Stamp Fairtex Kembali Ke Muay Thai, Hadapi Cynthia Flores Di The Inner Circle 26 Juni
Mantan ratu tiga cabang olahraga Stamp Fairtex akhirnya resmi kembali ke akar kariernya di “seni delapan tungkai.”
Megabintang Thailand itu akan menghadapi striker eksplosif asal Meksiko Cynthia Flores dalam duel Muay Thai kelas atomweight berisiko tinggi di The Inner Circle. Pertarungan yang sangat dinantikan ini akan berlangsung pada Jumat, 26 Juni, disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia dan tersedia secara eksklusif untuk member melalui live.onefc.com.
Sebagai superstar global, Stamp berdiri sendirian dalam sejarah olahraga tarung. Wakil Fairtex Training Center tersebut masih menjadi satu-satunya atlet yang pernah merebut gelar Juara Dunia ONE di Muay Thai, kickboxing, dan MMA.
Namun bukan hanya prestasinya di dalam arena yang membuatnya dicintai penggemar. Karisma luar biasa dan kepribadiannya yang hangat di luar pertandingan menjadikan Stamp salah satu sosok paling populer di dunia seni bela diri. Kombinasi antara tiga sabuk juara dunia dan daya tarik bintangnya membuat warisannya terasa benar-benar spesial di panggung global.
Kembali Ke Akar Muay Thai
Sebelum mendominasi divisi MMA wanita 52,2 kilogram dan meraih 11 kemenangan impresif atas para atlet terbaik dunia, perjalanan bela diri Stamp dimulai dari striking. Petarung 28 tahun itu memiliki latar belakang striking elite yang ditempa lewat kerasnya sirkuit stadion Muay Thai Thailand.
Setelah merebut gelar perdana Juara Dunia ONE Atomweight Kickboxing pada 2018, Stamp mencetak sejarah sebagai juara dunia dua cabang olahraga. Ia mencapai pencapaian tersebut setelah mengalahkan legenda Amerika Janet “JT” Todd lewat keputusan mutlak untuk merebut gelar perdana Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Muay Thai di ONE: Call to Greatness pada Februari 2019.
Bintang Thailand tersebut kemudian sukses mempertahankan sabuk emasnya empat bulan berselang setelah mengalahkan sensasi Australia Alma Juniku dalam perang lima ronde di ONE: Dreams of Gold.
Namun, Stamp akhirnya kehilangan gelar itu lewat majority decision tipis dari Allycia Hellen Rodrigues di ONE: A New Breed pada Agustus 2020. Kekalahan tersebut menjadi titik balik yang membuatnya fokus penuh ke MMA, hingga akhirnya merebut gelar dunia ketiganya.
Jalan Panjang Menuju Kebangkitan
Cedera meniskus parah yang dialaminya pada Mei 2024 sempat mengancam menghentikan momentumnya dan membuatnya menepi lebih dari satu tahun. Namun sang ikon berhasil melewati proses rehabilitasi berat dan kembali ke kondisi fisik terbaiknya.
Melawan segala keraguan, Stamp akhirnya kembali bertanding di ONE 173 pada November lalu menghadapi Kana “Krusher Queen” Morimoto dalam duel kickboxing tiga ronde. Meski kalah lewat unanimous decision dari striker Jepang tersebut, sembilan menit aksi intens itu justru membuatnya semakin lapar untuk merebut kembali kejayaan.
Kini, perjalanan panjang tersebut membawanya kembali ke disiplin dasar Muay Thai untuk menghadapi lawan berbahaya dengan gaya agresif tanpa henti.
Flores mendominasi skena regional Amerika Utara lewat kerja keras sebelum akhirnya menembus panggung global. Walau sempat kalah angka dari Martyna Dominczak dan Tangtang Sor Dechapan, dua pertarungan berat itu memberinya pengalaman penting tentang level tertinggi olahraga ini.
Kini, petarung Meksiko berusia 31 tahun itu mendapatkan kesempatan terbesar dalam hidupnya melawan salah satu bintang terbesar ONE Championship. Ia tentu bertekad memanfaatkan momen emas tersebut untuk menciptakan kejutan besar.
Sementara bagi Stamp, taruhannya sama besarnya. Ia harus kembali ke jalur kemenangan dan membuktikan bahwa dirinya masih menjadi salah satu striker wanita paling berbahaya di dunia saat mereka bentrok pada Jumat, 26 Juni nanti.