Hasil The Inner Circle 19: Roman Kryklia Raih Pembalasan, Rebut Gelar Juara Dunia ONE Heavyweight Kickboxing
Juara Dunia ONE dua disiplin dan dua divisi Roman Kryklia datang ke Lumpinee Stadium yang legendaris di Bangkok, Thailand, dengan satu misi saat menghadapi Samet “The King” Agdeve dalam laga ulang mereka di partai pendamping utama The Inner Circle 19 pada Jumat, 19 Juni.
Pada akhir cerita, petarung Ukraina itu berhasil meraih seluruh target yang ia incar – membalas satu-satunya kekalahan dalam kariernya di ONE Championship sekaligus merebut gelar Juara Dunia ONE Heavyweight Kickboxing.

Kryklia, yang juga menyandang status sebagai Juara Dunia ONE Heavyweight Muay Thai dan Juara Dunia ONE Light Heavyweight Kickboxing, menampilkan kelasnya sepanjang lima ronde untuk memberikan kekalahan pertama dalam karier profesional Agdeve lewat kemenangan keputusan mutlak.
Meski demikian, jalan menuju kemenangan tidak berjalan mudah.
Agdeve tetap menggunakan strategi yang membawanya menundukkan petarung setinggi 201 sentimeter itu pada November lalu, dengan terus mengandalkan calf kick keras yang menjadi senjata andalannya. Untuk beberapa saat, para penonton di Lumpinee Stadium maupun yang menyaksikan melalui live.onefc.com dibuat bertanya-tanya apakah sejarah akan kembali terulang.

Petarung asal Turki yang berlatih di AllStars Germany itu memaksa Kryklia terus bergerak mundur dan membatasi serangannya lewat pukulan-pukulan keras. Ronde pertama sepenuhnya menjadi milik “The King,” dan momentumnya masih berlanjut pada awal ronde kedua.
Namun, Kryklia perlahan mulai menemukan ritmenya melalui jab yang akurat. Dari sana, raksasa Ukraina tersebut mulai memvariasikan serangannya. Ia mendaratkan pukulan keras ke tubuh, memburu kepala lawannya dengan tendangan, serta melesakkan straight dan cross bersih setiap kali Agdeve membuka celah.
Tempo laga semakin meningkat saat ronde ketiga dimulai. Kryklia menyerang dengan intensitas tinggi dan beberapa kali melukai lawannya melalui jab lurus yang tepat sasaran. Petarung berusia 34 tahun itu juga terus berganti kuda-kuda untuk membuka ruang bagi pukulannya, yang membuat Agdeve kesulitan melancarkan calf kick andalannya.
Petarung Turki berusia 22 tahun itu kemudian mencoba lebih agresif dengan kombinasi tangan, tetapi strategi tersebut justru memberinya celah untuk terkena hook kanan keras dari Kryklia. Sang penantang asal Ukraina lalu menekan lawannya ke tali ring dengan rentetan kombinasi dan mendaratkan berbagai serangan bersih, termasuk pukulan kanan yang mengenai dagu Agdeve menjelang akhir ronde.
Memasuki ronde keempat, Agdeve sadar ia membutuhkan sesuatu yang besar untuk membalikkan keadaan. Ia tampil habis-habisan, tetapi Kryklia selalu memiliki jawaban. Saat petarung Turki itu menurunkan guard, wakil Champ Belts tersebut menyerang kepala. Saat lawannya menutup pertahanan atas, ia mengincar tubuh.

Sebuah tendangan tinggi keras kembali mengguncang “The King” saat ronde menyisakan sekitar 90 detik. Meski gagal menemukan serangan penentu untuk mengakhiri laga, Kryklia tetap mendominasi dengan tiga menit terakhir yang nyaris sempurna pada ronde kelima.
Ia terus menyentuh lawannya dengan serangan bersih setiap kali jarak tertutup. Pergerakan kepalanya membuat sang juara bertahan berkali-kali meleset, sementara dirinya terus berganti kuda-kuda dari orthodox ke southpaw sembari mendaratkan lebih banyak pukulan.
Agdeve sempat mencoba serangan terakhir pada detik-detik akhir pertarungan, tetapi superstar setinggi 201 sentimeter itu mampu bertahan hingga bel penutup berbunyi.
Saat laga berakhir, ketiga juri memberikan kemenangan untuk Kryklia. Petarung Ukraina tersebut menampilkan salah satu performa terbaik dan paling lengkap dalam kariernya, sekaligus menambahkan sabuk Juara Dunia ONE Heavyweight Kickboxing ke dalam koleksi gelarnya yang luar biasa. Rekornya kini meningkat menjadi 52-8.