Berita

Shinya Aoki Janjikan Laga Keras Melawan James Nakashima

Pada hari Jumat, 22 Januari, mantan Juara Dunia ONE Lightweight Shinya “Tobikan Judan” Aoki akan mencetak penampilan kembalinya di ajang ONE: UNBREAKABLE, dimana jika keberuntungan menyertai para penggemar, spesialis submission legendaris ini akan menampilkan kekuatan dan kondisi terbaiknya.

Namun, hal itu tak akan mudah terjadi saat menghadapi James Nakashima, pegulat superstar asal Amerika Serikat yang menjalani perebutan gelar Juara Dunia ONE Welterweight, November lalu. 

Aoki, penantang peringkat keempat dalam divisi lightweight bela diri campuran ONE, akan menyambut Nakashima ke dalam divisinya itu.

“Terdapat beberapa orang yang mengatakan, ‘Aoki, kamu berlaga, saya turut senang.’ Maka saya sangat bersyukur untuk itu,” kata sang legenda Jepang ini.

“Saya kira definisi dari laga yang bagus itu cukup berbeda, tergantung setiap orang, namun saya harap saya dapat menunjukkan sesuatu yang meyakinkan.”

Seperti banyak atlet lainnya, Aoki juga terpaksa beristirahat di sisi ring selama beberapa waktu karena pandemi COVID-19. Namun, tak seperti banyak orang lainnya, petarung veteran ini dapat tetap berlatih sementara ia juga bekerja sebagai penulis.

“Saya baik-baik saja. Tak ada yang berubah [selama pandemi ini],” katanya. “Saya berlatih, pulang ke rumah, melakukan apa yang harus saya lakukan, serta menulis artikel. Tak ada yang benar-benar berubah dari apa yang biasanya saya lakukan.”

Aoki mempertahankan kondisinya dan bahkan berkesempatan untuk sekali berlaga pada 2020, dengan sebuah kemenangan dominan atas alumni ONE Warrior Series dan bintang lightweight baru, Kimihiro Eto, dalam rangkaian ROAD TO ONE di Tokyo, Jepang, bulan September lalu.



Namun hal tersebut tak cukup memenuhi keinginan “Tobikan Judan” untuk beraksi. Ikon Jepang ini hidup untuk berlaga dan sangat ingin terus menguji kemampuannya melawan berbagai atlet terbaik di luar sana.

Beberapa bulan setelahnya, Aoki menerima panggilan untuk menghadapi Nakashima – sesuatu yang menjadikannya sangat emosional.

“Saya kira saya tak akan mendapatkan tawaran saat itu, maka saya seperti, ‘Oh, ini dia. [Saya] beruntung!” kenang Aoki. “Saya merasa temperatur tubuh saya naik saat menerima tawaran laga itu.”

Shinya Aoki submits Honorio Banario

Di sisi lain, Nakashima sempat menikmati catatan rekor tak terkalahkan dalam bela diri campuran. Ia memulai kariernya dengan 12 kemenangan beruntun, termasuk tiga bintang teratas dalam divisi welterweight ONE: Raimond Magomedaliev, mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Luis “Sapo” Santos, dan legenda bela diri campuran Jepang Yushin “Thunder” Okami.

Tetapi, atlet AS ini akhirnya merasakan kekalahan pertama dan satu-satunya saat ia menantang penguasa divisi welterweight Kiamrian “Brazen” Abbasov demi sabuk emas bulan Desember lalu. Pria yang mewakili MMA Lab representative ini mampu unggul atas rivalnya asal Kirgistan itu, tetapi Abbasov mengejutkan Nakashima dengan sebuah serangan lutut keras yang berakhir dengan TKO.

Kini, Nakashima turun ke divisi lightweight dengan harapan untuk mengalahkan seorang legenda dan mendekati perebutan gelar melawan Juara dunia ONE Lightweight Christian “The Warrior” Lee.

Ujian pertamanya bersama Aoki akan menjadi sebuah pertemuan menarik antara dua grappler kelas dunia. Pria AS ini memenangkan Kejuaraan Gulat Nasional NJCAA di negara asalnya, sementara Aoki adalah pemegang sabuk hitam dalam judo dan Brazilian Jiu-Jitsu.

Tetapi, sementara banyak penggemar akan mengharapkan laga ini menjadi pertarungan teknik grappling, “Tobikan Judan” memiliki sebuah pandangan yang berbeda.

“Hal yang terumit dari bela diri campuran adalah, sebagai contoh, saat seseorang yang tak bagus dalam striking menghadapi lawan yang bagus dalam striking. Jika orang tersebut memiliki teknik grapplig yang kuat, lawannya akan mendapatkan tekanan dari grappling,” jelasnya.

“Dengan melakukan itu, anda dapat mematikan kemampuan striking lawan. Maka, saat mereka berkata ini adalah sebuah laga antara [dua] grappler, reaksi saya seperti, ‘Nah, itu jelas hanya menjadi salah satu aspek yang ada’.”

Terkait hal itu, Nakashima telah mengasah permainan striking-nya bersama Juara ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix Giorgio “The Doctor” Petrosyan, yang memberinya kemampuan serangan yang jauh lebih lengkap.

Namun, bahkan dengan bakat gulat sekelas pemenang kejuaraan dan arsenal stand-up yang semakin terasah milik Nakashima, Aoki tak meyakini bahwa rivalnya ini memiliki sesuatu yang luar biasa.

“Seluruh kemampuannya cukup tinggi, secara rata-rata. Ia tak harus memiliki bidang tertentu yang unggul dan sempurna, namun keseimbangan dari kemampuannya itu bagus. Ia melakukan segala sesuatunya dengan baik,” kata bintang Jepang ini.

“Saya tak merasa ia memiliki banyak kelemahan, namun di sisi lain, fakta bahwa anda tidak luar biasa dalam bidang apapun berarti anda tak dapat melakukan percobaan berani dalam laga. Itu berarti anda tak dapat bertaruh atau mengambil resiko.”

“Seni bela diri tidak seperti ujian masuk ke universitas. Bahkan jika nilai rata-ratamu tidak hebat [dalam sebuah laga], ada kemungkinan bahwa anda dapat meraih kesuksesan hanya dengan unggul di satu bidang. Saya kira ini adalah kelemahannya.”

Japanese MMA fighter hits a takedown on Ev Ting

Walau Aoki merasa yakin dan dapat membedah kemampuan lawannya dengan cepat, ia lebih suka tidak meramalkan bagaimana laga lightweight ini akan berakhir.

Tetap saja, “Tobikan Judan” akhirnya memberi sebuah prediksi – bahwa laga pendukung utama ini akan menjadi sangat menarik dari awal sampai akhir.

“Saya telah melakukan ini [bela diri campuran] selama 16 atau 17 tahun, maka saya yakin bahwa saya dapat melakukan sesuatu yang bagus,” kata sang veteran.

“Saya dapat membuat ini layak ditonton. Saya akan membuatnya seperti cerita dari novel yang bagus dengan struktur luar biasa, pelarian cepat, membangun [suasana], klimaks dan akhir yang hebat.”

“Saya ingin membuat sesuatu yang dapat dinikmati dan dibicarakan banyak orang selama satu atau dua bulan setelah laga. Semoga, ini menjadi sesuatu yang dapat dinikmati para fan dalam waktu yang cukup lama.”

Japanese mixed martial arts legend Shinya Aoki

Baca juga: Kekuatan Pemikiran Positif Berikan Nama Besar Bagi James Nakashima