The Inner Circle 33: Bangkit Dari Badai Serangan, Regian Eersel Hentikan George Jarvis Demi Pertahankan Gelar
Juara Dunia ONE dua disiplin Regian “The Immortal” Eersel telah berulang kali melewati situasi sulit, dan partai utama The Inner Circle 33 pada Jumat, 2 Oktober, mengujinya hingga batas akhir.
Superstar asal Suriname itu sempat berada di ambang bahaya sebelum akhirnya mempertahankan Gelar Juara Dunia ONE Lightweight Muay Thai lewat kemenangan knockout atas jagoan Inggris George “G-Unit” Jarvis. Laga ulang dengan taruhan besar tersebut disiarkan eksklusif bagi member live.onefc.com pada jam tayang utama Asia dari arena sakral Lumpinee Stadium di Bangkok.
Kekalahan dalam 84 detik pada pertemuan pertama nampak masih membekas bagi Jarvis. Alhasil, ia tampil dengan pertahanan lebih rapat serta gerakan tipuan yang lebih tajam untuk menyamarkan serangannya. Eersel, yang sebelumnya berjanji hasil laga ini akan sama seperti pertemuan pertama, tak gentar menghadapi tekanan dan membalas dengan kombinasi satu-dua tajam sebelum meluncurkan terjangan lutut terbang.
Meski wajahnya mulai terluka, Jarvis mampu menyerap serangan dan menunggu momen yang tepat. Kesabarannya berbuah ketika kombinasi hook kanan dan kiri keras menghantam pelipis Eersel dan membuat sang juara bertahan jatuh ke kanvas.
Eersel mampu bertahan hingga bel berbunyi. Perwakilan Sityodtong Amsterdam itu mulai memanfaatkan leg kick dari jarak luar pada ronde kedua. Di sisi lain, kepercayaan diri Jarvis terlihat semakin meningkat. Ia mulai melepaskan pukulan dengan tenaga penuh.
Melihat pertahanan lawannya mulai turun di tengah badai pertukaran serangan, “The Immortal” tetap tenang sebelum menjatuhkan sang penantang dengan hook kiri presisi ke dagu.
Dengan skor knockdown sama kuat satu berbanding satu, tak ada yang mengendur saat ronde ketiga dimulai. Eersel, yang juga menyandang Gelar Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing, melayangkan jab secara konsisten dan kombinasi serangan jarak jauh.
“G-Unit” membalas dengan hook keras ke kepala dan tubuh. Namun, pengalaman mulai menjadi pembeda ketika sang juara berulang kali membidik mata kanan Jarvis yang mulai membengkak lewat straight tajam. Bahkan, dengan lengana kanan yang cedera, Eersel masih bisa mengandalkan serangan dengan pukulan kirinya.
Alhasil, daya rusak di sisi kanan wajah Jarvis nampak semakin nyata.

Jarvis membuka ronde keempat dengan cross kiri andalannya, sementara Eersel menyerang dari luar lewat tendangan ke kepala.
Saat melihat tanda-tanda awal kelelahan pada sang lawan, jagoan asal Amsterdam itu kembali membidik mengandalkan pukulan kiri khasnya.
Kali ini, sebuah hook kiri bersih kembali mendarat dan menjatuhkan Jarvis untuk kedua kalinya.
“G-Unit” langsung menutupi mata kanannya, hingga wasit menghentikan perang sengit tersebut pada menit 1:39 ronde keempat.
Kemenangan itu menuliskan bab baru dalam dominasi Eersel. Ia kini telah mempertahankan Gelar Juara Dunia ONE Lightweight Muay Thai sebanyak empat kali sekaligus meningkatkan rekor profesionalnya menjadi 66-5.
Hasil tersebut juga menjadikan “The Immortal” sebagai pemegang gelar paling sukses dalam sejarah ONE Championship, dengan total 12 kali menyandang status Juara Dunia di Muay Thai dan kickboxing.