‘Saya Bisa Buat Dia KO’ – Diego Paez Bertekad Bungkam Johan Ghazali Dalam Rematch Di The Inner Circle 35
Petarung agresif berdarah Kolombia-Amerika, Diego Paez, telah menggebrak panggung dunia lewat tiga pertarungan sengit yang berlangsung ketat hingga akhir. Kini, ia bertekad menulis cerita baru di The Inner Circle 35 pada Jumat, 16 Oktober.
Petarung berusia 32 tahun ini akan kembali menghadapi Johan “Jojo” Ghazali dalam rematch flyweight Muay Thai di ajang spektakuler yang berlangsung pada jam tayang utama Asia. Ajang ini disiarkan secara eksklusif bagi member lewat live.onefc.com dari Lumpinee Stadium di Bangkok, Thailand.
Perjalanan untuk kembali mencapai titik ini sama sekali tidak berjalan mulus baginya. Jalan terjal itu bermula pada ONE Fight Night 40 Februari lalu, ketika ia dijadwalkan menghadapi Black Panther. Namun, sang lawan terpaksa mundur dari pertandingan karena sakit hanya beberapa jam sebelum laga dimulai.
Untungnya, laga tersebut dijadwalkan ulang untuk ONE Fight Night 42 pada April lalu. Namun, pekan pertandingan kembali menghadirkan kekhawatiran ketika Paez gagal memenuhi persyaratan dalam tes hidrasi. Kemudian, saat keduanya akhirnya bertemu di atas ring, petarung Thailand itu keluar sebagai pemenang lewat keputusan terbelah yang sangat tipis.
Rentetan pengalaman seperti itu tentu meninggalkan bekas, dan petarung asal California Selatan tersebut menghabiskan beberapa bulan berikutnya untuk bangkit dari keterpurukan.
Paez mengatakan kepada onefc.com/id:
“Ya, begitulah kenyataannya. Ketika kami akhirnya bertarung setelah laga itu dijadwalkan ulang, saya bisa menunjukkan kedisiplinan saya. Saya bisa menunjukkan ketahanan dagu saya. Saya bisa menunjukkan ketenangan saya, tetapi hasilnya tidak berpihak kepada saya.
“Namun, semua itu membuat saya menjadi pribadi yang lebih kuat, dan saya semakin lapar untuk tampil serta memberikan pembuktian yang tegas dalam pertandingan berikutnya.”

Rasa lapar itu kini memiliki sasaran yang sudah tidak asing lagi. Ghazali adalah petarung yang pernah dikalahkan Paez lewat kemenangan tipis di ONE Fight Night 32 pada Juni 2025.
Dua dari tiga juri di sisi ring memberikan kemenangan kepada striker yang berbasis di California Selatan tersebut setelah ia berhasil meredam tekanan petarung muda Malaysia itu melalui perpaduan cerdik antara serangan balik, pergerakan kaki, dan serangan yang tidak biasa.
Kemenangan lewat keputusan terbelah tersebut menjadi keberhasilan pertamanya sejak bergabung dengan organisasi seni bela diri terbesar di dunia. Namun, kali ini ia termotivasi untuk meraih kemenangan yang lebih dominan.
Ia menambahkan:
“Dia petarung muda yang sangat tangguh. Dia memiliki gaya bertarung dengan tekanan yang bagus, dan dia termasuk petarung yang justru semakin bersemangat ketika terkena pukulan. Namun, saya akan tampil dan memberikan pembuktian yang tegas.
“Saya tidak mau lagi menang atau kalah lewat keputusan terbelah. Saya sudah lelah melihat keputusan juri berpihak kepada lawan, jadi saya akan tampil dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memastikan hasil yang jelas. Saya sudah mempersiapkan diri untuk itu.”
Mengatakannya memang mudah, tetapi mewujudkannya adalah perkara lain.
Dengan delapan kemenangan sepanjang kariernya sebagai modal, perwakilan Classic Fight Team ini terus mengasah berbagai detail dalam permainannya yang dapat mengubah pertandingan ketat menjadi kemenangan meyakinkan. Ia pun yakin hasil kerja keras tersebut akan terlihat.
Paez memprediksi:
“Saya rasa saya bisa buat dia KO. Saya benar-benar berfokus untuk menjadi lebih agresif dalam memburu lawan dan mengincar finis, alih-alih sekadar bermain untuk mengumpulkan poin dan mengetahui kapan saya unggul.
“Sekarang, ini [bukan hanya] tentang mempertahankan keunggulan, tetapi juga melihat peluang untuk mengakhiri pertandingan dan mengejarnya dengan usaha 100 persen. Itulah yang akan saya tunjukkan dalam pertarungan ini.”

Paez Tampil Maksimal Saat Segalanya Dipertaruhkan
Keinginan Diego Paez untuk mengejar kemenangan spektakuler bukan tanpa alasan. Kemenangan meyakinkan pada tahap ini akan berarti lebih dari sekadar tambahan angka dalam catatan kemenangannya, dan laga ulang tersebut hadir pada titik krusial bagi kedua petarung.
Petarung Kolombia-Amerika ini baru saja menelan kekalahan lewat keputusan terbelah dari Black Panther, sementara Ghazali sedang mengalami dua kekalahan beruntun setelah takluk dari penantang Muay Thai kelas terbang peringkat #4 Shimon Yoshinari dan petarung peringkat #5 Ramadan “The Scorpion” Ondash.
Dengan kedua petarung sama-sama bertekad kembali ke jalur kemenangan, ada banyak hal yang dipertaruhkan dalam laga ulang mereka di The Inner Circle 35. Paez pun memiliki pandangan tersendiri mengenai bagaimana situasi tersebut akan memengaruhi jalannya pertandingan.
Petarung yang menetap di California Selatan itu menjelaskan:
“Saya rasa dia tidak ingin kalah lagi, dan kami berdua berada dalam posisi di mana kami tidak boleh menelan kekalahan lagi. Kalah adalah perasaan terburuk di dunia, dan saya tahu dia merasakan tekanan karena dia juga baru saja mengalami beberapa kekalahan.”
Jika berhasil meraih kemenangan, Paez memiliki satu permintaan sederhana.
Ajang 2026-2027 ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix menghadirkan delapan striker terbaik di divisi tersebut, termasuk Black Panther dan Ondash. Kemenangan meyakinkan akan memberinya alasan kuat untuk mengajukan diri.
Paez mengungkapkan:
“Saya ingin meraih kemenangan dominan, lalu mengambil mikrofon dan meminta kepada Chatri [Sityodtong, Chairman dan CEO ONE Championship] agar saya bisa menjadi petarung pengganti dalam turnamen tersebut. Akan sangat keren jika saya bisa menjadi petarung cadangan karena turnamen itu berlangsung pada November.
“Anda tahu, berbagai hal bisa terjadi. Ada petarung yang mungkin gagal memenuhi batas berat badan atau mengalami cedera. Jadi, akan sangat luar biasa jika saya bisa masuk dalam daftar pertimbangan karena berat badan saya sudah sesuai dan kondisi fisik saya sudah siap.”
