Nadaka Pertahankan Gelar Atomweight Muay Thai Dengan Penampilan Kelas Dunia Atas Songchainoi Di ONE SAMURAI 1
Nadaka Yoshinari sukses mempertahankan Gelar Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai untuk pertama kalinya setelah mengalahkan “Mini-Hulk” Songchainoi Kiatsongrit lewat keputusan mutlak dalam pertarungan lima ronde di ONE SAMURAI 1, yang berlangsung di Ariake Arena, Tokyo, Jepang, pada Rabu, 29 April.
Laga ulang ini telah dinanti selama tiga tahun. Pada pertemuan pertama mereka di ajang regional di Tokyo pada April 2023, Nadaka menjatuhkan Songchainoi tiga kali untuk meraih kemenangan. Kini, dengan sabuk juara dunia ONE dipertaruhkan, petarung Thailand itu datang ke Jepang untuk membalas kekalahan tersebut.

Songchainoi memulai laga dengan hati-hati di ronde pertama, membayangi sang juara yang lincah sambil membaca pergerakannya. Di sisi lain, Nadaka tidak banyak memberi celah, hanya melancarkan serangan balik dengan presisi setiap kali kesempatan terbuka.
Pola tersebut berlanjut di ronde kedua. Petarung berusia 25 tahun dari Eiwa Sports Gym itu mampu mematahkan hampir setiap upaya serangan bersih dari lawannya. Bahkan saat meleset, ia sudah tidak berada di posisi saat Songchainoi mencoba membalas. “Mini-Hulk” sempat menemukan ritme dengan lutut-lutut solid di clinch dan sebuah pukulan kanan keras, tetapi Nadaka tetap memegang kendali.

Memasuki ronde ketiga, Nadaka mulai menggandakan volume tendangannya untuk menjaga jarak. Namun, petarung Thailand yang lebih pendek dan kokoh terus menekan. Songchainoi mulai lebih dominan di clinch, bahkan mampu mengungguli sang juara dalam pertarungan jarak dekat.
Ronde keempat menjadi yang paling ketat. Keduanya saling bertukar tendangan sejak awal, sebelum Songchainoi mengalihkan serangan ke arah tubuh. Nadaka merespons dengan pukulan tajam ke arah wajah untuk kembali menegaskan dominasinya.
Di ronde kelima dan terakhir, Songchainoi tampil agresif dengan serangan tanpa henti. Namun, Nadaka dengan cerdas menggunakan clinch untuk meredam tekanan tersebut. Meski menunjukkan semangat juang tinggi, penantang asal Thailand tidak pernah benar-benar menemukan jarak idealnya.
Pada akhirnya, Nadaka memiliki semua jawaban untuk mempertahankan gelarnya di hadapan publik tuan rumah.
Kemenangan ini menjadi momen penting bagi sang juara atomweight asal Jepang. Setelah mencetak sejarah dengan merebut sabuk perdana divisi tersebut dari Numsurin Chor Ketwina pada November lalu, Nadaka kini berdiri sebagai penguasa mutlak di divisi ini. Ia meningkatkan rekornya menjadi 67-6 sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya menjadi 41 laga.