‘Kini Saya Merasa Lebih Bertenaga’ – Ramadan Ondash Siap Tampil Berbeda Dalam Debut Flyweight Kontra Suriyanlek Di The Inner Circle

Chartpayak Saksatoon Ramadan Ondash ONE Friday Fights 114 57 scaled

Fenomena asal Lebanon Ramadan “The Scorpion” Ondash sudah menunjukkan daya ledak luar biasa di divisi strawweight. Kini, setelah naik kelas, para penggemar mungkin akan melihat versi dirinya yang benar-benar berbeda.

Setelah mencatat empat kemenangan impresif dan menjatuhkan lawan berkali-kali dalam lima penampilannya di ONE Friday Fights, petarung berusia 19 tahun itu kembali beraksi menghadapi Suriyanlek Por Yenying dalam duel Muay Thai kelas flyweight yang sangat dinantikan di The Inner Circle pada Jumat, 29 Mei.

Ajang tersebut akan disiarkan secara eksklusif untuk pelanggan melalui live.onefc.com dari Lumpinee Stadium yang legendaris di Bangkok.

Ondash datang ke laga ini dengan misi kebangkitan setelah mengalami kekalahan pertama dalam kariernya di ONE Championship, yakni dalam pertarungan sengit dan emosiona melawan Aliff Sor Dechapan di ONE Fight Night 38 pada Desember lalu.

Meski rematch melawan petarung Thailand-Malaysia itu masih menjadi salah satu target jangka panjangnya, Ondash dan timnya merasa divisi flyweight adalah langkah alami berikutnya dalam perkembangan kariernya.

Ia menjelaskan:

“Tubuh saya berubah karena saya tidak punya lemak, hanya otot. Tim saya mengatakan naik kelas akan lebih baik untuk saya karena sekarang saya merasa lebih kuat, lebih bertenaga, dan punya kondisi fisik yang lebih baik. Kondisi saya sangat bagus.

“Minggu depan kalian akan melihat Ramadan yang berbeda. Berbeda dari sebelumnya. Lebih santai. Lebih tenang. Saya sedikit mengubah pola pikir saya.”

Keputusan naik kelas bisa menjadi kabar buruk bagi para rivalnya.

Di usia yang masih 19 tahun, Ondash masih terus berkembang secara fisik. Menurutnya, tambahan ukuran tubuh dan kebebasan yang ia rasakan di divisi flyweight membuat dirinya tampil lebih tajam, lebih kuat, dan lebih lengkap selama menjalani pemusatan latihan.

Yang lebih penting, sensasi asal Lebanon itu yakin para penggemar akan melihat versi dirinya yang jauh lebih tenang dan matang saat menghadapi Suriyanlek.

Veteran Thailand tersebut memiliki rekor profesional impresif 85-21 dan dikenal sebagai salah satu petarung paling konsisten di ONE Friday Fights berkat tekanan tanpa henti, daya tahan luar biasa, dan keberanian bertukar serangan keras.

Meski begitu, “The Scorpion” terdengar lebih antusias daripada khawatir menghadapi lawannya.

Ia berkata:

“Dia petarung yang hebat. Tangannya bagus, kuat, dan bertenaga. Ini akan menjadi pertarungan yang sangat bagus.”

Secara gaya bertarung, duel ini memang berpotensi menghadirkan aksi spektakuler.

Berbeda dengan Aliff yang mengandalkan pergerakan, Suriyanlek lebih suka terus maju dan bertukar kombinasi keras dalam jarak dekat. Situasi seperti itulah yang selama ini menjadi habitat terbaik bagi Ondash.

Namun, petarung Tiger Muay Thai itu mengisyaratkan bahwa dirinya tidak akan tampil dengan pendekatan yang sama seperti sebelumnya. Dikenal lewat kombinasi tinju tajam dan tekanan agresif, Ondash mengaku telah menambah sejumlah senjata baru menjelang debut flyweight-nya.

Ia mengatakan:

“Mungkin akan ada lebih banyak tendangan kali ini. Saya berlatih sangat keras untuk pertarungan ini. Hampir tiga bulan. Bahkan saat Ramadan saya tetap berlatih. Saya tidak pernah berhenti berlatih.

“Saya ingin memberikan yang terbaik dan menunjukkan kepada para penggemar siapa sebenarnya Ramadan Ondash.”

Ramadan Ondash Bidik Duel Impian Melawan Johan Ghazali

Bahkan sebelum memasuki ring menghadapi Suriyanlek Por Yenying, Ramadan Ondash sudah mengetahui siapa lawan yang ingin ia hadapi berikutnya: Johan “Jojo” Ghazali.

Potensi duel antara dua spesialis knockout muda tersebut dengan cepat menjadi salah satu laga impian yang paling banyak dibicarakan penggemar Muay Thai.

Berjiwa muda, tak kenal rasa takut, sangat eksplosif, dan memiliki popularitas besar di kalangan Gen Z, keduanya dianggap sebagai calon wajah global Muay Thai di masa depan.

Menurut Ondash, laga itu sangat menjual bahkan tanpa perlu dipromosikan.

Ia berkata:

“Semua orang ingin melihat saya melawan Jojo. Kami sama-sama kuat, muda, dan memiliki masa depan yang besar. Itu akan menjadi pertarungan yang sangat indah.”

Keduanya sebenarnya sudah saling mengenal sejak lama. Ondash pertama kali bertemu Ghazali saat masih aktif di level amatir dalam berbagai turnamen IFMA, jauh sebelum mereka menjadi bintang global di ONE Championship.

Meski hubungan mereka tetap baik di luar ring, Ondash menegaskan bahwa persahabatan tidak akan berarti apa-apa saat pertarungan dimulai.

“The Scorpion” mengatakan:

“Kami berteman. Tapi di dalam ring tidak ada teman. Setelah pertarungan selesai, kami bisa berteman lagi.”

Lebih dari itu, petarung Lebanon tersebut bahkan sudah memiliki panggung impian untuk mewujudkan duel tersebut.

Setelah melihat kesuksesan besar ajang ONE SAMURAI di Jepang tahun ini, Ondash mengaku bertanding di sana menjadi salah satu target terbesarnya. Dan jika berhasil melewati Suriyanlek dengan meyakinkan, ia ingin Ghazali menjadi lawan berikutnya di Negeri Sakura.

Ondash menutup:

“Jika saya memenangkan pertarungan ini, saya ingin menghadapi Jojo di ajang ONE SAMURAI di Jepang. Saya mencintai Jepang. Bertarung di sana adalah impian saya. Saya ingin tampil di ONE SAMURAI 2 pada bulan Agustus.”

Selengkapnya di Berita

Ramadan Ondash Suriyanlek Por Yenying The Inner Circle May 29 17 scaled
Chartpayak Saksatoon Ramadan Ondash ONE Friday Fights 114 57 scaled
RamadanOndash Suriyanlek OFF156 Faceoffs scaled
Abdulla Dayakaev Superlek The Inner Circle May 15 11
Rustam Yunusov Decho Mavinn Muaythai ONE Friday Fights 155 12 scaled
Yod IQ Or Pimolsri Kiamran Nabati The Inner Circle May 22 18 scaled
Yonis Anane Liu Junchao ONE Friday Fights 114 11
Yod IQ and Kiamran Nabati face off for The Inner Circle on May 22 scaled
Tang Kai Gasanov
Anatoly Malykhin Oumar Kane The Inner Circle May 15 24 scaled
Yuki Yoza Superlek ONE 173 9 scaled
ReugReugOumarKane AnatolyMalykhin Faceoff 1920X1280 scaled