3 Alasan Wajib Nonton The Inner Circle Pada 15 Mei
The Inner Circle terus meningkatkan levelnya, dan edisi 15 Mei menghadirkan salah satu daftar laga terbaik sejauh ini.
Disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia secara eksklusif di live.onefc.com sebelum ONE Friday Fights 154, ajang ini mempertemukan sejumlah nama besar ONE Championship di Lumpinee Stadium yang legendaris di Bangkok, Thailand.
Sabuk Juara Dunia ONE Heavyweight MMA akan dipertaruhkan, grappler sensasional kembali tampil di MMA, dan dua finisher cerdas dari divisi bantamweight Muay Thai sama-sama datang demi meraih kebangkitan mereka. Berikut tiga alasan mengapa The Inner Circle wajib masuk daftar tontonan Anda.
#1 Rematch Gelar Dunia Heavyweight MMA ONE Yang Lama Dinanti
Beberapa rematch kehilangan hype seiring waktu, tetapi yang satu ini justru semakin panas.
Juara Dunia ONE Heavyweight MMA “Reug Reug” Oumar Kane akan menjalani pertahanan gelar pertamanya melawan pria yang ia kalahkan untuk merebut sabuk tersebut, Anatoly “Sladkiy” Malykhin. Kejutan besar di laga pertama, rematch yang sempat tertunda akibat cedera, serta perang komentar selama berbulan-bulan di media sosial membuat rivalitas ini semakin memanas.
Di ONE 169 pada November 2024, Kane memasuki ring menghadapi petarung Rusia yang belum pernah kalah dan selalu menuntaskan seluruh lawannya lewat finis.
Namun setelah lima ronde brutal, kemampuan gulat Lutte miliknya, clinch yang menyesakkan, dan pukulan keras berhasil menciptakan kejutan besar. “Reug Reug” membawa Senegal ke peta olahraga tarung dunia dan menghentikan rekor tak terkalahkan yang sebelumnya terasa mustahil dipatahkan.
Kini Malykhin kembali dengan satu tujuan: penebusan. Satu-satunya juara dunia MMA tiga divisi dalam sejarah ONE ingin merebut kembali apa yang hilang dan membuktikan bahwa satu kekalahan tidak menentukan warisannya.
Dengan dua sosok raksasa dan rivalitas yang belum selesai, semuanya mengarah pada perang heavyweight yang bisa menjadi salah satu pertarungan terbesar tahun ini.
#2 Kembalinya Kade Ruotolo Setelah Cedera Panjang
Sejak pertama kali bergabung dengan organisasi seni bela diri terbesar di dunia, Kade Ruotolo langsung tampil seperti kekuatan alam yang sulit dihentikan.
Juara Dunia ONE Lightweight Submission Grappling itu mendominasi divisinya dengan efisiensi brutal, hingga berhasil mempertahankan gelarnya tiga kali sebelum akhirnya beralih ke MMA.
Petarung asal California tersebut menaklukkan tiga lawan pertamanya lewat submission ronde pertama dan membangun rekor sempurna 3-0 tanpa hambatan. Namun, cedera menghentikan momentumnya tepat ketika karier MMA-nya mulai berkembang pesat.
Alih-alih menepi dari kompetisi, petarung berusia 23 tahun itu justru membantu saudara kembarnya sekaligus Juara Dunia ONE Welterweight Submission Grappling, Tye Ruotolo, menjalani transisi ke MMA.
Kini ia kembali dalam kondisi sehat dan lapar kemenangan, memburu finish keempat beruntun sekaligus mendekat menuju sabuk lightweight MMA milik Juara Dunia dua divisi ONE, Christian “The Warrior” Lee.
Menghalangi jalannya adalah Hiroyuki “Japanese Beast” Tetsuka, veteran tangguh dengan 15 kemenangan dan 13 finish dalam kariernya. Kemenangan TKO brutal ronde kedua atas mantan Juara Dunia ONE Lightweight MMA Shinya Aoki di ONE 173 menunjukkan betapa berbahayanya petarung Jepang tersebut.
Jika mampu melewati ujian ini, Ruotolo akan semakin membuktikan dirinya layak berada di level elite MMA dunia.
#3 Bintang Bantamweight Muay Thai Berburu Kebangkitan
Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing “The Kicking Machine” Superlek dan algojo Rusia Abdulla “Smash Boy” Dayakaev datang dengan misi yang sama: bangkit kembali.
Superlek pernah dianggap sebagai salah satu striker pound-for-pound paling komplet di dunia, dengan 139 kemenangan karier dan rekor 15-3 di ONE Championship, termasuk kemenangan atas sejumlah nama terbesar dalam organisasi.
Namun, dua kekalahan beruntun dari Nabil Anane and Yuki Yoza memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depannya di divisi bantamweight.
Sementara itu, Dayakaev sebelumnya sedang melaju menuju status superstar. Empat kemenangan finish beruntun membawanya meraih kontrak enam digit serta laga penentu penantang gelar dunia di ONE Fight Night 39, sebelum langkahnya dihentikan Rambolek Chor Ajalaboon, yang kemudian merebut sabuk Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai.
Kini keduanya masuk ke dalam ring dengan tekanan besar, karena kekalahan hanya akan memperdalam keterpurukan mereka.
Presisi terukur milik Superlek melawan gaya agresif penuh finish dari Dayakaev menciptakan kontras yang sangat menarik. Akhirnya, hanya satu yang akan keluar dengan momentum kembali di tangannya.