‘Menghabisi Atau Dihabisi’ – Johan Ghazali Siap Rusak Pesta Kepulangan Shimon Di ONE SAMURAI 1

Johan Ghazali Ye Yint Naung ONE Friday Fights 141 5 scaled

Johan “Jojo” Ghazali tak pernah bertarung tanpa meninggalkan jejak, dan di ONE SAMURAI 1 pada Rabu, 29 April, ia siap menorehkan pernyataan terbesar dalam kariernya.

Atlet Malaysia berusia 19 tahun itu akan melangkah ke wilayah lawan untuk menghadapi Shimon Yoshinari dalam duel flyweight Muay Thai yang disiarkan langsung via pay-per-view dari Ariake Arena, Tokyo, Jepang.

Kemenangan atas jagoan tuan rumah akan menjadi kemenangan ketiga beruntun di panggung global, sekaligus membawa Ghazali selangkah lebih dekat menuju sabuk emas ONE Championship.

Motivasi tersebut semakin membara setelah ia melihat rekan setimnya, Rambolek Chor Ajalaboon, merebut gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai dari Nabil Anane bulan lalu.

Pemusatan latihan kali ini pun mencerminkan tekad tersebut. Ghazali mengasah setiap detail, memperbaiki celah, dan meningkatkan aspek pertahanan. Semuanya dilakukan dalam senyap, namun penuh fokus.

Ia mengatakan:

“Kami selalu memberikan 100 persen di setiap fight camp. Kami selalu fokus. Kami berlatih dengan intensitas yang sama, kerja keras yang sama, dan dedikasi yang sama. Tapi tentu saja, kami menyusun game plan yang tepat sambil memperbaiki beberapa kesalahan.

“Saya juga merasa jauh lebih kuat secara mental dan fisik. Ada begitu banyak hal yang saya pelajari dari berlatih bersama petarung kelas dunia.”

Alasan di balik keseriusan tersebut sangat jelas.

Shimon bukan lawan sembarangan. Ia adalah Juara Dunia WBC Muay Thai dengan rekor profesional 25-1. Di ONE Championship, petarung Jepang itu mencatatkan rekor 4-0 (1 NC), termasuk kemenangan dominan atas empat kali Juara Dunia Muay Thai, Yodlekpet “The Destroyer” Or Atchariya.

Namun, semua itu tidak membuat Ghazali gentar.

Petarung asal Sarawak itu tetap menunjukkan rasa hormat terhadap kemampuan lawannya, tetapi ia juga yakin telah menemukan cara untuk membongkar permainan Shimon.

“Jojo” melanjutkan:

“Shimon punya banyak kemampuan, termasuk calf kick, tapi kami tidak terlalu khawatir soal itu. Superbon sudah memberikan saya trik yang dibutuhkan. Dia juga melakukan hal yang sama saat mengalahkan Noiri dengan mudah.

“Ketenangannya akan diuji seperti belum pernah sebelumnya. Dia memang pernah menghadapi petarung bagus, tapi lawan-lawannya tidak sebuas ini. Mereka tidak punya mental pembunuh. Saya datang dengan mental menghabisi atau dihabisi.”

Ghazali bukan tipe petarung yang berbicara sembarangan soal bagaimana ia akan mengakhiri laga.

Sejak awal kariernya, ia dikenal sebagai finisher yang mampu mengakhiri pertarungan dalam sekejap. Ia pun merencanakan hal yang sama saat bertarung Rabu ini.

“Jojo” langsung mencuri perhatian dunia lewat kemenangan KO dalam 16 detik pada debutnya di Februari 2023. Sejak saat itu, ia telah menambahkan lima kemenangan spektakuler lainnya, membuktikan bahwa kekuatan pukulannya bukan sekadar sensasi.

Kini, ia siap kembali mencuri sorotan di “Negeri Matahari Terbit.” Bahkan, ia sudah tahu senjata apa yang akan menjadi penentu kemenangan:

“Pukulan kanan akan jadi senjata utama saya. Kamu tidak bisa meremehkan tangan kanan. Saya sudah menjatuhkan banyak orang dengan overhand kanan atau straight kanan, dan saya rasa dia tidak berbeda dari lawan-lawan sebelumnya.

“Mungkin saya bisa menyelesaikannya di ronde dua atau tiga. Tapi kalau ronde pertama, itu juga tidak akan mengejutkan.”

Bertarung Di Wilayah Lawan Bukan Masalah Bagi Ghazali

Johan Ghazali sadar betul betapa besarnya panggung ONE SAMURAI 1, baik secara harfiah maupun kiasan.

Ia sudah pernah tampil di berbagai ajang besar ONE Championship dari Lumpinee Stadium di Thailand hingga Ball Arena di Denver, Amerika Serikat. Setiap panggung membawa atmosfer berbeda, namun semuanya menjadi bagian dari perjalanan yang membentuknya.

Ia mengatakan:

“Saya sangat bersemangat. Saya mulai terbiasa tampil di ajang besar, tapi setiap event selalu terasa menyenangkan. Dan saya bangga bisa menjadi salah satu dari sedikit petarung Malaysia yang bertarung di Jepang bersama ONE Championship.

“Saya sudah bertarung di beberapa tempat – Lumpinee Stadium, Ball Arena di Denver. Yang di Amerika mungkin yang paling gila sejauh ini. Tapi saya penasaran seperti apa atmosfer di Ariake Arena.”

Namun, ada satu hal yang sudah pasti. Mayoritas penonton akan mendukung sang tuan rumah.

Bagi Ghazali, itu bukan masalah. Ia sudah terbiasa bertarung di hadapan publik yang tidak memihaknya, dan lebih sering keluar sebagai pemenang.

Maka dari itu, ia yakin Tokyo tidak akan berbeda:

“Saat kamu bertarung, saat kamu berada di ring, itu hanya antara saya dan lawan saya. Saya tahu penonton akan mendukung Shimon, tapi itu tidak akan memengaruhi saya. Kami akan tetap fokus.”

Selengkapnya di Berita

Johan Ghazali Ye Yint Naung ONE Friday Fights 141 5 scaled
Rodtang Takeru II Faceoff 1920X1280 scaled
Nadaka Numsurin Chor Ketwina ONE 173 19
Jonathan Haggerty Wei Rui ONE 171 94 scaled
PetSuanluangrodyok NahyanMohammed Faceoff 1920X1280 scaled
Yuki Yoza Superlek ONE 173 27
verokana 1
Rodtang Jitmuangnon Takeru Segawa ONE 172 42 scaled
Dzhabir Dzhabrailov Chase Mann ONE Fight Night 42 2 scaled
Anatoly Malykhin Oumar Kane ONE 169 16 scaled
Superlek vs Abdulla Dayakaev scaled
Dzhabir Dzhabrailov Chase Mann ONE Fight Night 42 8 scaled