‘Saya Berada Di Level Yang Berbeda’ – Adam Sor Dechapan Incar Kemenangan Sensasional Atas Enzo Clarisse Di The Inner Circle 8 Mei
Bintang Malaysia Adam Sor Dechapan datang ke laga berikutnya dengan momentum besar dan sebuah keyakinan penuh.
Petarung berusia 18 tahun itu akan menghadapi striker Prancis Enzo Clarisse dalam laga utama Muay Thai divisi strawweight di The Inner Circle pada Jumat, 8 Mei, yang disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia dari Lumpinee Stadium di Bangkok.
Adam memburu kemenangan ke-54 dalam kariernya sekaligus kemenangan ketiga beruntun di ONE Championship. Lebih penting lagi, ia ingin mengambil langkah besar menuju kontrak bernilai US$100.000 (Rp1,7 miliar) dan tempat di roster global ONE Championship.
Seluruh detail dalam latihannya kali ini dibangun dengan tujuan tersebut. Wakil Sor Dechapan itu meningkatkan level kekuatan fisiknya secara signifikan dan mempelajari permainan lawannya dengan serius.
Kekuatan KO milik Clarisse bukan sesuatu yang ia anggap remeh. Namun, itu juga bukan hal yang membuatnya susah tidur jelang hari pertandingan:
“Untuk laga ini, secara fisik saya jauh lebih kuat dibanding pertarungan terakhir. Saya benar-benar fokus latihan beban untuk menambah power dalam serangan demi mengejar finish.
“Enzo punya tangan yang sangat berbahaya. Dia tipe petarung agresif yang terus maju tanpa terlalu banyak variasi. Tapi saya tidak khawatir menghadapi petarung puncher seperti Enzo. Saya yakin bisa mengatasinya.”
Adam tahu persis di mana letak perbedaan antara dirinya dan Clarisse, dan sepanjang latihan ini ia fokus memperlebar keunggulan tersebut. Karena itu, sang remaja Malaysia yakin dirinya unggul di hampir semua aspek.
Namun, ia juga sadar betul bahaya yang bisa muncul jika lengah melawan striker dengan kekuatan yang mampu mengakhiri laga kapan saja.
Ia mengatakan:
“Dalam skill Muay Thai murni, footwork, dan variasi serangan, saya berada di level yang berbeda. Jadi saya akan mengandalkan teknik, menjaga tempo, dan fokus memanfaatkan celah untuk counter.
“Karena dia punya knockout power, saya tidak boleh ceroboh atau bertarung dengan emosi. Saya harus bertarung cerdas dan tetap presisi.”
Perjalanan menuju kemenangan ketiga beruntun ini juga didukung faktor penting yang jarang dimiliki petarung seusianya.
Kakaknya sendiri, Aliff Sor Dechapan, terlibat penuh dalam masa pelatihan kali ini. Sang kakak membantu Adam menyusun strategi untuk mengeksploitasi kelemahan Clarisse.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bagian paling berharga dalam persiapannya, dan Adam sudah tahu senjata apa yang ingin ia tampilkan saat laga dimulai:
“Aliff banyak mengajarkan saya teknik Muay Thai, terutama head kick itu. Kalau saya melihat pertahanan dia terbuka, kalian pasti akan melihat saya mencoba melayangkannya lagi.
“Saya juga sangat ingin mendaratkan lutut terbang ganda. Saya sudah beberapa kali mencobanya. Kalau momennya pas di laga ini, saya akan mencobanya lagi dan semoga bisa mengakhiri pertarungan dengan itu.”
Menemukan Formula Kemenangan
Momentum yang kini dimiliki Adam Sor Dechapan tidak datang begitu saja. Semua itu lahir setelah kekalahannya dari “Petsam” Nahyan Mohammed dalam rematch mereka pada Juli tahun lalu, hanya dua bulan setelah Adam menang tipis lewat keputusan terbelah di pertemuan pertama.
Saat itu, Adam terjebak dalam gaya bertarung liar yang sebenarnya bukan permainannya.
Sejak kekalahan tersebut, ia tahu persis apa yang harus diperbaiki. Hasilnya terlihat jelas lewat dua kemenangan beruntun, termasuk kemenangan KO lewat head kick atas Walid “The Joker” Snoussi di ONE Friday Fights 141 pada Februari lalu.
Petarung 18 tahun itu menjelaskan:
“Kekalahan dari ‘Petsam’ mengajarkan saya banyak soal kontrol emosi dan tetap tenang. Saya sadar tidak bisa terus berdiri dan bertukar serangan hanya karena emosi.
“Begitu saya mengubah pola pikir itu, performa saya di dua laga terakhir meningkat drastis. Sekarang saya bertarung jauh lebih tenang. Saya merasa akhirnya menemukan formula bagaimana saya harus bertarung untuk menang.”
Formula itu kini akan diuji melawan lawan yang baru saja mengalami kekalahan, sesuatu yang juga memberi Adam gambaran jelas tentang celah yang bisa dimanfaatkan.
Petarung Malaysia itu mempelajari dengan seksama kekalahan Clarisse dari Jurai Ishii. Ia melihat jelas area di mana striker Prancis tersebut kesulitan.
Karena itu, rencana untuk 8 Mei sederhana namun mematikan: memancing Clarisse melakukan kesalahan yang sama dan menghukumnya dengan senjata yang telah ia asah sepanjang kamp ini.
Ia menutup:
“Di laga terakhirnya, saya melihat dia kesulitan mengikuti kecepatan lawan dan pertahanannya sering terbuka, jadi dia berkali-kali terkena serangan bersih.
“Untuk laga ini, saya akan menggunakan kelincahan dan gerak tipuan untuk memancing dia membuka guard lagi, lalu memanfaatkan semua senjata yang sudah saya siapkan.”