‘Jangan Diambil Hati’ – Ramadan Ondash Ingin Jadikan Johan Ghazali Sebagai Batu Loncatan Menuju Gelar Juara Dunia ONE

Johan Ghazali and Ramadan Ondash face off at The Inner Circle 23 on July 242

Ramadan “The Scorpion” Ondash tidak menantang Johan “Jojo” Ghazali karena hubungan pertemanan mereka telah hancur. Justru, ia melayangkan tantangan karena ingin mencapai puncak.

Kedua talenta Muay Thai berusia 19 tahun itu pertama kali bertemu di sirkuit amatir pada 2019 dan tetap berteman seiring perkembangan karier mereka. Namun, setelah Ondash mengalahkan Suriyanlek Por Yenying dalam debutnya di flyweight pada 29 Mei, ia menginginkan lawan yang dapat membawanya menuju jajaran elite divisi tersebut.

Itulah alasan striker asal Lebanon tersebut langsung menantang Ghazali. Kini, dua sahabat yang berubah menjadi rival tersebut akan berhadapan dalam partai pendukung utama The Inner Circle 24 pada Jumat, 31 Juli, di Lumpinee Stadium di Bangkok. Ajang tersebut disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia secara eksklusif melalui live.onefc.com.

Ondash berkata:

“Saya dan Abdallah [Ondash] adalah kakak-adik, tetapi kami bertarung satu sama lain setiap hari. Ini adalah pekerjaan. Ini bisnis. Saya harus menjalankan urusan saya di ONE Championship.

“Namun, jangan diambil hati. Setelah pertarungan selesai, entah saya menang atau kalah, kami bisa kembali berteman. Setelah laga, kami bisa pergi bermain golf atau melakukan apa pun. Saya bisa mengajaknya makan.”

Ghazali awalnya mempertanyakan mengapa seseorang yang ia anggap sebagai teman justru menantangnya, tetapi Ondash menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak pernah bersifat pribadi. Persahabatan mereka dapat berlanjut setelah bel akhir berbunyi. Hingga saat itu tiba, “The Scorpion” berencana meladeni agresivitas Ghazali secara langsung.

Ondash memperkirakan “Jojo” akan terus bergerak maju dengan tendangan keras dan pukulan bertenaga. Alih-alih memandang tekanan tersebut sebagai masalah, ia yakin hal itu akan menciptakan pertukaran serangan yang memungkinkan kecepatan, kemampuan tinju, dan kekuatannya menjadi pembeda.

Ia berkata:

“Dia kuat. Saya rasa rencananya adalah bertarung seperti yang selalu dilakukan Aliff [Sor Dechapan], terus maju dan menendang. Itu bagus bagi saya. Ini akan menyenangkan bagi saya.

“Pertarungan ini sangat penting bagi saya. Dalam laga ini, saya hanya akan menang atau mati. Tak ada kata kalah.”

Ondash juga telah menemukan sejumlah celah dalam pertahanan Ghazali. Ia meyakini atlet Malaysia tersebut terkadang membiarkan pertahanan dan tubuhnya terbuka sehingga memberinya sasaran untuk pukulan ke kepala dan tubuh. Ia juga memperkirakan serangan siku Ghazali akan berbahaya, tetapi menolak menghadapi laga ini dengan rasa takut.

Kedua atlet muda tersebut belum pernah mengalami knockout di ONE, dan Ondash ingin menjadi orang pertama yang menghentikan lawannya. Perwakilan Tiger Muay Thai itu telah berlatih selama beberapa bulan terakhir dan tidak ingin menyerahkan hasil pertandingan kepada para juri.

Ondash menambahkan:

“Saya berbeda. Saya lebih cepat. Saya memiliki kecepatan dan kekuatan yang lebih besar.

“Anda mengenal saya. Saya tidak suka membuat prediksi. Namun, saya tidak ingin laga ini berakhir lewat keputusan juri. Saya telah berlatih dengan sangat keras selama dua atau tiga bulan. Saya tidak pernah berhenti berlatih.”

Ondash Lihat Ghazali Sebagai Gerbang Menuju Impian Gelar Juara Dunia ONE

Bagi Ramadan Ondash, mengalahkan Johan Ghazali akan memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar memenangkan duel besar antara dua bintang muda.

Bintang muda Lebanon tersebut telah membangun rekor 5-1 sejak tiba di ONE Championship. Ia membuka kiprahnya dengan empat kemenangan beruntun, yang ditutup lewat knockout ronde kedua atas Chartpayak Saksatoon dan membawanya meraih kontrak bernilai miliaran Rupiah.

Catatan sempurnanya berakhir saat menghadapi Aliff Sor Dechapan pada Desember. Namun, Ondash bangkit dengan naik ke divisi flyweight dan sempat menjatuhkan veteran Thailand Suriyanlek Por Yenying dalam perjalanan menuju kemenangan lewat keputusan mutlak.

Kini, Ghazali menjadi langkah besar berikutnya. Atlet Malaysia tersebut telah mengoleksi delapan kemenangan di ONE dengan enam knockout sehingga menjadikannya salah satu penantang muda paling dikenal di divisi tersebut. Kemenangan meyakinkan akan membawa rekor Ondash menjadi 6-1 di ONE, memberinya dua kemenangan beruntun di flyweight, dan menambahkan nama besar lain ke dalam rekam jejaknya.

Ondash berkata:

“Setelah ini, saya seharusnya mendapatkan kesempatan memperebutkan gelar. Siapa pun yang menghalangi jalan saya, tidak masalah.”

Sang atlet remaja mulai berlatih saat berusia sekitar 3 tahun di bawah bimbingan kakaknya, Ahmad. Kerja keras itu membawanya melewati sirkuit amatir, menuju Tiger Muay Thai, dan akhirnya ke panggung global.

Kini, Ondash percaya bahwa kemenangan atas Ghazali dapat mengubah pengorbanan selama bertahun-tahun tersebut menjadi jalur langsung menuju sabuk Juara Dunia ONE.

Di puncak divisi berdiri Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai yang belum terkalahkan, Asadula “The Dagestan Ninja” Imangazaliev, yang merebut gelar lowong lewat kemenangan keputusan terbelah atas Aslamjon “El Pantera” Ortikov pada Juni.

Secara pribadi, Ondash menilai Ortikov lebih layak meraih kemenangan. Namun, identitas sang juara tidak terlalu penting baginya dibandingkan kesempatan untuk menantang gelar. Entah Imangazaliev tetap berada di puncak atau petarung lain mengambil alih posisinya, “The Scorpion” menginginkan sabuk tersebut.

Bagi Ondash, Ghazali adalah seorang sahabat sekaligus gerbang menuju impiannya. Mengalahkan salah satu nama besar di divisi tersebut akan memberinya panggung untuk menuntut kesempatan yang telah ia kejar sejak kecil.

Ondash menutup:

“Saya ingin mengorbankan segalanya. Saya siap mati atau mendapatkan sabuk itu. Itulah impian saya.”

Selengkapnya di Berita

Johan Ghazali and Ramadan Ondash face off at The Inner Circle 23 on July 242
Aliff Sor Dechapan claims ONE Interim Strawweight Muay Thai World Champion at The Inner Circle 23
Johan Ghazali and Ramadan Ondash had to be separated ahead of The Inner Circle 24
Aliff Sor Dechapan defeats Sam-A Gaiyanghadao via knockout at The Inner Circle 23
Sam-A Gaiyanghadao faces off with Aliff Sor Dechapan ahead of The Inner Circle 23
Rodtang Jitmuangnon moments before his fight with Takeru Segawa at ONE 172
Aliff Sor Dechapan returns to action at The Inner Circle 23.
Scottish knockout artist Nico Carrillo lets the emotions flow after claiming the interim title
Jonathan Di Bella and Zhang Peimian face off ahead of their ONE Strawweight Kickboxing World Title rematch
Jonathan Di Bella celebrates inside the ring after defeating Prajanchai PongSuphan PK at ONE Fight Night 36
Jaradchai Maxjandee punches Othman Rhouni at ONE Friday Fights 161
Petsiam Jor Patreeyakelasiamsurin punches Ryuki Matsuda at ONE Friday Fights 130