Fitur

Pertaruhan Besar Para Petarung Di ONE: UNBREAKABLE

ONE Championship siap memulai tahun 2021 dengan cara yang luar biasa.

Pada Jumat, 22 Januari ini, organisasi bela diri terbesar di dunia ini membawa ONE: UNBREAKABLE ke Singapore Indoor Stadium, dimana tiap atlet dalam kartu pertandingan ini akan sangat termotivasi memulai tahun ini dengan langkah yang tepat.

Bagi beberapa dari mereka, inilah kesempatan untuk membangun momentum besar di “The Home Of Martial Arts.” Bagi yang lain, sebuah kemenangan dapat membawa mereka memasuki perebutan gelar Juara Dunia ONE di tahun yang sama. Dan bagi dua nama besar di laga utama, satu pukulan dapat menjadi pembeda bagi siapa yang akan merebut emas.

Oleh karena itu, inilah apa yang diperjuangkan tiap atlet yang tampil di ONE: UNBREAKABLE.

Alaverdi Ramazanov & Capitan Petchyindee Academy

Dua striker terbaik dunia akan tampil dalam laga utama malam itu, demi hadiah terbesar dalam disiplin kickboxing.

Setelah memenangkan Kejuaraan Dunia ONE Bantamweight Kickboxing perdana di bulan Desember 2019, Alaverdi “Babyface Killer” Ramazanov akan mempertahankan gelarnya untuk pertama kali.

Saat pemegang gelar asal Rusia ini mempertahankan gelarnya, itu menjadi laga ketujuh yang ia jalani dalam rangkaian ONE Super Series – dimana berada di peringkat empat untuk atlet dengan laga terbanyak sejak liga disiplin striking ini diluncurkan pada April 2018 silam.

Sebuah kemenangan tak hanya memastikan kemenangan ke-62 dalam karier Ramazanov dan menjaga gelarnya, tetapi ini juga akan membuatnya memasuki peringkat kelima untuk kemenangan terbanyak di ONE Super Series.

Walau “Babyface Killer” memiliki kemenangan KO tercepat ketiga dalam sejarah liga ini dengan waktu 57 detik, ia berjanji akan mencetak KO lebih cepat jika lawannya lengah.

Sementara itu, Capitan Petchyindee Academy tak asing dengan penyelesaian cepat. Faktanya, ia mencetak KO atas atlet ternama Petchtanong Petchfergus dalam waktu enam detik, Agustus lalu, untuk mengamankan rekor KO tercepat dalam sejarah ONE Super Series.

Atlet sensasional Thailand ini membawa 13 kemenangan beruntun ke dalam laga besar ini, dan ia dapat meningkatkannya lagi, membawa catatan kariernya menjadi 144-20, serta merebut gelar Kejuaraan Dunia ONE Bantamweight Kickboxing jika ia mengangkat tangannya saat laga berakhir di Singapura.

Shinya Aoki & James Nakashima

Pertemuan antara dua spesialis grappling akan menempati laga pendukung utama (co-main event), saat mantan Juara Dunia ONE Lightweight Shinya “Tobikan Judan” Aoki menyambut mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Welterweight James Nakashima ke dalam divisi lightweight yang sangat ketat.

Aoki, penantang peringkat keempat divisi lightweight, memasuki laga ini sebagai salah satu atlet paling dominan dalam divisinya.

Ini menandai laga ke-13 bagi sang legenda Jepang bersama divisi lightweight ONE, dimana ia saat ini memegang rekor penyelesaian terbanyak (8) dan submission terbanyak (7) dalam divisinya. Terlebih lagi, ia menempati peringkat kedua untuk kemenangan terbanyak dalam jajaran atlet lightweight (10).

Jumat ini, “Tobikan Judan” memiliki kesempatan meraih kemenangan ke-47 dalam kariernya dan ke-12 dalam divisi lightweight organisasi ini, yang akan membawanya tepat di belakang rival lamanya Eduard “Landslide” Folayang dengan rekor kemenangan terbanyak dalam divisi ini (13). Serta, ini juga akan memberi petarung yang berdiam di Tokyo sedikit dorongan dalam peringkatnya.

Setelah rangkaian kemenangan yang nyaris sempurna – yang terpatahkan saat ia berusaha merebut gelar Juara Dunia ONE Welterweight milik Kiamrian “Brazen” Abbasov – Nakashima telah memutuskan untuk bergabung dengan divisi yang lebih cocok dengan postur tubuhnya dan memulai perjuangan menuju gelar Juara Dunia ONE Lightweight milik Christian “The Warrior” Lee.

Kecuali Nakashima mencetak submission atas Aoki dalam waktu kurang dari 26 detik atau mencetak KO dalam waktu kurang dari 14 detik, ia tak akan masuk ke dalam catatan rekor Jumat ini.

Namun, atlet AS ini tak terlalu khawatir tentang mencetak sejarah di “Kota Singa.” Nakashima mengetahui bahwa sebuah kemenangan atas atlet sekaliber Aoki akan menjadi pencapaian tersendiri, dan itu akan membawa rekornya menjadi 13-1 dengan kemungkinan merebut posisi sang legenda di daftar peringkat.

Rade Opacic & Bruno Susano

Rade Opacic and Bruno Susano do battle at ONE: UNBREAKABLE

ONE Super Series akan dimulai dengan keras saat laga antara dua raksasa heavyweight akan memulai musim 2021 dari liga yang terfokus pada disiplin striking ini.

Desember lalu, para penggemar menyaksikan kekuatan luar biasa dari Juara Muay Thai Serbia Rade Opacic, yang mengakhiri perlawanan Errol “The Bonecrusher” Zimmerman dengan sebuah teknik spinning heel kick kuat dalam debut promosionalnya. Ajang ini sangat luar biasa sampai menempati peringkat tiga dalam KO ONE Super Series terbaik untuk tahun 2020.

Sebuah kemenangan akan menjadi yang kedua bagi Opacic di atas panggung dunia, membawa catatan kariernya menjadi 20-3, serta menjadikannya atlet teratas dalam divisi heavyweight kickboxing.

Ini juga dapat menjadikannya sebagai penantang berikutnya bagi Juara Dunia ONE Light Heavyweight Kickboxing Roman Kryklia jika ia berkeinginan untuk turun satu divisi, yang sebelumnya sempat disinggungnya.

Bruno Susano mungkin saja baru mencetak debutnya, namun ia memiliki pengalaman profesional empat kali lebih banyak dari rivalnya berusia 23 tahun itu.

Susano adalah seorang Juara Dunia ISKA Kickboxing dengan rekor 86-16, dimana ia ingin menambahkan gelar Juara Dunia ONE ke dalam resumenya. Ia mungkin akan dapat berada selangkah lebih dekat pada pencapaian tersebut, serta membangun catatan rekornya, melalui sebuah kemenangan Jumat malam ini.



Zebaztian Kadestam & Gadzhimurad Abdulaev

Divisi welterweight bela diri campuran sempat memanas pada akhir tahun 2020, dan tetap memanas pada awal tahun ini.

Mantan Juara Dunia ONE Welterweight Zebaztian “The Bandit” Kadestam akan memulai misinya untuk kembali merebut emas di ajang ONE: UNBREAKABLE.

Kadestam, yang adalah pencetak KO terbanyak dalam divisinya, memegang catatan profesional 12-5 dan dapat membuatnya menjadi 13 jika ia merebut kemenangan Jumat malam nanti.

Terlebih lagi, jika atlet Swedia ini mencetak sebuah KO lainnya, atau meraih kemenangan submission pertama dalam organisasi ini, ia akan seimbang dengan sang legenda Ben Askren dengan penyelesaian terbanyak dalam divisi welterweight (5).

Tetapi, ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan karena ia akan melawan Gadzhimurad Abdulaev, Juara Bela Diri Campuran Rusia tak terkalahkan yang memiliki tingkat penyelesaian 80 persen. Faktanya, satu-satunya keputusan juri yang diraihnya adalah saat ia menang atas Carlos Prates dalam acara ONE Warrior Series 9 pada Desember 2019.

Jika Abdulaev mampu mengejutkan pemukul keras asal Swedia ini di Singapura, ia dapat menjadi salah satu penantang besar untuk sabuk emas divisinya.

Meng Bo & Samara Santos

Meng Bo and Samara Santos do battle at ONE: UNBREAKABLE

Sebuah perebutan posisi teratas dalam daftar Peringkat Resmi Atlet ONE yang prestisius akan terjadi dalam laga menarik antara Meng Bo dan Samara “Marituba” Santos.

Meng memperoleh posisinya sebagai penantang peringkat kedua divisi atomweight dengan catatan rekor profesional 15-5 dan sepasang KO beruntun atas mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Women’s Strawweight Laura “La Gladiadora” Balin dan atlet kebanggaan Indonesia Priscilla Hertati Lumban Gaol.

Faktanya, kedua KO tersebut tercatat dalam lima besar KO tercepat dalam sejarah divisi atomweight organisasi ini, karena KO-nya atas Priscilla ada di peringkat ketiga (1:26) dan penyelesaian atas Balin berada di posisi keempat (2:18).

Kini, mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Women’s Strawweight lainnya akan menguji kemampuan pencetak KO asal Tiongkok ini.

Sejak Santos memasuki panggung dunia, ia telah menghadapi yang terbaik dari divisi strawweight, tetapi ia harus tunduk pada sang penguasa “The Panda” Xiong Jing Nan dan penantang peringkat keempat divisi ini, Ayaka “Zombie” Miura.

Atlet Brasil ini akhirnya memutuskan turun ke divisi alaminya, dan ini penempatan waktunya sangat tepat karena siapapun pemenang laga ini dapat memberi alasan besar untuk masuk ke dalam Turnamen ONE Atomweight World Grand Prix.

Namiki Kawahara & Lito Adiwang

Namiki Kawahara and Lito Adiwang do battle at ONE: UNBREAKABLE

Membuka ajang ini adalah laga beritme cepat dalam divisi strawweight antara dua atlet berbakat dan menjanjikan, dimana selain usaha keduanya untuk memasuki peringkat lima besar, terdapat sumber motivasi lain yang membakar semangat mereka.

Lito “Thunder Kid” Adiwang mengakhiri tahun 2020 dengan sangat pahit.

Bulan November lalu, perwakilan Team Lakay ini menderita kekalahan pertamanya dari Juara Bela Diri Campuran Jepang Hiroba Minowa dalam debutnya, serta tersingkir dari peringkat kelima di divisi strawweight.

Ia juga mengalami sebuah tragedi di luar Circle, karena ibunya, Leticia, meninggal dunia karena sakit pada bulan Desember.

Itu adalah akhir tahun yang sangat traumatis bagi Adiwang, tetapi ia sangat ingin membalikkan keadaan, meraih penebusan, dan menghormati ibunya dengan penampilan luar biasa di Singapura.

Panggung ini tersedia dengan cara yang sangat familiar – ia akan menghadapi Namiki Kawahara, seorang Juara Bela Diri Campuran Jepang lainnya yang akan mencetak penampilan perdana di “The Home Of Martial Arts.”

Kawahara, warga Osaka yang mewakili sasana Team Alpha Male di Amerika Serikat, memiliki tingkat penyelesaian 86 persen dan dua kemenangan beruntun. Di “Kota Singa,” ia berharap untuk mencetak kesan pertama yang sangat tegas pada penggemar di seluruh dunia dan mencetak “hat-trick.”

Baca juga: Shinya Aoki Janjikan Laga Keras Melawan James Nakashima