3 Alasan Wajib Nonton The Inner Circle 31 Pada 18 September
The Inner Circle 31 kembali ke arena bersejarah Lumpinee Stadium pada Jumat, 18 September. Ajang ini disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia dari Bangkok, Thailand, dan eksklusif bagi member di live.onefc.com.
Mulai dari laga Muay Thai yang telah lama dinantikan, para pemburu kontrak yang tengah melesat di berbagai disiplin, hingga deretan jagoan tuan rumah dan penantang internasional yang ingin mencuri perhatian, kartu pertandingan ini menjanjikan aksi tanpa henti.
Berikut tiga alasan utama mengapa The Inner Circle 31 wajib masuk daftar tontonan pekan ini.
#1 Duel Bantamweight Muay Thai Yang Lama Dinanti Akhirnya Terwujud
Dua penantang bantamweight Muay Thai, Kiamran Nabati dan Nontachai Jitmuangnon, akhirnya akan menuntaskan urusan yang tertunda setelah laga mereka beberapa kali mengalami penundaan. Pertemuan ini awalnya dijadwalkan di ONE Fight Night 43 pada Mei lalu, kemudian dipindahkan ke ONE Fight Night 46 pada Agustus, sebelum kembali tertunda setelah Nontachai jatuh sakit hanya beberapa hari jelang laga.
Nabati langsung menghancurkan setiap lawan sejak pertama kali datang ke ONE. Ia sempat mencatat rekor 4-0 di ONE Championship sekaligus membawa catatan profesionalnya menjadi 22-1. Kemenangan knockout spektakuler pada ronde pertama atas Suablack Tor Pran49 membawanya meraih kontrak senilai US$100.000 (Rp1,8 miliar), sebelum mendominasi mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nong-O Hama selama tiga ronde untuk melengkapi awal sempurnanya.
Namun, laju tersebut terhenti lewat kekalahan tipis via keputusan terbelah dari Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai saat ini, Yod-IQ Or Pimolsri, di The Inner Circle 15. Dengan satu-satunya petarung yang pernah mengalahkannya kini memegang sabuk emas seberat 26 pon, perwakilan Archangel Michel tersebut bertekad membangun rentetan kemenangan baru demi membuka jalan menuju laga ulang yang sangat dinantikan.
Namun, Nontachai siap menjadi penghalang utama. Juara turnamen Road to ONE: Thailand berusia 27 tahun itu sempat kehilangan rentetan tiga kemenangan setelah tumbang lewat knockout keras dari Abdulla “Smash Boy” Dayakaev, tetapi mampu bangkit dengan meyakinkan. Kemenangan beruntun atas Soner Sen dan Semih Sah Cindir kemudian dilanjutkan dengan kemenangan mutlak penuh pernyataan atas mantan penantang Gelar Juara Dunia Felipe “Demolition Man” Lobo.
Tekanan tanpa henti dan kekuatan pukulan Nabati akan beradu dengan permainan tendangan presisi serta counter terukur milik Nontachai. Bagi keduanya, kemenangan impresif dalam partai utama ini dapat menjadi langkah besar pertama menuju persaingan Gelar Juara Dunia.
#2 Gabriele Moram Dan Petsiam Mendekat Menuju Kontrak Miliaran
Gabriele Moram dan Petsiam T2A Waterubon sama-sama datang ke panggung global dengan momentum panas. Kini, keduanya ingin mengubah rentetan impresif tersebut menjadi tempat permanen di jajaran atlet utama ONE.
Setelah mendapat pelajaran berharga dalam debutnya, Moram diam-diam membangun tiga kemenangan beruntun di divisi atomweight Muay Thai wanita. Jagoan Brasil itu memperlihatkan kematangan strategi dan kombinasi tajam saat mengalahkan Lou-Elise Manuel dan Nongfahsai Pooksuphan PK secara beruntun. Ia kemudian benar-benar mencuri perhatian dengan mendominasi Francisca “Miss Scarface” Vera di ONE Friday Fights 141, sekaligus menunjukkan bahwa dirinya siap menghadapi persaingan di level lebih tinggi.
Untuk melangkah lebih jauh, Moram harus melewati striker berbahaya asal Meksiko Cynthia Flores. Berbekal tekanan maju agresif dan ketahanan luar biasa, Flores mampu memberi mantan ratu tiga disiplin Stamp Fairtex perlawanan hingga batas akhir dalam laga terakhirnya, sebelum kalah tipis di kartu penilaian juri pada The Inner Circle 20.
Dalam laga besar lainnya, mantan Juara Dunia Rajadamnern Stadium dua kali Petsiam berusaha melanjutkan performa impresifnya di bawah aturan kickboxing saat menghadapi jagoan China Wang Zhongxian dalam laga strawweight kickboxing.
Peralihan bintang Thailand itu ke disiplin baru berjalan nyaris tanpa hambatan. Permainan tinju berbahaya dan low kick keras membawanya melewati Ryuki Matsuda, sebelum ia menghentikan Nihad “Sheikh” Taghizade dalam waktu kurang dari dua menit di ONE Friday Fights 161. Kemenangan ketiga secara beruntun akan semakin mengangkat posisinya di divisi yang saat ini dikuasai Juara Dunia ONE Strawweight Kickboxing Jonathan Di Bella.
Moram dan Petsiam sama-sama sadar bahwa penampilan meyakinkan dapat membawa mereka semakin dekat dengan kontrak senilai US$100.000 dari Chairman dan CEO ONE Chatri Sityodtong.
#3 Para Penantang Internasional Ingin Unjuk Gigi Di Kiblat Muay Thai
Para jagoan terbaik Thailand akan menghadapi perlawanan keras dari petarung internasional saat berbagai negara berkumpul di Lumpinee Stadium dengan membawa kebanggaan dan misi masing-masing.
Saat Nabati membawa bendera Rusia dalam partai utama, kompatriotnya Alexey Balyko akan menjalani debut bantamweight kickboxing di ONE melawan favorit penggemar Thailand Yamin PK Saenchai dalam partai pendukung utama yang menjanjikan aksi eksplosif.
Brasil dan Meksiko juga akan saling berhadapan saat Moram menghadapi Flores dalam laga atomweight Muay Thai, menambah satu lagi duel lintas benua menarik ke dalam kartu sarat aksi tersebut.
Melengkapi deretan laga internasional, jagoan Prancis-Turki Velihan Palit akan menghadapi wakil Jepang Gump “Mr. No Damage” dalam duel bantamweight kickboxing yang menarik. Palit memburu penebusan setelah kalah dalam debutnya di ONE, sementara perwakilan Team Teppen ingin melanjutkan awal positif setelah mengalahkan Zhang Haiyang pada debutnya di ONE Friday Fights 120.
Dari Amerika Selatan dan Amerika Utara hingga Eropa dan Asia Timur, para petarung dari berbagai penjuru dunia akan berkumpul di ibu kota Thailand untuk bertanding pada Jumat ini.