3 Alasan Tak Boleh Melewatkan The Inner Circle 35 Pada 16 Oktober
Aksi bela diri kelas dunia kembali hadir di arena legendaris Lumpinee Stadium di Bangkok pada Jumat, 16 Oktober, saat The Inner Circle 35 menyuguhkan deretan laga penuh kisah menarik.
Disiarkan secara langsung pada jam tayang utama Asia secara eksklusif bagi pelanggan di live.onefc.com, ajang ini memadukan aksi striking kelas dunia dengan drama pertarungan bergengsi.
Gelaran pekan ini akan menghadirkan dua laga comeback yang menentukan karier, sebuah laga ulang yang telah lama dinantikan, serta perseteruan panas antara dua remaja yang siap meledak di dalam ring.
Berikut tiga alasan mengapa gelaran Jumat ini wajib disaksikan.
#1 Prajanchai Dan Wang Kembali Setelah Penantian Panjang
Setelah melalui proses pemulihan panjang dan berat akibat cedera, Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai Prajanchai Pongsuphan PK kembali naik ring untuk memimpin laga utama melawan mantan penantang Gelar Dunia ONE “Golden Boy” Wang Junguang, yang juga bersiap kembali ke panggung global setelah hampir enam tahun absen.
Rekam jejak Prajanchai termasuk salah satu yang paling mengesankan dalam sejarah striking, dengan rekor luar biasa 344-53. Tak hanya mendominasi divisi strawweight Muay Thai, ia juga merebut Gelar Juara Dunia ONE Strawweight Kickboxing pada 2024 setelah mengalahkan Jonathan Di Bella untuk mengukuhkan dirinya sebagai penguasa dua disiplin.
Namun, kekuasaannya itu tak berlangsung lama dan berakhir di ONE Fight Night 36, ketika petarung Di Bella merebut kembali sabuknya dalam rematch. Dengan skor mereka kini berimbang 1-1, superstar Thailand itu harus menjalani operasi dan menghabiskan setahun berikutnya untuk memulihkan kondisi fisiknya.
Kemenangan meyakinkan dalam laga ini dapat membawa Prajanchai kembali ke jalur menuju dominasi dua disiplin sekaligus membuka peluang terciptanya laga trilogi spektakuler melawan Di Bella.
Sementara itu, Wang langsung mencuri perhatian saat memasuki panggung ONE pada 2019 dengan menghentikan Federico “The Little Big Man” Roma lewat TKO ronde pertama. Kemenangan tersebut mengantarkan mantan Juara Dunia Enfusion itu menuju perebutan Gelar Juara Dunia ONE Strawweight Kickboxing perdana, tetapi ia harus mengakui keunggulan mantan Juara Dunia ONE dua disiplin dan dua divisi Sam-A Gaiyanghadao setelah menjalani lima ronde sengit di ONE: Mark of Greatness.
Setelah kalah tipis lewat keputusan terbelah dari Aslanbek Zikreev pada 2020, petarung asal Henan itu menepi dan berhasil mengumpulkan kemenangan di luar ONE sebagai bekal untuk kembali bertanding. Dengan kedua petarung sama-sama berambisi menebus waktu yang hilang, tekanan agresif Wang yang mengandalkan tinju akan beradu dengan presisi serangan Prajanchai yang sangat tajam.
Jagoan andalan PK Saenchai Muaythaigym itu ingin membuktikan bahwa cedera tak mengurangi ketajamannya, sementara Wang bertekad memanfaatkan kesempatan keduanya untuk memburu sabuk emas yang dahulu gagal diraihnya.
#2 Rematch Muay Thai Yang Tak Boleh Dilewatkan
Divisi flyweight Muay Thai akan menjadi sorotan saat Johan “Jojo” Ghazali kembali berhadapan dengan petarung tangguh keturunan Kolombia-Amerika Diego Paez. Pertemuan pertama mereka di ONE Fight Night 32 berakhir dengan kemenangan tipis Paez lewat keputusan terbelah. Hasil yang sangat ketat itu langsung membuat para penggemar menyerukan laga ulang demi mendapatkan hasil yang lebih meyakinkan.
Paez memasuki laga ulang ini dengan pengalaman tempur yang telah teruji melalui tiga pertarungan beruntun yang berlangsung sangat ketat di ONE. Ketiganya berakhir lewat keputusan terbelah, termasuk kekalahan tipis dari Black Panther di ONE Fight Night 42 pada April lalu.
Kali ini, perwakilan Classic Fight Team tersebut mengincar hasil yang tak menyisakan ruang perdebatan. Kemenangan lewat penyelesaian meyakinkan atas Ghazali akan membuatnya unggul 2-0 dalam persaingan mereka sekaligus menghapus seluruh keraguan yang masih tersisa dari pertemuan pertama.
Di sudut seberang, Ghazali datang dengan tekad membalikkan keadaan dan membuktikan bahwa dirinya adalah striker yang lebih unggul. Sejak kekalahan tersebut, perwakilan Superbon Training Camp dan Rentap Muaythai Gym ini telah mencetak kemenangan TKO ronde pertama yang eksplosif atas Zakaria El Jamari serta kemenangan dominan lewat keputusan juri atas Ye Yint Naung.
Namun, kekalahan dari Shimon Yoshinari dan Ramadan “The Scorpion” Ondash kemudian menyusul, membuatnya mengalami dua kekalahan beruntun. Meski begitu, petarung berusia 19 tahun tersebut tetap menjadi salah satu algojo paling berbahaya di kelas flyweight, dengan lima kemenangan KO spektakuler di panggung global.
Membalas kekalahannya dari Paez akan membawa petarung keturunan Malaysia-Amerika itu kembali ke jalur kemenangan sekaligus membuka langkah baru menuju jajaran lima besar divisi yang sarat persaingan ini.
#3 Dua Talenta Muda Muay Thai Bertemu Dalam Duel Panas
Dua fenomena berusia 16 tahun – Olivia “Diamond” Bahsous dan Malia Weaver – telah saling melancarkan serangan sengit selama berbulan-bulan. Namun, bukan dengan sarung tinju. Perseteruan mereka berlangsung di media sosial hingga laga keduanya resmi diumumkan.
Setelahnya, kedua pihak terus saling melontarkan ejekan. Weaver berjanji akan memberi pelajaran kepada petarung Kanada itu saat mereka akhirnya bertemu di dalam ring.
Sementara itu, Bahsous bertekad membuktikan ucapannya lewat aksi nyata. Penampilan awalnya di ONE semakin meningkatkan kepercayaan dirinya. Juara Dunia Junior IFMA tiga kali itu menghentikan Phontip Khlongtoeiyouthcenter dan Nonglek Krudamgym dalam total waktu pertandingan hanya 5:17, sekaligus meningkatkan rekor impresifnya menjadi 17-1.
Di sisi lain, Weaver akan menjalani debutnya di organisasi seni bela diri terbesar di dunia dengan catatan tak terkalahkan dan gelar juara TBA Classic 2024. Petarung Amerika Serikat itu telah mengasah kemampuannya secara intensif di Fairtex Training Center,. Kini, ia datang dengan persiapan matang untuk menghadapi pertarungan terbesar dalam kariernya.
Pada 16 Oktober, perang kata-kata resmi berakhir saat bel pembuka berbunyi. Hanya satu dari mereka yang akan meninggalkan Bangkok dengan penuh kebanggaan dan pembuktian.