3 Alasan Wajib Nonton The Inner Circle 33 Pada 2 Oktober

Duangdawnoi Looksaikongdin makes her walks before she faces Kim Townsend at ONE Friday Fights 128

ONE Championship kembali ke Lumpinee Stadium yang ikonik di Bangkok pada Jumat, 2 Oktober, lewat edisi menarik lainnya dari The Inner Circle. Seluruh aksi disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia secara eksklusif bagi member di live.onefc.com.

Dipuncaki laga ulang Gelar Juara Dunia ONE Lightweight Muay Thai dengan taruhan besar, kartu pertandingan ini juga menghadirkan para superstar mapan dan talenta internasional yang tengah melesat untuk mencuri perhatian dalam sejumlah duel penting.

Dari urusan Gelar Juara Dunia yang belum selesai, deretan jagoan Inggris, hingga salah satu petarung wanita Thailand yang sedang panas-panasnya, berikut tiga alasan wajib menyaksikan The Inner Circle 33.

#1 Eersel Dan Jarvis Kembali Berebut Sabuk Emas ONE

Regian “The Immortal” Eersel telah bertahun-tahun menjadi standar tertinggi dalam divisi striking lightweight ONE, tetapi George “G-Unit” Jarvis bertekad merusak dominasinya. Bintang Inggris itu pun telah meraih kesempatan kedua untuk menguji diri melawan sang pemegang gelar asal Suriname.

Keduanya pertama kali bertemu di ONE Fight Night 34 pada Agustus 2025, ketika Eersel hanya membutuhkan 84 detik untuk menghentikan “G-Unit” dan mempertahankan Gelar Juara Dunia ONE Lightweight Muay Thai.

Namun, sejak pertemuan singkat tersebut, Jarvis berhasil memaksakan jalannya kembali ke persaingan gelar.

Mantan Juara Dunia WBC Muay Thai itu kembali pada Maret dengan kemenangan keputusan mutlak yang tenang dan terukur atas mantan penantang gelar Sinsamut Klinmee, lalu tampil lebih dramatis saat menghadapi Rungrawee “Legatron” Sitsongpeenong pada Juni.

Jarvis sempat dijatuhkan pada awal laga, tetapi mampu bangkit dan mencetak penyelesaian mengejutkan pada ronde kedua. Kemenangan itu menjadi yang kedua baginya atas veteran Thailand tersebut sekaligus mempertegas alasan kenapa ia layak mendapat kesempatan lagi menghadapi Eersel.

Kini berusia 26 tahun, petarung Inggris setinggi enam kaki itu memasuki laga ulang dengan rekor striking profesional 29-5 serta pengalaman yang jauh lebih matang di bawah sorotan ONE dibanding saat pertama kali bertemu “The Immortal.”

Meski begitu, tantangan di hadapannya tetap sangat besar.

Eersel memiliki rekor luar biasa 14-1 di ONE dan merebut Gelar Juara Dunia ONE Lightweight Muay Thai perdana pada 2022 setelah lebih dulu mengukuhkan diri sebagai raja kickboxing divisi. Kemenangan lain pada 2 Oktober akan menjadi pertahanan sukses keempatnya atas sabuk Muay Thai.

Pertemuan pertama nyaris berakhir sebelum duel benar-benar berkembang. Kali ini, Jarvis mendapat kesempatan untuk menunjukkan seberapa banyak perubahan yang telah ia lakukan, sementara Eersel ingin kembali mengingatkan semua orang kenapa sabuk tersebut masih tetap berada di tangannya.

#2 Invasi Kontingen Inggris Berlanjut

Jarvis bukan satu-satunya petarung Inggris yang datang ke Lumpinee Stadium dengan ambisi besar.

Ben “The Problem” Woolliss dan Mia “Her” Trevorrow juga akan membawa bendera Britania Raya dalam kartu pertandingan yang kental nuansa Inggris.

Woolliss telah menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing menghadapi lawan elite. Jagoan asal Grimsby itu menjalani debut ONE yang tak terlupakan awal tahun ini dengan menghentikan mantan Juara Dunia ONE Bantamweight MMA John “Hands of Stone” Lineker lewat calf kick keras dalam waktu kurang dari dua menit.

Sejak saat itu, atlet berusia 32 tahun tersebut telah berbagi ring dengan mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Petchtanong Petchfergus dan mantan Juara K-1 Yuki Yoza, memberinya pengalaman berharga menghadapi sejumlah nama paling berprestasi dalam olahraga ini.

Di The Inner Circle 33, Woolliss menghadapi tantangan menarik lainnya dalam diri jagoan Rusia tak terkalahkan Dzhamil “Curly Ninja” Osmanov.

Petarung berusia 21 tahun itu membawa rekor kickboxing sempurna 7-0 dengan lima penyelesaian, serta tampil tanpa cela dalam dua laga ONE yang semuanya berakhir lewat knockout. Perpaduan usia muda, daya hancur, dan kepercayaan diri tersebut menjadikannya ujian serius bagi Woolliss yang lebih berpengalaman.

Sementara itu, Trevorrow mengawali kiprahnya di ONE dengan sempurna.

Bintang Inggris tersebut menjalani debut dengan kemenangan keputusan mutlak atas Kokoz pada Mei, setelah lebih dulu mencetak knockdown lewat siku tajam sebelum mengendalikan jalannya pertandingan. Dua bulan kemudian, ia meningkatkan rekornya menjadi 2-0 di ONE dengan kemenangan keputusan mutlak lainnya, kali ini atas Magdalena Pircher.

Jagoan asal Liverpool itu kini akan menghadapi petarung Argentina berusia 23 tahun Sheila “La Chinita” Barrios dalam duel atomweight Muay Thai bertempo tinggi.

Dengan Jarvis memburu sabuk emas, Woolliss menghadapi finisher tak terkalahkan, dan Trevorrow berusaha menjaga rekor sempurnanya di ONE, penggemar Inggris punya banyak alasan untuk ikut menaruh perhatian pada ajang ini.

#3 ‘Little Star’ Ingin Lanjutkan Rekor Sempurna Di ONE

Duangdawnoi “Little Star” Looksaikongdin telah mencatat salah satu start paling impresif di antara talenta wanita Muay Thai Thailand yang sedang naik daun.

Teknisi asal Thailand itu memiliki rekor sempurna 3-0 di ONE, dengan dua kemenangan keputusan mutlak dan satu knockout meyakinkan.

Penampilan paling eksplosifnya datang saat menghadapi veteran Kanada Regan “Coconut” Gowing di ONE Friday Fights 137 pada Desember lalu. Duangdawnoi mencetak tiga knockdown sebelum mengakhiri laga pada ronde kedua, tepat 36 detik setelah ronde dimulai.

Ia kemudian kembali tampil di The Inner Circle 12 pada Mei dan mengungguli jagoan Hong Kong Yana Yip lewat keputusan juri untuk memperpanjang rekor sempurnanya menjadi tiga kemenangan.

Untuk menjaga laju tersebut, Duangdawnoi harus melewati debutan dengan segudang pencapaian.

Striker Swiss Aline Seiberth memasuki debut ONE sebagai Juara WBC Muay Thai Flyweight Eropa sekaligus penantang light flyweight peringkat teratas organisasi tersebut. Ia juga telah mengumpulkan banyak pengalaman bertanding di Thailand, termasuk pernah menjalani laga sengit untuk memperebutkan Gelar Juara Dunia WBC Muay Thai.

Rekam jejak tersebut membuat laga ini jauh lebih berarti daripada sekadar satu langkah lain dalam perjalanan Duangdawnoi.

Kemenangan keempat beruntun di ONE atas lawan internasional berprestasi akan menambah pencapaian penting dalam perjalanan “Little Star” sekaligus memperkuat posisinya untuk mendapat kesempatan lebih besar di divisi atomweight Muay Thai yang sarat talenta.

Bagi Seiberth, mengalahkan salah satu bintang ONE yang belum terkalahkan akan menjadi cara sempurna untuk memperkenalkan dirinya kepada penggemar global.

Salah satu dari keduanya harus kehilangan momentum saat talenta Thailand yang sudah teruji bertemu debutan Swiss penuh ambisi di bawah sorotan Lumpinee Stadium.

Selengkapnya di Fitur

Shamil Erdogan lands a punch on Aung La N Sang at ONE 168.
Duangdawnoi Looksaikongdin makes her walks before she faces Kim Townsend at ONE Friday Fights 128
Kiamran Nabati and Nontachai will finally lock horns at The Inner Circle 31
Nontachai Jitmuangnon lands a right kick on Soner Sen at ONE Friday Fights 130
Seksan Or Kwanmuang battles rival Muangthai PK Saenchai at ONE Friday Fights 114
Yuya Wakamatsu enters the ring at ONE SAMURAI 1
Stamp Fairtex all smiles before her clash against Ham Seo Hee at ONE Fight Night 14.
Ubaid Hussain smashes Khusen Salomov with a hard left at ONE Friday Fights 105.
Songchainoi connects with a body shot on Numsurin.
Chinese kickboxer Liu Mengyang taps gloves with Japanese star Masaaki Noiri in their first fight
Superlek and Abdulla Dayakaev at The Inner Circle 14
Enkh Orgil Baatarkhuu (L) faces off with Elbek Alyshov (R) before The Inner Circle 24