3 Senjata Yang Dapat Digunakan Lara Fernandez Untuk Kalahkan Janet Todd Demi Gelar Interim Muay Thai

Lara_Fernandez hero 1200x800 1

Lara Fernandez akan membawa berbagai momentum positif ke dalam Circle pada Jumat, 22 Juli.

Pendatang baru asal Spanyol itu akan mencetak debutnya dalam laga pendukung utama ajang ONE 159: De Ridder vs. Bigdash, dimana ia akan tampil melawan superstar Amerika Serikat Janet Todd demi gelar Juara Dunia Interim ONE Atomweight Muay Thai.

Todd sudah terlebih dahulu menjadi penguasa divisi atomweight kickboxing ONE, dan menempatkan diri sebagai nama besar dalam organisasi ini.

Tetapi, Fernandez adalah Juara Dunia WBC Muay Thai dan memiliki keyakinan untuk menghentikan impian “JT” demi meraih kejayaan dalam dua disiplin.

Berikut adalah tiga senjata kunci yang dapat membantu pendatang baru berusia 26 tahun itu merebut sabuk emas bagi dirinya dalam laga antara sepasang striker elite di Singapore Indoor Stadium.

#1 Stamina Tanpa Batas

Fernandez berusia 10 tahun lebih muda dari Todd, yang akan memberinya keunggulan jika mereka harus meningkatkan tempo pertandingan dalam kelima ronde laga Kejuaraaan Dunia itu.

Perwakilan Lone Wolf Fight Team ini dapat mendesak seluruh lawannya dengan tekanan maju yang konstan, serta mungkin mampu mematahkan ritme Todd di pertukaran awal.

Namun, yang lebih penting lagi, Fernandez mengira dirinya dapat membuat ratu atomweight kickboxing ini kelelahan pada saat-saat terakhir laga mereka.

Ia dikenal mampu melontarkan kombinasi cepat dengan pukulan keras dan tendangan ke arah tubuh dari menit pertama sampai terakhir – sebuah intensitas yang dapat membuat atlet A.S. itu sangat tidak nyaman.

Hanya waktu yang akan membuktikan apakah strategi ini berhasil atau tidak, namun bagaimana pun juga, jelas bahwa striker Spanyol ini akan ingin tetap berada di hadapan wajah “JT.”

#2 Serangan Siku Keras

Fernandez memadukan tempo dan tekanan bergaya kickboxing miliknya dengan arsenal Muay Thai yang sarat persenjataan berbahaya dari ke delapan tungkai.

Serangan siku memang menjadi favoritnya, dan seringkali mencetak kerusakan besar saat tersambung ke bagian tubuh lawan.

Warga Toledo ini mencetak poin dengan sangat baik melalui siku tajam itu dalam berbagai skenario berbeda, termasuk saat ia menerjang di belakang pukulannya, atau sebagai serangan balasan yang mengalihkan serangan tinju lawannya.

Todd memang hampir tidak pernah terpojok selama kariernya di ONE, namun jika Fernandez mampu menyarangkan serangan siku keras di awal, para penggemar mungkin akan melihat bagaimana sang veteran ini bereaksi saat punggungnya terdesak di dinding.

#3 Serangan Memutar

Kemampuan teknis dan game plan yang sangat disiplin dari Todd selalu menjadi sorotan di ONE, namun ia belum pernah mengatasi banyak taktik tak lazim dari lawan-lawannya.

Di ONE 159, Fernandez akan berharap dapat mengubah hal itu dengan menggunakan salah satu teknik serangan non-ortodoks miliknya. 

Atlet fenomenal Spanyol ini memiliki dasar kuat saat melontarkan pukulan, tendangan dan serangan siku, dan ia pun tak takut melepaskan seluruh serangan itu pada akhir sebuah putaran jika sebuah kesempatan terbuka.

Baik teknik spinning heel kick, spinning backfist, atau spinning elbow, ia gemar mengincar lawannya dengan kekuatan dan gerakan yang tak dapat diprediksi dengan mudah.

Ini mungkin menjadi salah satu cara lain untuk mengganggu serangan teknis “JT” yang terkenal.

Selengkapnya di Fitur

Jarred Brooks Joshua Pacio ONE 166 12
Hiroba Minowa Gustavo Balart ONE 165 77 scaled
Kiamrian Abbasov Christian Lee ONE on Prime Video 4 1920X1280 149
Nico Carrillo Saemapetch Fairtex ONE Fight Night 23 40
Muangthai PK Saenchai Nico Carrillo ONE Friday Fights 22 38
Ok Rae Yoon Lowen Tynanes ONE Fight Night 10 68
Alibeg Rasulov
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 49
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 16 scaled
Liam Superlek
Superlek and Kongthoranee Smiling ONE Championship
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 38 scaled