumpinee Stadium. Salah satunya akan berakhir, sementara yang lain akan melangkah menuju kejayaan.

Bagi Imangazaliev, kemenangan akan menegaskan statusnya sebagai salah satu spesialis knockout terbaik di dunia sekaligus membuktikan bahwa kemenangan atas Nong-O hanyalah awal dari dominasinya.

Bagi Ortikov, menaklukkan petarung Rusia yang menakutkan itu dan menjadi juara dunia akan mengukuhkan legitimasi rekor sempurnanya sekaligus menjadikannya pionir bersejarah bagi Uzbekistan.

Pada 26 Juni, hanya satu petarung yang akan meninggalkan ring dengan sabuk emas di pinggangnya.

Selengkapnya di Berita

fabjones
Asadula Imangazaliev and Aslamjon Ortikov scaled
Kongthoranee Sor Sommai Nong O Hamante Leon ONE Fight Night 31 104 scaled
stampcynth
Kongsuk Sitsarawatsuer Khakimov Anisjon ONE Friday Fights 156 12 scaled
Mongkoldetlek Por Pim on Ruslan Tuktarov ONE Friday Fights 156 4 scaled
Ramadan Ondash Suriyanlek Por Yenying The Inner Circle May 29 17 scaled
Chartpayak Saksatoon Ramadan Ondash ONE Friday Fights 114 57 scaled
RamadanOndash Suriyanlek OFF156 Faceoffs scaled
Abdulla Dayakaev Superlek The Inner Circle May 15 11
Rustam Yunusov Decho Mavinn Muaythai ONE Friday Fights 155 12 scaled
Yod IQ Or Pimolsri Kiamran Nabati The Inner Circle May 22 18 scaled