‘Saya Mengunggulinya Dalam Segala Aspek’ – Johan Ghazali Incar Pembalasan Manis Atas Diego Paez Di The Inner Circle 35

Johan Ghazali and Diego Paez trade strikes at ONE Fight Night 32.

Johan “Jojo” Ghazali telah mengincar laga ini sejak Juni tahun lalu, dan ia bertekad untuk mendapatkan apa yang menurutnya memang menjadi haknya.

Petarung berusia 19 tahun ini akhirnya mendapat kesempatan yang telah lama dinantikannya untuk membalas kekalahan dari striker tangguh asal Kolombia-Amerika, Diego Paez, dalam laga ulang flyweight Muay Thai di The Inner Circle 35. Aksi ini akan disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia secara eksklusif bagi para pelanggan di live.onefc.com dari Lumpinee Stadium yang ikonik di Bangkok pada Jumat, 16 Oktober.

Pertemuan pertama mereka di ONE Fight Night 32 menjadi awal dari rivalitas sengit ini. Pertarungan tiga ronde mereka berlangsung penuh aksi dan kedua petarung sama sekali tak mau mengalah.

Ghazali terus maju tanpa henti dengan kombinasi pukulan keras dan pertahanan yang solid, sementara petarung asal California Selatan itu membalas dengan pergerakan kaki yang lincah, serangan balik tajam, serta berbagai teknik kreatif. Ketika hasil penilaian akhir diumumkan, Paez meraih kemenangan tipis lewat keputusan terbelah untuk mengamankan kemenangan pertamanya selama berkarier di ONE Championship.

Fenomena muda berdarah Malaysia-Amerika ini telah menghabiskan lebih dari setahun untuk mengingat kembali ketiga ronde tersebut, dan ia memiliki banyak hal untuk disampaikan tentang apa yang dilihatnya.

Ghazali mengatakan kepada onefc.com:

“Saya merasa lebih banyak mendaratkan serangan bersih. Saya sedikit terlalu terburu-buru menyerang, dan dia cukup cerdas untuk memanfaatkan ambisi saya meraih kemenangan. Kalau Anda memperhatikan laga terakhir itu dengan saksama, sebenarnya tak satu pun serangan berputarnya mendarat dengan telak.

“Saya hanya ingat satu tendangan belakang berputar yang mendarat, tetapi saya langsung membalasnya dengan serangan keras. Saya tahu apa saja yang perlu saya tingkatkan. Pertarungan pertama berlangsung sangat ketat, tetapi sejujurnya, saya belum pernah merasa sepercaya diri ini.”

Johan Ghazali walks to the ring for his clash against Diego Paez at ONE Fight Night 32.
Foto: ONE Championship

Kepercayaan diri yang tak tergoyahkan selalu menjadi ciri khas Ghazali.

Petarung binaan Rentap Muaythai Gym dan Superbon Training Camp ini telah membuktikannya melalui berbagai kemenangan KO spektakuler, menghadapi sejumlah kekalahan berat dalam perjalanannya, dan menutup awal kariernya yang dominan dengan penampilan yang membuatnya meraih kontrak roster utama senilai US$100.000 (Rp1,8 miliar) yang mengubah hidupnya.

Setelah kekalahan pertamanya dari Paez, ia bangkit dengan dua kemenangan beruntun atas Zakaria El Jamari dan Ye Yint Naung. Meski kekalahan-kekalahan berikutnya tentu terasa menyakitkan, “Jojo” tetap menegakkan kepala dan terus menatap ke depan.

Jagoan KO asal Sarawak ini mengungkapkan:

“Terkadang hidup tidak berjalan sesuai keinginan kita. Saya hanya perlu melupakannya dan melakukan apa yang saya bisa. Itu tidak memengaruhi mental saya. Saya semakin percaya diri setiap kali bertarung. Hanya masalah waktu sampai giliran saya tiba.”

Mungkin laga ulang dengan pertaruhan besar ini memang sudah ditakdirkan. Paez datang setelah mengalami tantangan tersendiri – kekalahan tipis dari Black Panther di ONE Fight Night 42 pada April lalu – sementara kekalahan terbaru Ghazali terjadi di tangan Ramadan “The Scorpion” Ondash.

Kedua petarung yang mengalahkan mereka kini masuk dalam jajaran peserta ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix 2026-2027 yang bertabur bintang, sebuah fakta yang menunjukkan betapa tingginya level persaingan yang telah dihadapi Ghazali dan Paez.

Ia melanjutkan:

“Saya jauh lebih senang kalah dari petarung terbaik di dunia daripada menghadapi petarung yang tidak dikenal dan menang. Karena itu, saya belajar banyak sekali. Saya bisa meningkatkan kemampuan bertarung dengan jauh lebih cepat, meskipun harus mengorbankan kemenangan.

“Di atas segalanya, saya percaya pada waktu yang telah ditentukan Tuhan. Saya masih punya waktu. Terkadang Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Dia memberikan sesuatu yang lebih baik. Memang begitulah adanya. Saya fokus pada pertarungan ini.”

Johan Ghazali hypes himself up ahead of his clash against Johan Estupinan at ONE 170.
Foto: ONE Championship

Ghazali Siapkan Strategi Untuk Membalas Kekalahan

Johan Ghazali memang sepenuhnya fokus pada misi balas dendamnya di The Inner Circle 35. Petarung berusia 19 tahun ini telah mempelajari rekaman pertarungan pertama mereka dengan sangat teliti. Meski Diego Paez memberinya banyak materi untuk dianalisis, ia sangat yakin kini telah menemukan semua jawaban yang dibutuhkan.

Setelah teruji dalam tiga pertarungan beruntun yang berlangsung sangat ketat di ONE, Paez yang berusia 32 tahun mengandalkan pengaturan waktu kelas elite dan presisi serangan yang luar biasa untuk meraih kemenangan, bukan sekadar kekuatan mentah yang eksplosif.

Kombinasi kemampuan yang sulit diantisipasi itulah yang membuat pertemuan pertama mereka berlangsung begitu sengit, dan Ghazali telah memiliki lebih dari setahun untuk menganalisisnya sambil terus mengembangkan kemampuan bertarungnya sendiri.

“Jojo” menjelaskan:

“Dia petarung tangguh yang sulit diserang. Tetapi itu tidak membuat saya khawatir. Saya tetap merasa sebagai petarung yang lebih baik, dan kalau melihat gambaran besarnya, tekanan ada padanya. Saya baru berusia 19 tahun. Saya tidak punya apa pun untuk dipertaruhkan.

“Dia boleh seberambisi apa pun untuk menang. Tetapi ambisinya itu sama sekali tidak akan terlalu membuat saya khawatir. Saya benar-benar fokus, dan saya siap menghabisinya.”

Lebih dari setahun telah berlalu sejak malam menentukan pada Juni tersebut, dan Ghazali telah mengalami banyak perkembangan penting selama bulan-bulan berikutnya.

Empat pertarungan telah dilaluinya dalam periode padat tersebut – dua kemenangan dan dua kekalahan – dan sebagian besar latihan keras di sela-selanya dijalani di Superbon Training Camp yang ternama di Bangkok, bersama sejumlah petarung terbaik dalam dunia olahraga tarung.

Pada malam pertandingan nanti, ia berencana menunjukkan hasil dari seluruh kerja keras tersebut. Ia juga memiliki gambaran yang sangat jelas tentang cara meraih kemenangan ke-28 dalam kariernya melalui penampilan yang menghancurkan.

Petarung berusia 19 tahun ini menambahkan:

“Saya jauh lebih cepat, lebih berpengalaman, dan memiliki senjata yang jauh lebih baik dibandingkan saat terakhir kali kami bertarung. Saya rasa saya unggul darinya dalam segala aspek. Pertarungan ini bisa berakhir dengan KO, atau saya bisa mengendalikan laga sampai akhir dan mengalahkannya lewat poin. Semua opsi terbuka bagi saya. Saya akan dengan senang hati menerima kemenangan melalui salah satu dari kedua skenario tersebut.”

Johan Ghazali gets his hand raised after beating Edgar Tabares at ONE Fight Night 17.
Foto: ONE Championship

Selengkapnya di Berita

Prajanchai says a prayer before his fight against Ellis Badr Barboza at ONE Fight Night 28.
Johan Ghazali and Diego Paez trade strikes at ONE Fight Night 32.
Diego Paez cracks Johan Ghazali with an uppercut at ONE Fight Night 32.
Olivia Bahsous (L) vs Malia Weaver (R) is confirmed for The Inner Circle 35
Prajanchai Pongsuphan PK and Wang Junguang face off ahead of The Inner Circle 35
Nabil Anane Hiromi Wajima ONE 173 21
Allycia Hellen Rodrigues defeats Phetjeeja Lukjaoporongtom via split decision at The Inner Circle 19
Rustam Yunusov mendaratkan tendangan ke arah tubuh Suriyanlek Por Yenying di The Inner Circle 34.
Muay Thai fighters Suriyanlek Por Yenying and Rustam Yunusov face off ahead of The Inner Circle 34
Rifdean Masdor gets ready for battle against Petaek Sitbigjasskonrakpathum at ONE Friday Fights 71.
Dzhamil Osmanov lands a left hand on Ben Woolliss at The Inner Circle 33.
Lucas Gabriel and Alibeg Rasulov set for war at ONE Fight Night 49 on November 6.