Hasil Partai Utama The Inner Circle 19: Allycia Hellen Rodrigues Pertahankan Gelar Dalam Perang Lima Ronde Kontra Phetjeeja
Allycia Hellen Rodrigues berhasil melewati ujian terberat dalam era kekuasaannya sebagai ratu ONE Atomweight Muay Thai usai mengalahkan “The Queen” Phetjeeja Lukjaoporongtom lewat keputusan terbelah dalam sebuah laga klasik di The Inner Circle 19 pada Jumat, 19 Juni, di Lumpinee Stadium, Bangkok, Thailand.
Pertarungan yang telah lama dinantikan antara dua striker wanita pound-for-pound terbaik di dunia itu memenuhi seluruh ekspektasi dalam ajang Asia primetime yang disiarkan eksklusif melalui live.onefc.com.
Rodrigues datang sebagai penguasa divisi yang telah menyatukan dan mempertahankan sabuknya melawan para penantang terbaik di divisi tersebut. Namun, Phetjeeja – Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Kickboxing dengan lebih dari 210 kemenangan dalam kariernya – menghadirkan tantangan yang berbeda dari siapa pun yang pernah ia hadapi sebelumnya.
Kedua Juara Dunia ONE memulai laga dengan hati-hati pada ronde pertama. Mereka saling menguji reaksi lawan melalui low kick dan push kick tanpa benar-benar berkomitmen melancarkan serangan besar. Meski demikian, tensi tinggi sudah terasa sepanjang ronde pembuka.
Phetjeeja mulai mengambil inisiatif pada ronde kedua. Ia beberapa kali mendaratkan tangan kanan ke dagu sang juara bertahan dan memaksa Rodrigues masuk ke dalam clinch. Dalam situasi yang tidak biasa, justru penantang asal Thailand yang lebih dominan dalam pertarungan jarak dekat. Seiring berjalannya ronde, wakil Team Mehdi Zatout itu mulai memvariasikan serangan dengan pukulan ke tubuh yang beberapa kali mengenai rusuk Rodrigues.
Pertarungan clinch semakin intens pada ronde ketiga. Rodrigues berusaha mengendalikan lawannya dan mendaratkan lutut-lutut pendek ke area perut, tetapi Phetjeeja membalas dengan siku tajam. Petarung Brasil itu memilih meladeni duel tersebut, dan keduanya saling bertukar siku hingga salah satu serangan membuka luka di wajah Rodrigues.
Memasuki ronde keempat, wakil Phuket Fight Club mulai lebih aktif melancarkan serangan lutut dari luar clinch. Namun, megabintang Thailand itu terus menghajar tubuh lawannya dengan hook kiri dan kanan tanpa henti layaknya seseorang yang sedang memukul samsak. Momentum perlahan mulai mengarah ke pihak penantang.

Pada ronde kelima, Rodrigues terus mengejar dengan kombinasi pukulan sementara Phetjeeja membalas lewat serangan balik yang akurat. Sang juara kembali mengandalkan serangan lutut, tetapi kali ini Phetjeeja memilih tidak terjebak dalam clinch. Ia terus bergerak mundur, menunggu momen yang tepat, lalu membalas dengan pukulan ke tubuh setiap kali celah terbuka.
Setelah 15 menit pertarungan yang berlangsung sengit dan seimbang, para juri memberikan kemenangan kepada Rodrigues lewat keputusan terbelah.
Kemenangan ini menjadikan atlet asal Brasil tersebut sebagai petarung pertama yang mampu mengalahkan Phetjeeja di ONE Championship. Ia juga memperpanjang masa kekuasaannya sebagai Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Muay Thai menjadi hampir enam tahun.
Rodrigues kini meningkatkan rekornya menjadi 36-7 dan sekali lagi membuktikan bahwa dirinya masih menjadi standar tertinggi di divisi atomweight Muay Thai.
