‘Laga Ini Bakal Gila’ – Olivia Bahsous dan Malia Weaver Siap Tuntaskan Rivalitas Panas Di The Inner Circle 35
Olivia “Diamond” Bahsous dan Malia Weaver telah menghabiskan berminggu-minggu untuk saling perang kata-kata tajam di dunia maya. Kini, kedua sensasi striking berusia 16 tahun itu siap menyelesaikan perseteruan mereka di dalam ring, dengan taruhan yang jauh lebih besar daripada sekadar hak untuk menyombongkan diri.
Kedua remaja ini akan beradu dalam laga atomweight Muay Thai di The Inner Circle 35 pada Jumat, 16 Oktober, yang disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia secara eksklusif bagi member di live.onefc.com dari arena bersejarah Lumpinee Stadium di Bangkok.
Bahsous telah menciptakan kesan luar biasa di ONE Championship dengan meraih dua kemenangan knockout beruntun dalam dua penampilan pertamanya di organisasi ini. Kemenangan meyakinkan lainnya akan semakin memperkuat peluangnya untuk mendapatkan kontrak di jajaran atlet utama.
Sementara itu, Weaver memasuki debutnya di organisasi ini dengan rekor profesional tak terkalahkan. Mengalahkan sesama striker muda berbakat akan langsung menegaskan kehadirannya di panggung dunia.
Kedua atlet muda berbakat ini memiliki banyak hal untuk dibuktikan, dan tak satu pun ragu menunjukkan kepercayaan diri mereka. Dengan adu kata-kata mereka yang viral di dunia maya semakin meningkatkan antusiasme, serta gaya bertarung superagresif yang menjanjikan aksi eksplosif, duel ini memiliki semua unsur untuk menjadi pertarungan tak terlupakan.
Bahsous Berjanji Akan Menghukum Weaver
Olivia Bahsous sama sekali tidak menganggap adu kata-kata mereka di media sosial sebagai candaan biasa.
Petarung muda berbakat asal Kanada ini telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun reputasinya dalam striking. Ia telah menjuarai IFMA Junior World Championships tiga kali berturut-turut sebelum mencatatkan awal yang eksplosif di organisasi seni bela diri terbesar di dunia. Ia sangat yakin bahwa tantangan berani Weaver menunjukkan anggapan bahwa seorang pendatang baru bisa dengan mudah melewati proses latihan berat yang diperlukan untuk mencapai level elite seperti dirinya.
Bahsous mengatakan kepada onefc.com:
“Perseteruan? Perseteruan apa? Memang begitulah saya. Dia menantang saya, dan saya menganggapnya sangat personal karena dia berpikir bisa melewati berbagai tahapan untuk mencapai posisi saya sekarang.
“Dan karena itu, dia membuat orang lain berpikir bahwa mereka bisa begitu saja menantang saya dan mendapat kesempatan tampil di panggung ini, ONE Championship, padahal mereka belum mencurahkan waktu latihan sebanyak yang telah saya lakukan.”

Sejak bergabung dengan ONE, Bahsous sama sekali tidak memberi alasan bagi para pengkritiknya untuk meragukan kemampuan dahsyatnya. Di The Inner Circle 19 pada Juni, petarung Kanada ini membombardir Phontip Khlongtoeiyouthcenter dengan serangan siku tajam dan pukulan keras untuk meraih kemenangan TKO ronde pertama hanya dalam 89 detik.
Ia melanjutkan penampilan sempurna tersebut dengan kemenangan meyakinkan lainnya di ONE Friday Fights 164 pada Juli, saat menghentikan Nonglek Krudamgym hanya dalam 48 detik pada ronde kedua.
Dua kemenangan finis beruntun tersebut telah mengukuhkan Bahsous sebagai petarung muda dengan kemampuan knockout yang sangat berbahaya. Perhatian tambahan yang mengiringi rivalitas sengitnya dengan Weaver pun semakin memperkuat tekad membaranya untuk kembali menampilkan performa yang menegaskan kualitasnya.
Petarung asal Kanada itu mengatakan:
“Tekanan menghasilkan berlian. Semakin besar tekanan yang saya hadapi, semakin banyak mata yang memperhatikan saya, semakin terang pula saya bisa bersinar.”

Meski Weaver baru akan menjalani penampilan pertamanya di organisasi ini, Bahsous sudah memiliki pengalaman penting dalam menghadapi atmosfer intens di Lumpinee Stadium.
Pendekatannya yang agresif tanpa henti telah memberinya kesuksesan besar, tetapi ia meyakini bahwa keunggulan terbesarnya terletak pada beragam senjata serangan yang dimilikinya. Alih-alih hanya mengandalkan pukulan keras, petarung Kanada ini sangat yakin mampu memanfaatkan celah sekecil apa pun yang diberikan Weaver.
Ia mengatakan:
“Setiap kali memasuki ring, saya selalu berencana meng-KO semua lawan saya. Karena kalau tidak melakukannya, saya tidak merasa seperti telah menang.
“Setiap kali melihat celah, baik untuk tendangan, pukulan, maupun serangan siku, saya menyukai semua senjata saya. Saya sama bagusnya dalam menggunakan semuanya, dan saya tahu senjata apa pun yang saya gunakan akan membuatnya KO. Itu hanya masalah waktu.”
Weaver Siap Jawab Tantangan Bahsous Dengan Tekanan Tanpa Henti
Malia Weaver memandang rivalitas panasnya dengan Olivia Bahsous dari sudut pandang yang berbeda.
Petarung Amerika Serikat ini mengatakan bahwa julukan “Olivia Slayer” awalnya berasal dari seorang penggemar, dan ia hanya mengunggahnya kembali lewat Instagram. Namun, julukan yang viral tersebut dengan cepat menjadi bahan provokasi baru dalam perseteruan mereka yang semakin memanas di dunia maya. Alhasil, kedua petarung ini terus-menerus saling berbalas tantangan menjelang duel mereka.
Ia mengatakan:
“Kami memang saling membalas lewat video, tetapi pada akhirnya, saya tidak tahu bagaimana perasaannya dari sisi dia.
“Tidak satu pun video yang saya buat bertujuan merendahkannya. Kalau Anda melihat video-video saya, tidak ada yang kasar atau tidak menghormatinya. Video-video itu lebih sekadar lucu-lucuan.”
Di balik interaksi yang disebut-sebut hanya sebagai candaan tersebut, Weaver telah mempersiapkan diri dengan sangat serius untuk menghadapi kesempatan terbesar dalam kariernya yang masih belia.
Petarung Amerika Serikat ini meraih gelar bergengsi di TBA Classic World Championships 2024 sebelum membangun rekor profesional sempurna di Thailand. Sejak itu, ia terus mengasah kemampuannya secara intensif di Fairtex Training Center yang ternama di Pattaya, tempat ia berlatih langsung bersama para atlet ONE yang sudah berpengalaman.
Sesi-sesi latihan berat tersebut juga membantunya mempersiapkan diri dengan baik untuk penampilan pertamanya menggunakan sarung tinju kecil. Hal ini memberinya pengalaman baru yang tidak memberi ruang bagi kesalahan dan akan benar-benar menguji kewaspadaan defensifnya saat menghadapi arsenal striking Bahsous yang sangat berbahaya.
Weaver mengatakan:
“Kami berdua memiliki tendangan yang sangat bagus, tetapi kami juga sama-sama petinju dengan pukulan keras. Kalau Anda melihat halaman media sosial kami, banyak unggahannya menampilkan teknik tinju, dan begitu juga dengan saya. Kami berdua bisa menendang, tetapi saya tahu ini akan menjadi pertarungan dengan volume serangan tinggi.
“Namun, saya juga berpikir kami berdua sangat agresif, jadi pertarungan ini akan berlangsung gila-gilaan. Saya tahu semua orang menantikannya.”
Weaver sepenuhnya menyadari tantangan besar yang dihadirkan oleh lawan yang selalu meraih kemenangan finis dalam kedua penampilannya di ONE. Namun, ia sangat bertekad untuk menjalani debutnya di organisasi ini dengan caranya sendiri.
Setelah berbulan-bulan saling melontarkan provokasi di dunia maya yang akhirnya akan berujung pada pertarungan sesungguhnya, Weaver yakin bahwa kemiripan gaya bertarung mereka akan menghasilkan duel yang sangat berkesan.
Ia mengatakan:
“Tentu saja, saya mengincar knockout, seperti yang diinginkan semua orang. Saya hanya tahu bahwa saya tidak akan mundur. Saya akan terus memberikan tekanan, tekanan, dan tekanan sepanjang pertarungan.
“Itulah rencana saya. Saya hanya akan terus menekan. Tidak ada kata mundur.”