Fitur

Demetrious Johnson Mensyukuri Andil Seorang Juara Dunia ONE

4 Okt 2019

Perjalanan menuju puncak dunia bela diri tidak pernah mudah, namun Demetrious “Mighty Mouse” Johnson beruntung memiliki rekan seperjuangan yang selalu berada di sisinya.

Saat ia kembali beraksi dalam ONE: CENTURY di Tokyo, Jepang, pada hari Minggu, 13 Oktober nanti, ikon bela diri Amerika Serikat ini akan saling mendukung bersama rekan satu timnya di AMC Pankration – sosok paling dominan sepanjang sejarah ONE Championship, Bibiano “The Flash” Fernandes.

Demetrious akan berhadapan dengan Danny “The King” Kingad dalam laga Final Kejuaraan ONE Flyweight World Grand Prix di ONE: CENTURY PART  I, sementara Bibiano akan mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight miliknya melawan seorang rival bebuyutan, Kevin “The Silencer” Belingon dalam ajang ONE: CENTURY PART II di hari yang sama.

Ini adalah kedua kalinya kedua atlet legendaris ini berbagi panggung – yang pertama juga terjadi di Ryogoku Kokugikan dalam ONE: A NEW ERA bulan Maret lalu – namun kisah sukses mereka telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

“Saya dan Bibiano telah berlatih bersama kurang lebih selama 13 tahun,” jelas “Mighty Mouse.”

“Selalu menyenangkan berlatih bersamanya. Ia membawa energi dan pengetahuan yang hebat dan ia telah bertarung dalam waktu yang lama, jadi itu [pengalaman] menyenangkan.”

Bibiano berusia enam tahun lebih tua dari rekan satu timnya yang menginjak usia ke-33. Saat Demetrious baru mulai serius berlatih seni bela diri campuran, “The Flash” sudah menjadi Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu sebanyak tiga kali.

Atlet asal Amerika itu berusaha keras mengatasi Bibiano saat mereka pertama kali berlatih grappling di atas matras dalam sebuah sasana di Washington, namun ia menjadikan ini sebagai motivasi untuk berkembang.

“Ia membuat saya tap out, tap out dan tap out. Saya benci itu,” kata Demetrious.

“Ia berkata, ‘seberapapun kamu membencinya, kamu harus mencoba menyukainya. Ketika sudah suka, kamu akan menguasainya,’ dan [kata-kata] itu menjadi salah satu hal yang banyak membantu dalam karier saya.”



Ketika Bibiano meraih gelar Juara Dunia pertamanya dalam dunia bela diri campuran pada tahun 2009, Demetrious masih bersaing di berbagai organisasi regional. Raihan prestasi rekannya ini pun menjadi inspirasi baginya.

Pada saat bintang Brasil itu kembali meraih emas di divisi keduanya pada tahun 2011, “Mighty Mouse” telah lulus menembus panggung internasional. Segera setelah itu, prestasi mereka menjadi sepadan.

“Mighty Mouse” memenangi Kejuaraan Dunia Flyweight bersama organisasi di Amerika Utara pada tahun 2012, tepat sebelum “The Flash” bergabung bersama “The Home Of Martial Arts.” Pada tahun berikutnya, Bibiano meraih gelar Juara Dunia ONE Bantamweight, sehingga yang satu berkuasa di Barat dan yang lainnya mendominasi di Timur.

Meskipun kini Demetrious telah mencapai puncak, ia masih terinspirasi oleh etos kerja dan kesuksesan sahabatnya ini.

“Saya pikir apa yang membuat Bibiano menjadi salah satu seniman bela diri terbaik yang pernah ada di divisi bantamweight adalah karena konsistensinya,” ujar Demetrious.

“Maksudnya, keterampilan Brazilian Jiu-Jitsu miliknya benar-benar mengerikan – saya percaya kemampuannya adalah salah satu yang terbaik, jika bukan yang terbaik [dalam dunia bela diri campuran], namun saya kira konsistensi dirinyalah [yang membuatnya hebat].”

“Sejak saya mulai berlatih dengannya, ia tidak pernah naik ke meja operasi, tidak pernah mengalami KO, tidak pernah kalah [selain melalui putusan juri], dan telah bertarung dengan para pesaing terbaik di dunia.”

Kedua rekan satu tim ini menjadi seniman bela diri paling dominan yang pernah ada di divisi mereka masing-masing, dimana Demetrious mampu mempertahankan sabuk juaranya sebanyak 11 kali – yang diimbangi oleh rekannya tersebut di sisi lain samudera pasifik dengan mengecewakan harapan tujuh penantangnya.

Saat ini, ketika keduanya bersiap menuju laga di Tokyo, mereka bekerja keras di Washington demi memastikan terciptanya sejarah baru dalam karier mereka, yang diharapkan akan menuai hasil baik dalam perhelatan bela diri terbesar dalam sejarah.

“Saat ini, suasana di sasana terasa luar biasa, dan latihan antara saya dan Bibiano berjalan dengan baik,” ungkap Demetrious.

“Jelas kami bertarung pada kartu [pertandingan] yang sama dan kami sama-sama melawan [perwakilan] Team Lakay. Kami berdua memiliki lawan dengan gaya yang sama, tetapi mereka juga sangat berbeda.”

“Saya membantu [Bibiano] dalam stand-up dan di ground, dan ia membantu saya juga. Kami berdua bolak-balik bertarung, tetapi berlatih dengan cerdas karena kami berdua tahu bahwa kami harus 100 persen pada tanggal 13 Oktober.”

“Ia ingin mempertahankan gelar Juara Dunianya, dan saya ingin mendapatkan gelar Juara ONE Flyweight World Grand Prix, jadi kami terfokus, sehat dan siap untuk berlaga.”

Baca juga: ONE Flyweight World Grand Prix – Kisah Epik Yang Berlanjut

Tokyo | CENTURY | Pergelaran Ke-100 ONE Championship | Tiket: Dapatkan disini

  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Indonesia, tanggal 13 Oktober pukul 7:00 WIB – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 15:00 WIB
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Amerika Serikat, tanggal 12 Oktober pukul 20:00 EST – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 4:00 EST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di India, tanggal 13 Oktober pukul 5:30 IST – serta BAGIAN II pukul 13:30 IST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Singapura on 13 October pukul 8:00 SGT – serta BAGIAN II pukul 16:00 SGT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Filipina on 13 October pukul 8:00 PHT – serta BAGIAN II pukul at 16:00 PHT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Jepang on 13 October pukul 9:00 JST – serta BAGIAN II pukul 17:00 JST

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.